Untuk Pertama Kalinya, Azan Menggema di Old Trafford Saat Ramadan 1447 H

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, azan berkumandang di Old Trafford saat Ramadan 1447 H. Momen bersejarah ini terjadi dalam acara iftar MUMSC bersama Manchester United pada 24 Februari 2025.

Feb 25, 2026 - 17:15
 0  6
Untuk Pertama Kalinya, Azan Menggema di Old Trafford Saat Ramadan 1447 H
sumber foto : gg

Eksplora.id - Stadion Old Trafford, markas Manchester United, mencatat sejarah baru pada Ramadan 1447 Hijriah. Untuk pertama kalinya, lantunan azan menggema di dalam stadion ikonik tersebut. Suara azan terdengar khidmat di Stretford End pada Selasa (24/2/2025) waktu setempat, menghadirkan suasana yang sangat berbeda dari biasanya.

Tribune yang identik dengan sorak-sorai suporter dan nyanyian penuh semangat berubah menjadi ruang doa dan refleksi. Malam itu, Old Trafford tidak hanya menjadi panggung sepak bola, tetapi juga saksi kebersamaan spiritual komunitas Muslim.

Momen Bersejarah di Markas Setan Merah

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara buka puasa bersama yang diinisiasi oleh Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) bekerja sama dengan pihak klub. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Manchester United dalam mendukung keberagaman latar belakang para penggemarnya.

Qari sekaligus imam ternama, Ibrahim (Ibi) Idris, didatangkan khusus untuk memimpin rangkaian ibadah. Ia membacakan ayat suci Al-Qur’an, kemudian mengumandangkan azan Maghrib sebagai penanda waktu berbuka puasa. Suara azan yang mengalun di dalam stadion berkapasitas lebih dari 70 ribu penonton itu menjadi simbol kuat inklusivitas di dunia sepak bola modern.

Unggahan akun resmi komunitas @manutdmuslims pun menegaskan momen tersebut dengan caption, “Manchester United x MUMSC Iftar 2026. Adhan at Old Trafford for the first time ever. Alhamdulillah.” Kalimat singkat itu menggambarkan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas sejarah yang tercipta.

Dari Sorak Suporter Menjadi Ruang Refleksi

Stretford End selama ini dikenal sebagai jantung atmosfer Old Trafford. Di sanalah nyanyian dan dukungan paling lantang bagi Setan Merah biasa terdengar. Namun pada malam Ramadan itu, suasana berubah total.

Alih-alih gemuruh pertandingan, yang terdengar justru lantunan azan yang syahdu. Perubahan suasana tersebut menghadirkan dimensi baru bagi stadion legendaris ini—bahwa ruang olahraga juga bisa menjadi ruang spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Bagi para anggota MUMSC, momen tersebut tentu memiliki makna emosional yang mendalam. Mereka tidak hanya menjadi suporter klub kebanggaan, tetapi juga dapat menjalankan ibadah di tempat yang selama ini menjadi simbol identitas sepak bola mereka.

Simbol Dukungan terhadap Keberagaman

Manchester United sebelumnya telah beberapa kali bekerja sama dengan MUMSC dalam penyelenggaraan iftar dan salat berjamaah di stadion. Namun, pengumandangan azan untuk pertama kalinya di Old Trafford menjadi tonggak yang sangat signifikan.

Langkah ini mencerminkan wajah sepak bola Inggris yang semakin inklusif dan terbuka terhadap keberagaman agama serta budaya. Dengan jutaan penggemar Muslim di seluruh dunia, Manchester United menunjukkan bahwa identitas klub global tidak bisa dipisahkan dari keberagaman komunitasnya.

Ramadan 1447 H pun menjadi momen bersejarah bukan hanya bagi MUMSC, tetapi juga bagi Old Trafford itu sendiri. Dari stadion yang identik dengan rivalitas dan adrenalin, kini tercatat sebagai tempat di mana azan pernah menggema untuk pertama kalinya.

Malam itu, sejarah tidak ditulis lewat gol atau trofi, melainkan lewat lantunan panggilan ibadah yang menyatukan banyak hati dalam satu ruang yang sama.**DS

Baca juga artikel lainnya :

aston-villa-tumbangkan-manchester-city-kekalahan-mengejutkan-untuk-the-citizens-di-liga-inggris-2025