Siomay Ikan Sapu-Sapu Viral, Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Siomay ikan sapu-sapu viral di media sosial. Apakah aman dikonsumsi? Simak penjelasan tentang risiko logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium pada ikan dari perairan tercemar serta pentingnya mengetahui asal bahan makanan.

Feb 24, 2026 - 23:41
 0  1
Siomay Ikan Sapu-Sapu Viral, Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya
sumber foto : gg

Eksplora.id - Belakangan ini, siomay berbahan dasar ikan sapu-sapu kembali ramai diperbincangkan. Sebagian orang menganggapnya inovasi kuliner unik dan murah meriah. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan keamanannya. Pasalnya, ikan sapu-sapu dikenal mampu hidup di perairan tercemar, termasuk sungai perkotaan yang terpapar limbah.

Lalu, sebenarnya aman atau tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu? Jawabannya sangat bergantung pada asal lingkungan hidup ikan tersebut.


Mengenal Ikan Sapu-Sapu dan Habitatnya

Ikan sapu-sapu (plecostomus atau pleco) awalnya bukan ikan konsumsi. Ia dikenal sebagai ikan pembersih akuarium karena kebiasaannya memakan lumut dan sisa organik. Namun, di Indonesia, ikan ini berkembang biak secara liar di sungai-sungai.

Yang menjadi perhatian adalah kemampuannya bertahan di lingkungan dengan kualitas air rendah. Ikan sapu-sapu dapat hidup di perairan yang tercemar limbah rumah tangga, limbah industri, bahkan logam berat.

Kemampuan bertahan ini bukan berarti ikan tersebut “kebal” terhadap pencemaran. Sebaliknya, ia justru bisa menjadi penyerap zat berbahaya dari lingkungannya.


Bahaya Logam Berat: Timbal, Merkuri, dan Kadmium

Salah satu risiko terbesar dari ikan yang hidup di perairan tercemar adalah akumulasi logam berat di dalam tubuhnya. Proses ini dikenal sebagai bioakumulasi.

Beberapa zat berbahaya yang sering ditemukan di perairan tercemar antara lain:

1. Timbal (Pb)

Timbal berasal dari limbah industri, cat, baterai, dan residu bahan bakar. Jika masuk ke tubuh manusia dalam jangka panjang, timbal dapat menyebabkan:

  • Gangguan saraf

  • Penurunan fungsi kognitif

  • Gangguan ginjal

  • Masalah perkembangan pada anak

Timbal bersifat toksik dan dapat menumpuk di tulang serta jaringan tubuh.

2. Merkuri (Hg)

Merkuri sering ditemukan di perairan yang terkontaminasi limbah industri. Zat ini sangat berbahaya bagi sistem saraf dan dapat menyebabkan:

  • Gangguan koordinasi

  • Kerusakan otak

  • Gangguan penglihatan dan pendengaran

  • Risiko pada ibu hamil dan janin

Merkuri dalam bentuk metilmerkuri sangat mudah terserap melalui konsumsi ikan.

3. Kadmium (Cd)

Kadmium dapat berasal dari limbah logam dan pupuk industri. Jika terakumulasi dalam tubuh, dapat menyebabkan:

  • Kerusakan ginjal

  • Gangguan tulang

  • Risiko kanker dalam paparan jangka panjang


Kenapa Ikan Sapu-Sapu Berisiko?

Ikan sapu-sapu adalah pemakan dasar (bottom feeder). Artinya, ia hidup dan mencari makan di dasar sungai, tempat sedimen dan limbah mengendap. Di sanalah logam berat biasanya terkumpul.

Karena sifatnya yang menyerap dan memakan sisa organik serta partikel di dasar perairan, ikan ini berpotensi membawa zat berbahaya dalam tubuhnya.

Jika ikan tersebut berasal dari sungai yang tercemar dan tidak melalui uji laboratorium keamanan pangan, maka risiko kesehatan tentu meningkat.


Jadi, Apakah Semua Ikan Sapu-Sapu Berbahaya?

Tidak selalu.

Jika ikan dibudidayakan di kolam dengan air bersih, terkontrol, dan bebas limbah, maka risikonya berbeda. Namun, masalahnya adalah transparansi sumber.

Ketika makanan dijual tanpa informasi jelas mengenai asal ikan, konsumen sulit memastikan keamanan produk tersebut.

Di sinilah pentingnya pengawasan pangan dan kesadaran konsumen.


Pentingnya Mengetahui Asal Bahan Sebelum Jajan

Fenomena siomay ikan sapu-sapu sebenarnya membuka diskusi yang lebih luas: Seberapa peduli kita terhadap asal bahan makanan?

Sebagai konsumen, kita berhak mengetahui:

  • Dari mana bahan baku diperoleh

  • Apakah ada uji keamanan pangan

  • Bagaimana proses pengolahannya

Keamanan pangan bukan hanya soal rasa atau harga murah. Paparan logam berat biasanya tidak langsung menimbulkan gejala. Dampaknya bisa muncul dalam jangka panjang setelah akumulasi di dalam tubuh.

Anak-anak, ibu hamil, dan lansia adalah kelompok yang paling rentan terhadap paparan logam berat.


Bijak Memilih, Bukan Sekadar Ikut Viral

Tren kuliner memang menarik untuk dicoba. Namun, kesehatan tetap menjadi prioritas.

Persoalan siomay ikan sapu-sapu bukan pada nama makanannya, melainkan pada keamanan bahan bakunya. Jika sumbernya jelas dan terjamin, tentu berbeda cerita. Tetapi jika diambil dari sungai tercemar tanpa pengujian, maka risiko kesehatan tidak bisa diabaikan.

Sebelum jajan sesuatu yang sedang viral, mungkin kita perlu bertanya sederhana:

Apakah ini aman untuk tubuh saya dalam jangka panjang?

Karena pada akhirnya, keputusan memilih makanan adalah investasi untuk kesehatan kita sendiri.**DS

Baca juga artikel lainnya :

fakta-gelap-ikan-tongkol-tak-bisa-berhenti-berenang-dan-bahaya-racun-histamin-yang-tak-terlihat