Susu Kedelai untuk Pria: Benarkah Bisa Cegah Kanker Prostat hingga Rambut Rontok?

Susu kedelai untuk pria ternyata menyimpan banyak manfaat, mulai dari mendukung kesehatan prostat, menjaga jantung, hingga membantu massa otot. Simak fakta ilmiahnya di sini.

Feb 23, 2026 - 00:31
 0  1
Susu Kedelai untuk Pria: Benarkah Bisa Cegah Kanker Prostat hingga Rambut Rontok?
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Selama ini susu kedelai kerap dicap sebagai “minuman wanita” karena kandungan fitoestrogen di dalamnya. Banyak pria ragu mengonsumsinya karena takut dianggap kurang maskulin atau khawatir memengaruhi hormon. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam dunia gizi modern, susu kedelai justru dikenal sebagai sumber protein nabati berkualitas yang bermanfaat bagi kesehatan pria, jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Segelas susu kedelai sekitar 250 ml umumnya mengandung kurang lebih 7–8 gram protein, lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral penting. Kandungan ini membuatnya layak dipertimbangkan sebagai bagian dari pola makan seimbang, termasuk bagi pria aktif.

Isoflavon dan Kesehatan Prostat

Salah satu alasan susu kedelai sering dikaitkan dengan kesehatan pria adalah kandungan isoflavon, senyawa alami yang termasuk golongan fitoestrogen. Meski disebut “mirip estrogen”, efeknya dalam tubuh manusia jauh lebih lemah dibanding hormon estrogen asli. Pada pria, isoflavon tidak otomatis meningkatkan kadar hormon wanita atau menurunkan testosteron secara signifikan bila dikonsumsi dalam batas normal.

Sejumlah penelitian observasional menunjukkan bahwa konsumsi kedelai secara rutin dalam pola makan tradisional Asia berkaitan dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah. Isoflavon diduga memiliki sifat antioksidan dan antikarsinogenik yang membantu menghambat pertumbuhan sel abnormal. Namun, penting dipahami bahwa susu kedelai bukan obat atau jaminan pencegahan kanker. Ia berperan sebagai bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan, bukan solusi tunggal.

Dukungan untuk Massa Otot dan Stamina

Bagi pria yang rutin berolahraga, asupan protein sangat penting untuk pemulihan dan pembentukan massa otot. Protein dalam susu kedelai termasuk protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Meskipun kandungan proteinnya tidak setinggi whey protein, susu kedelai tetap efektif sebagai sumber protein tambahan, terutama bagi yang mengurangi konsumsi produk hewani.

Selain protein, susu kedelai juga mengandung karbohidrat dan lemak sehat yang dapat menjadi sumber energi. Kandungan kalori sekitar 100–130 kkal per gelas relatif moderat sehingga cocok untuk menjaga keseimbangan energi tanpa berlebihan.

Rambut dan Kesehatan Kulit Kepala

Isu kebotakan pada pria sering dikaitkan dengan hormon dihidrotestosteron (DHT) dan faktor genetik. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa susu kedelai secara langsung mencegah kebotakan. Namun, kandungan protein, zat besi, folat, dan vitamin dalam susu kedelai berperan dalam mendukung kesehatan folikel rambut secara umum.

Artinya, susu kedelai dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung pertumbuhan rambut, tetapi bukan terapi khusus untuk mengatasi kebotakan androgenetik. Untuk masalah rambut serius, konsultasi medis tetap menjadi langkah terbaik.

Jantung Lebih Sehat dan Kolesterol Terkontrol

Manfaat lain yang lebih konsisten didukung penelitian adalah dampaknya terhadap kesehatan jantung. Protein kedelai diketahui dapat membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol “jahat” jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Kandungan lemak tak jenuh dan kalium dalam susu kedelai juga berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Bagi pria yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, mengganti sebagian konsumsi susu tinggi lemak dengan susu kedelai tanpa gula tambahan bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Tidur dan Keseimbangan Emosi

Susu kedelai mengandung triptofan, asam amino yang berperan dalam produksi serotonin dan melatonin, dua hormon yang berkaitan dengan suasana hati dan kualitas tidur. Ditambah kandungan magnesium, minuman ini dapat membantu tubuh lebih rileks, terutama jika dikonsumsi hangat sebelum tidur.

Meski efeknya tidak instan seperti obat tidur, dukungan nutrisi ini tetap bermanfaat untuk menjaga ritme istirahat yang sehat.

Tetap Bijak Mengonsumsi

Walaupun memiliki banyak manfaat potensial, konsumsi susu kedelai sebaiknya tetap dalam batas wajar, misalnya satu hingga dua gelas per hari. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung pada sebagian orang. Bagi penderita gangguan tiroid atau yang sedang menjalani terapi hormon tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi produk kedelai.

Yang terpenting, kesehatan pria tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Susu kedelai bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang bersama sayuran, buah, protein lain, serta olahraga teratur.

Jadi, anggapan bahwa susu kedelai hanya untuk wanita sudah saatnya ditinggalkan. Dengan pemahaman yang tepat dan konsumsi yang bijak, susu kedelai justru bisa menjadi pilihan nutrisi cerdas bagi pria yang ingin menjaga tubuh tetap kuat, bugar, dan sehat dalam jangka panjang.**DS

Baca juga artikel lainnya :

berbagai-macam-susu-nabati-dan-manfaat-kesehatannya