Gili Iyang, Pulau dengan Oksigen Tertinggi di Indonesia
Gili Iyang di Sumenep, Madura, dikenal memiliki kadar oksigen hingga 21,5 persen dan disebut sebagai salah satu yang tertinggi di dunia. Benarkah bisa bikin awet muda? Simak faktanya di sini.
Eksplora.id - Ingin tahu nggak? Ada pulau ajaib di Indonesia yang disebut-sebut punya udara super bersih hingga bisa bikin penghuninya awet muda dan panjang umur. Kedengarannya seperti cerita dongeng, ya? Tapi ini nyata. Kenalkan, Gili Iyang, pulau eksotis yang berada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pulau kecil ini bukan sekadar destinasi wisata biasa. Gili Iyang dikenal memiliki kadar oksigen sangat tinggi, bahkan disebut sebagai salah satu yang tertinggi di dunia.
Di Mana Letak Gili Iyang?
Gili Iyang terletak di sebelah timur Pulau Madura dan secara administratif masuk wilayah Kabupaten Sumenep. Untuk menuju ke sana, pengunjung biasanya menyeberang menggunakan perahu dari Pelabuhan Dungkek.
Pulau ini dihuni oleh masyarakat yang hidup sederhana, jauh dari polusi industri dan hiruk-pikuk perkotaan. Lingkungannya masih alami, dengan pepohonan rindang dan udara yang terasa segar sejak pertama kali menginjakkan kaki.
Kadar Oksigen 21,5 Persen, Apa Artinya?
Gili Iyang sering disebut memiliki kadar oksigen sekitar 21,5 persen, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata kadar oksigen di atmosfer bumi yang berada di kisaran 20,9 persen.
Secara ilmiah, perbedaan angka ini memang terlihat kecil. Namun, kondisi lingkungan yang minim polusi, vegetasi alami, serta sirkulasi udara laut yang stabil membuat kualitas udara di pulau ini terasa jauh lebih bersih dan menyehatkan.
Beberapa pengukuran yang pernah dilakukan oleh peneliti dan pemerintah daerah menyebutkan bahwa Gili Iyang termasuk kawasan dengan kadar oksigen sangat baik, bahkan pernah diklaim sebagai yang tertinggi kedua setelah wilayah di Yordania.
Benarkah Bisa Bikin Awet Muda dan Panjang Umur?
Inilah bagian yang paling menarik.
Gili Iyang dikenal sebagai “pulau dengan banyak lansia sehat.” Banyak warga setempat yang hidup hingga usia 80–90 tahun dalam kondisi fisik yang relatif bugar. Hal ini sering dikaitkan dengan:
-
Kualitas udara yang bersih
-
Pola makan tradisional alami
-
Aktivitas fisik harian (bertani, berjalan kaki)
-
Minim stres kehidupan modern
Namun, penting dipahami bahwa umur panjang tidak hanya dipengaruhi oleh kadar oksigen semata. Faktor genetik, pola makan, gaya hidup, dan dukungan sosial juga berperan besar.
Udara bersih memang membantu meningkatkan kualitas pernapasan dan kesehatan jantung, tetapi klaim “bikin awet muda” sebaiknya dipahami sebagai bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Wisata Sehat yang Mulai Dilirik
Karena keunikannya, Gili Iyang mulai dikenal sebagai destinasi wisata kesehatan (health tourism). Banyak wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati pantai, tetapi juga untuk merasakan langsung sensasi udara bersih yang jarang ditemukan di kota besar.
Aktivitas yang bisa dilakukan di sini antara lain:
-
Trekking ringan menikmati suasana desa
-
Mengunjungi gua alami
-
Bersantai di tepi pantai
-
Berinteraksi dengan warga lokal
Pulau ini cocok untuk kamu yang ingin “detoks digital” dan menjauh sejenak dari polusi udara maupun polusi pikiran.
Potensi dan Tantangan
Popularitas Gili Iyang membawa dua sisi. Di satu sisi, ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata. Di sisi lain, pengelolaan yang kurang bijak justru bisa mengancam kualitas lingkungan yang menjadi daya tarik utama pulau tersebut.
Karena itu, konsep wisata berkelanjutan sangat penting agar Gili Iyang tetap terjaga keasriannya.
Jadi, Worth It untuk Dikunjungi?
Kalau kamu mencari tempat dengan udara bersih, suasana tenang, dan pengalaman berbeda dari wisata mainstream, Gili Iyang layak masuk bucket list.
Mungkin bukan “pulau ajaib” dalam arti harfiah. Tapi dalam dunia yang penuh polusi dan tekanan, menemukan tempat dengan udara segar alami saja sudah terasa seperti keajaiban.
Siapa tahu, bukan cuma paru-paru yang jadi lebih sehat—pikiran pun ikut terasa lebih ringan.**DS
Baca juga artikel lainnya :
pulau-onrust-dari-persinggahan-kapal-hingga-saksi-kelam-penjara-dan-kekerasan-kolonial

