Unko Museum Tokyo: Museum “Kotor” yang Justru Bikin Ketawa
Unko Museum Tokyo di DiverCity Tokyo Plaza, Odaiba, menghadirkan pengalaman museum unik bertema pop art kotoran. Harga tiket dewasa sekitar ¥2.000–¥2.200. Simak ulasan lengkapnya di sini.
Eksplora.id - Kalau biasanya museum identik dengan suasana serius dan penuh sejarah, Unko Museum Tokyo justru datang dengan konsep yang sama sekali berbeda. Bertempat di DiverCity Tokyo Plaza, Odaiba, Tokyo, museum ini menjadikan sesuatu yang dianggap tabu dan “jorok” sebagai pusat kreativitas: kotoran.
Terdengar aneh? Justru di situlah daya tariknya. Unko Museum bukan sekadar ruang pamer, melainkan pengalaman hiburan interaktif yang penuh warna, humor, dan kejutan visual.
Museum dengan Konsep Anti-Mainstream
“Unko” dalam bahasa Jepang berarti kotoran. Namun di tangan kreator museum ini, tema tersebut diubah menjadi karya seni pop yang lucu dan estetik. Pengunjung tidak akan menemukan bau tak sedap atau suasana menjijikkan. Sebaliknya, yang ada adalah ruangan penuh warna pastel, instalasi interaktif, dan spot foto yang Instagramable.
Konsepnya sederhana tapi jenius: mengubah sesuatu yang dianggap tabu menjadi pengalaman menyenangkan. Ini juga menjadi refleksi budaya pop Jepang yang berani mengeksplorasi ide-ide unik tanpa batas.
Lokasi Strategis di Odaiba
Unko Museum berlokasi di DiverCity Tokyo Plaza, salah satu pusat perbelanjaan populer di kawasan Odaiba, Tokyo. Kawasan ini memang dikenal sebagai pusat hiburan modern dengan berbagai atraksi futuristik, pusat belanja, dan pemandangan Teluk Tokyo yang indah.
Dengan lokasi yang mudah diakses menggunakan transportasi umum, museum ini menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mencari pengalaman berbeda di Tokyo.
Harga Tiket dan Pengalaman yang Ditawarkan
Harga tiket dewasa untuk masuk ke Unko Museum Tokyo berkisar antara ¥2.000 hingga ¥2.200, tergantung waktu kunjungan dan sistem pemesanan. Tiket bisa dibeli langsung di lokasi atau melalui pemesanan online untuk menghindari antrean panjang, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Begitu masuk, pengunjung akan disambut dengan berbagai zona tematik, mulai dari ruang interaktif, permainan digital, hingga instalasi seni berbentuk karakter kotoran berwarna-warni. Ada juga area di mana pengunjung bisa “menciptakan” unko versi mereka sendiri sebagai bagian dari pengalaman unik museum ini.
Semua dirancang untuk menjadi pengalaman visual sekaligus hiburan keluarga.
Kenapa Museum Ini Viral?
Unko Museum Tokyo menjadi viral karena keberaniannya menghadirkan konsep yang tidak biasa. Di era media sosial, tempat-tempat yang unik dan berbeda memang lebih mudah menarik perhatian.
Spot-spot foto di dalam museum dirancang dengan pencahayaan dan warna yang mencolok, membuat hasil foto terlihat menarik tanpa perlu banyak editing. Tak heran jika banyak pengunjung datang bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk mengabadikan momen.
Selain itu, museum ini juga membawa pesan bahwa kreativitas bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal yang paling sederhana dan sering dihindari orang.
Lebih dari Sekadar Gimmick
Meski terdengar seperti gimmick semata, Unko Museum sebenarnya mencerminkan bagaimana Jepang mampu mengemas hiburan dengan pendekatan kreatif dan berani. Tema yang dianggap tabu di banyak negara bisa diolah menjadi produk budaya pop yang menghibur tanpa melanggar batas kesopanan.
Ini juga menjadi contoh bagaimana industri kreatif dapat mengubah perspektif publik terhadap sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.
Worth It untuk Dikunjungi?
Bagi kamu yang mencari pengalaman wisata unik di Tokyo, Unko Museum layak masuk daftar kunjungan. Dengan harga tiket sekitar ¥2.000–¥2.200, kamu mendapatkan pengalaman interaktif yang sulit ditemukan di tempat lain.
Museum ini cocok untuk wisatawan muda, keluarga, maupun siapa saja yang ingin merasakan sisi playful dari budaya Jepang modern.
Jadi, kalau berkunjung ke Odaiba dan melihat papan bertuliskan “Unko Museum”, jangan langsung mengernyit. Siapa tahu, di balik nama yang nyeleneh itu, kamu justru menemukan pengalaman paling berwarna selama di Tokyo.**DS
Baca juga artikel lainnya :
museum-eksekusianomali-rusia-fakta-sejarah-kelam-dan-fenomena-dark-tourism

