Sushi Dulunya Bukan Makanan Mahal

Sushi saat ini dikenal sebagai makanan mewah yang disajikan di restoran eksklusif dengan harga tinggi, terutama jenis sushi premium seperti otoro (bagian paling berlemak dari tuna) atau sushi dengan topping ikan langka.

Mar 12, 2025 - 23:13
 0  11
Sushi Dulunya Bukan Makanan Mahal
sumber foto : pixabay

Eksplora.id - Sushi saat ini dikenal sebagai makanan mewah yang disajikan di restoran eksklusif dengan harga tinggi, terutama jenis sushi premium seperti otoro (bagian paling berlemak dari tuna) atau sushi dengan topping ikan langka. Namun, sejarah mencatat bahwa sushi dulunya bukan makanan mahal. Justru, awalnya sushi adalah makanan rakyat yang praktis dan mudah diakses oleh masyarakat biasa.

Awal Mula Sushi: Makanan Fermentasi untuk Bertahan Hidup

Sushi berakar dari metode pengawetan ikan yang berasal dari Asia Tenggara, yang kemudian berkembang di Jepang sekitar abad ke-8. Metode ini disebut narezushi, yaitu ikan yang difermentasi bersama nasi selama berbulan-bulan untuk memperpanjang masa simpan. Saat itu, nasi dalam narezushi sering dibuang setelah proses fermentasi, sehingga ikan yang diawetkan bisa bertahan lebih lama dan dikonsumsi saat dibutuhkan.

Edo Period: Lahirnya Sushi Cepat Saji

Pada awal abad ke-19, saat Jepang memasuki zaman Edo (1603-1868), terjadi perubahan besar dalam dunia kuliner. Seorang pedagang bernama Hanaya Yohei menciptakan nigiri sushi, bentuk sushi yang lebih modern dengan nasi berbumbu cuka dan irisan ikan segar di atasnya. Nigiri sushi tidak memerlukan fermentasi lama seperti narezushi, sehingga bisa langsung dimakan.

Saat itu, sushi dijual di gerai-gerai kecil di pinggir jalan, mirip seperti makanan kaki lima. Harganya terjangkau, dan sushi menjadi pilihan makanan cepat saji bagi pekerja yang membutuhkan hidangan praktis dan mengenyangkan.

Dari Makanan Rakyat Menjadi Hidangan Mewah

Setelah Perang Dunia II, sushi mengalami perubahan besar. Banyak gerai sushi tutup akibat kebijakan pemerintah Jepang yang membatasi penjualan ikan mentah karena alasan kebersihan. Ketika ekonomi Jepang pulih, sushi mulai berpindah ke restoran dengan standar kebersihan lebih tinggi.

Popularitas sushi semakin meningkat ketika metode penyimpanan ikan dengan pendingin berkembang, memungkinkan penyajian ikan segar berkualitas tinggi. Restoran sushi mulai menawarkan pengalaman makan yang lebih eksklusif dengan kualitas bahan yang lebih baik, sehingga harganya pun naik.

Pada tahun 1970-an, sushi mulai mendunia setelah restoran Jepang membuka cabang di luar negeri, terutama di Amerika Serikat. Di sinilah sushi semakin diasosiasikan dengan makanan mewah karena penyajiannya yang eksklusif dan penggunaan bahan premium seperti ikan segar berkualitas tinggi dan truffle.

Meskipun sekarang sushi identik dengan makanan mahal, pada awalnya sushi adalah makanan rakyat yang terjangkau dan praktis. Perubahan zaman, teknologi, dan permintaan pasar menjadikannya makanan eksklusif yang kini dinikmati di restoran kelas atas. Namun, jejak sejarahnya tetap menunjukkan bahwa sushi dulunya adalah hidangan sederhana yang lahir dari kreativitas masyarakat biasa.

Baca juga artikel lainnya :

khinkali pangsit khas georgia yang tidak boleh dimakan habis