Kisah Sukses Aldi, Owner Akia Trans Tour & Travel Lampung
Bisnis rental mobil dan travel menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan, terutama di daerah dengan mobilitas tinggi dan akses transportasi yang terbatas.

Eksplora.id - Bisnis rental mobil dan travel menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan, terutama di daerah dengan mobilitas tinggi dan akses transportasi yang terbatas. Aldi, pemilik Akia Trans Tour & Travel Lampung, adalah contoh nyata bagaimana bisnis ini bisa berkembang dari nol hingga sukses.
Dari Kepedulian ke Peluang Bisnis
Aldi memulai bisnis transportasi ini 18 tahun yang lalu, bukan karena niat awal untuk berwirausaha, tetapi lebih karena kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Sebagai keluarga transmigran dari Yogyakarta ke Lampung, ia melihat kesulitan orang-orang dalam bepergian akibat minimnya transportasi di daerah tersebut. Pada saat itu, hanya ada DAMRI yang melayani rute perjalanan antar kota, sehingga masyarakat kesulitan untuk hilir mudik ke kampung halaman mereka.
Dengan modal awal sebuah mobil Kijang LGX, Aldi mulai membantu orang-orang yang membutuhkan transportasi. Perlahan, ia menjalin kerja sama dengan agen bus yang melayani rute Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti Rosalia pada tahun 1998. Keterbatasan transportasi menciptakan peluang besar bagi bisnis travel yang lebih fleksibel dan nyaman bagi pelanggan.
Fokus pada Pelayanan
Saat pertama kali beroperasi, Aldi hanya memiliki satu unit kendaraan. Keinginan untuk ekspansi muncul, tetapi ia menyadari bahwa bisnis transportasi tidak hanya tentang menambah jumlah kendaraan, melainkan juga memastikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Oleh karena itu, ia lebih memilih untuk memantapkan sistem pelayanan sebelum menambah armada.
Pada tahun 2017, Akia Trans akhirnya menambah dua unit Suzuki APV untuk memperluas layanan. Dua tahun kemudian, jumlah armada bertambah lagi, hingga pada tahun 2025 telah memiliki sembilan unit kendaraan.
Strategi Bisnis: Menyesuaikan dengan Permintaan Pasar
Salah satu kunci sukses Akia Trans adalah fleksibilitas dalam menentukan trayek perjalanan. Alih-alih mengikuti rute tetap, penentuan jalur dilakukan berdasarkan permintaan pelanggan di lapangan. Dengan cara ini, Akia Trans dapat lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan penumpang dan menyesuaikan layanan dengan perkembangan pasar.
Untuk penentuan harga, Akia Trans mengikuti kebijakan Dinas Perhubungan yang didasarkan pada jarak tempuh dalam kilometer. Harga juga dipengaruhi oleh faktor operasional, seperti biaya bahan bakar dan kondisi kendaraan.
Model Operasional: Kemitraan dan Sistem Driver
Akia Trans melayani jalur Jakarta-Bandung dan Palembang dengan sistem kemitraan. Sementara itu, sistem kerja driver dibagi menjadi dua skema utama:
- Regular dengan sistem persentase, di mana driver mendapatkan komisi dari jumlah penumpang yang diangkut.
- Rental harian, di mana kendaraan disewakan dengan tarif tertentu.
Tantangan dan Komitmen dalam Pelayanan
Dalam dunia bisnis, tidak selamanya mendapatkan keuntungan. Namun, bagi Aldi, pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Bahkan jika hanya ada satu atau dua penumpang, kendaraan tetap beroperasi agar pelanggan tidak merasa ditinggalkan.
“Kita jangan sampai membuat penumpang berpikir tidak jadi berangkat karena tidak ada penumpang lain,” ujar Aldi. Komitmen inilah yang membuat pelanggan tetap percaya dan loyal terhadap Akia Trans.
Kisah Aldi dalam membangun Akia Trans Tour & Travel menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis rental mobil atau travel. Dengan modal awal yang sederhana, strategi pemasaran yang tepat, dan pelayanan yang konsisten, bisnis ini dapat berkembang pesat. Jika Anda ingin memulai bisnis serupa, pastikan untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pasar dan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan.
Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat menonton video perjalanan bisnis Aldi di channel YouTube Kepompong, channel yang membahas tentang kisah inspiratif seputar ekonomi dan bisnis.
https://www.youtube.com/watch?v=YpWO_EKGVlQ&t=963s
Baca juga artikel lainnya :
iyus pemuda indonesia pertama yang memegang lisensi sopir bus di jepang