Salat Tarawih di Times Square: Ribuan Muslim Ramaikan Jantung Kota New York

Ribuan umat Muslim menggelar salat Tarawih berjamaah di Times Square, New York, pada Jumat, 20 Februari 2026, sekaligus membagikan 2.000 porsi buka puasa gratis sebagai simbol kebersamaan dan keberagaman.

Feb 23, 2026 - 00:27
 0  2
Salat Tarawih di Times Square: Ribuan Muslim Ramaikan Jantung Kota New York
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Gemerlap layar LED raksasa, lalu lintas manusia dari berbagai penjuru dunia, dan hiruk-pikuk khas Manhattan mendadak berubah suasana ketika lantunan takbir dan ayat suci Al-Qur’an menggema di Times Square, New York. Jumat, (20/02/2026), ribuan umat Muslim berkumpul di salah satu titik paling ikonik di dunia itu untuk menunaikan salat Tarawih berjamaah dalam rangka bulan suci Ramadan.

Momen tersebut bukan sekadar ibadah malam hari, melainkan peristiwa yang sarat makna. Di ruang publik yang menjadi simbol globalisasi dan kebebasan berekspresi, umat Muslim menunjukkan identitas spiritual mereka dengan damai, terbuka, dan penuh kebersamaan.

Ribuan Jamaah, Satu Saf di Jantung Manhattan

Sejak menjelang waktu berbuka, jamaah mulai berdatangan. Mereka berasal dari beragam latar belakang: warga keturunan Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, hingga Muslim Amerika yang lahir dan besar di Negeri Paman Sam. Tak sedikit pula wisatawan yang berhenti sejenak untuk menyaksikan suasana yang tak biasa tersebut.

Ketika waktu Magrib tiba, panitia membagikan sekitar 2.000 porsi buka puasa gratis kepada jamaah dan masyarakat sekitar. Paket makanan sederhana itu menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi yang menjadi inti Ramadan. Di tengah gedung-gedung pencakar langit dan pusat periklanan dunia, tradisi berbagi takjil terasa begitu kontras namun indah.

Usai berbuka dan menunaikan salat Magrib serta Isya, jamaah membentuk saf-saf panjang untuk melaksanakan salat Tarawih. Lantunan imam menggema, sementara di sekelilingnya papan reklame digital tetap memutar iklan komersial. Dua dunia seolah berdampingan: dunia spiritual dan dunia modern yang serba cepat.

Simbol Kebebasan Beragama di Ruang Publik

Pelaksanaan salat Tarawih di Times Square bukan kali pertama terjadi, namun setiap tahunnya tetap menyita perhatian publik. Banyak yang memandangnya sebagai simbol kuat kebebasan beragama dan keberagaman di Amerika Serikat.

New York dikenal sebagai kota multikultural dengan komunitas Muslim yang cukup besar. Kehadiran mereka di ruang publik utama seperti Times Square menunjukkan bahwa identitas keagamaan dapat hidup berdampingan dengan dinamika kota global.

Acara ini juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat luas. Banyak pejalan kaki dan turis yang bertanya, mengambil gambar, atau sekadar menyaksikan dengan rasa ingin tahu. Interaksi tersebut membuka percakapan tentang Ramadan, puasa, dan makna Tarawih bagi umat Islam.

Ramadan sebagai Momentum Kebersamaan

Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda, bahkan di kota sebesar New York. Selain ibadah puasa dan Tarawih, kegiatan sosial seperti pembagian makanan gratis menjadi bagian tak terpisahkan.

Panitia kegiatan menekankan bahwa tujuan utama acara ini adalah mempererat ukhuwah serta menunjukkan nilai Islam yang damai dan inklusif. Dengan membagikan 2.000 porsi buka puasa gratis, mereka ingin memastikan siapa pun yang hadir—tanpa memandang latar belakang—dapat merasakan kebersamaan.

Bagi sebagian jamaah, pengalaman salat di ruang terbuka seperti Times Square menghadirkan rasa haru tersendiri. Beribadah di tempat yang biasanya identik dengan hiburan, bisnis, dan wisata menjadi pengingat bahwa spiritualitas bisa hadir di mana saja.

Wajah Islam di Panggung Dunia

Di tengah berbagai isu global dan stereotip yang kerap muncul, momen seperti ini memberi gambaran berbeda tentang komunitas Muslim. Salat Tarawih berjamaah di Times Square pada Jumat, 20 Februari 2026, menunjukkan wajah Islam yang penuh kedamaian, solidaritas, dan keterbukaan.

Bagi umat Muslim yang hadir, malam itu bukan hanya tentang menunaikan ibadah, tetapi juga tentang menunjukkan eksistensi dan kontribusi mereka sebagai bagian dari masyarakat luas. Sementara bagi dunia, pemandangan ribuan orang bersujud di bawah cahaya neon Times Square menjadi gambaran kuat tentang keberagaman yang hidup berdampingan.

Di jantung kota yang tak pernah tidur, Ramadan tetap menemukan ruangnya. Dan di antara gemerlap cahaya Manhattan, doa-doa pun melangit, menyatukan ribuan hati dalam satu arah yang sama.**DS

Baca juga artikel lainnya :

zohran-mamdani-dan-wajah-baru-kepemimpinan-minoritas-di-amerika-serikat