Desa Bone-Bone, Kampung Tanpa Rokok yang Mengubah Arah Hidup Warganya
Desa Bone-Bone di Indonesia sepakat berhenti merokok total. Tak ada penjualan rokok, tamu wajib patuh, dan uang rokok dialihkan untuk pendidikan serta usaha warga.
Eksplora.id - Di tengah budaya merokok yang masih kuat di banyak wilayah Indonesia, sebuah desa kecil mengambil langkah yang tergolong radikal. Desa Bone-Bone sepakat untuk berhenti merokok secara total. Tidak ada toleransi setengah-setengah.
Di desa ini, tidak ada yang menjual rokok, tidak ada yang merokok, dan bahkan tamu yang datang pun wajib menghormati aturan tersebut. Siapa pun yang masuk ke wilayah desa harus mengikuti kesepakatan bersama: Bone-Bone adalah kawasan tanpa asap rokok.
Keputusan ini bukan datang dari larangan sepihak pemerintah, melainkan dari kesadaran kolektif seluruh warga desa.
Dari Rokok ke Masa Depan
Salah satu dampak paling terasa dari kebijakan ini adalah perubahan cara warga mengelola keuangan. Uang yang sebelumnya rutin dihabiskan untuk membeli rokok kini dialihkan ke hal-hal yang lebih produktif.
Warga menggunakan dana tersebut untuk biaya sekolah anak, tabungan keluarga, hingga modal usaha kecil seperti warung, kebun, dan ternak rumahan.
Perubahan ini memang tidak terjadi dalam semalam. Namun, pelan-pelan roda ekonomi desa mulai bergerak lebih sehat. Pengeluaran konsumtif berkurang, sementara investasi pada masa depan meningkat.
Udara Bersih dan Anak yang Lebih Sehat
Selain ekonomi, dampak kesehatan menjadi manfaat yang paling nyata. Tanpa asap rokok, kualitas udara di lingkungan desa jauh lebih bersih. Anak-anak tumbuh tanpa paparan asap rokok di rumah maupun ruang publik.
Warga mengaku angka keluhan batuk, sesak napas, dan gangguan kesehatan lainnya menurun. Lingkungan desa menjadi lebih nyaman, terutama bagi lansia dan anak-anak.
Bone-Bone menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari fasilitas mahal, tetapi bisa berawal dari perubahan kebiasaan bersama.
Tamu Wajib Menghormati Aturan
Menariknya, aturan tanpa rokok ini tidak hanya berlaku bagi warga, tetapi juga bagi tamu. Siapa pun yang datang—kerabat, pedagang, atau pengunjung dari luar desa—harus mematuhi kesepakatan tersebut.
Aturan ini dijalankan tanpa konflik besar karena disampaikan secara terbuka dan konsisten. Bagi warga Bone-Bone, menjaga kesehatan bersama lebih penting daripada kenyamanan sesaat.
Perubahan Besar dari Kampung Kecil
Apa yang terjadi di Desa Bone-Bone membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari kota besar atau kebijakan nasional. Satu kampung yang kompak, satu kesepakatan yang dijaga bersama, bisa menghasilkan dampak nyata.
Bone-Bone menjadi contoh bahwa budaya merokok bukan sesuatu yang mustahil diubah, selama ada kesadaran kolektif, kepemimpinan lokal, dan tujuan bersama yang jelas.
Bisa Ditiru Desa Lain?
Pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah desa lain bisa mengikuti jejak Bone-Bone?
Tantangannya tentu tidak kecil. Kebiasaan merokok telah mengakar kuat secara sosial dan budaya. Namun, pengalaman Bone-Bone menunjukkan bahwa ketika manfaat ekonomi, kesehatan, dan masa depan anak-anak dirasakan langsung, resistensi perlahan bisa berubah menjadi dukungan.
Desa Bone-Bone bukan hanya kampung tanpa rokok. Ia adalah simbol bahwa perubahan gaya hidup sehat bisa dimulai dari tingkat paling dasar: kesepakatan warga untuk saling menjaga.**DS
Baca juga artikel lainnya :

