Sekolah Wajib di Jerman: Bolos Bisa Didenda Hingga 1.000 Euro
Di Jerman, pendidikan adalah kewajiban yang diatur dalam hukum, bukan sekadar pilihan.

Eksplora.id - Di Jerman, pendidikan adalah kewajiban yang diatur dalam hukum, bukan sekadar pilihan. Setiap anak yang tinggal di Jerman harus bersekolah hingga usia tertentu sesuai dengan ketentuan negara bagian (Bundesland). Ketidakhadiran tanpa alasan yang sah dapat berujung pada denda yang besar, bahkan dalam kasus tertentu bisa mencapai 1.000 euro.
Kewajiban Sekolah di Jerman
Wajib belajar di Jerman disebut Schulpflicht dan berlaku untuk semua anak, biasanya dari usia 6 atau 7 tahun hingga sekitar 15 atau 16 tahun, tergantung pada kebijakan masing-masing negara bagian. Setelah menyelesaikan pendidikan wajib (Vollzeitschulpflicht), siswa dapat melanjutkan pendidikan lebih lanjut atau memasuki program pelatihan kejuruan (Berufsschule), yang juga diwajibkan bagi mereka yang tidak langsung bekerja.
Denda Bagi yang Bolos Sekolah
Ketidakhadiran tanpa alasan yang sah dianggap sebagai pelanggaran hukum. Orang tua yang tidak memastikan anak mereka hadir di sekolah dapat dikenai denda yang bervariasi tergantung wilayah:
-
50 hingga 250 euro per hari bagi yang bolos secara rutin.
-
100 hingga 1.000 euro per kasus, yang dihitung berdasarkan tingkat keseriusan pelanggaran.
Denda ini tidak hanya berlaku bagi orang tua tetapi juga dalam beberapa kasus bisa berdampak pada siswa yang lebih tua. Jika ketidakhadiran berlanjut, pihak berwenang bisa mengambil langkah hukum lebih lanjut, termasuk melibatkan pengadilan keluarga atau dinas sosial.
Ketegasan Pengawasan: Bandara dan Pengecekan Data
Untuk memastikan aturan ini dipatuhi, pihak berwenang di Jerman bahkan melakukan pengecekan di bandara. Ini dilakukan terutama menjelang liburan sekolah, ketika beberapa orang tua mencoba mengajak anak bepergian lebih awal atau kembali lebih lambat dari yang diizinkan oleh kalender akademik. Jika ditemukan anak-anak yang bepergian saat seharusnya mereka berada di sekolah, keluarga dapat dikenai denda dan bahkan dipanggil untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapan Anak Diperbolehkan Tidak Masuk Sekolah?
Ada dua alasan utama yang diakui secara hukum untuk ketidakhadiran sekolah:
-
Sakit dengan surat dokter – Jika anak sakit, orang tua harus memberikan surat keterangan dokter sebagai bukti. Untuk beberapa kondisi medis yang lebih serius atau absen lebih dari beberapa hari, pemeriksaan lebih lanjut bisa diminta oleh sekolah.
-
Kematian anggota keluarga dekat – Kehadiran dalam pemakaman keluarga inti diperbolehkan, tetapi orang tua tetap harus memberi tahu sekolah.
Permintaan izin untuk alasan lain seperti perjalanan keluarga, acara keagamaan, atau alasan pribadi sering kali ditolak oleh sekolah, kecuali dalam keadaan luar biasa yang harus mendapatkan persetujuan resmi.
Homeschooling Dilarang di Jerman
Berbeda dengan negara seperti Amerika Serikat atau Inggris yang mengizinkan homeschooling, Jerman secara tegas melarangnya. Homeschooling dianggap tidak sesuai dengan prinsip pendidikan nasional yang menekankan interaksi sosial, kebersamaan, dan pengawasan akademik yang ketat.
Pemerintah Jerman berpendapat bahwa pendidikan formal di sekolah adalah bagian penting dari perkembangan anak, baik dalam aspek akademik maupun sosial. Oleh karena itu, orang tua tidak bisa memilih untuk mendidik anaknya sendiri di rumah. Mereka yang mencoba homeschooling bisa menghadapi denda berat, bahkan dalam beberapa kasus bisa kehilangan hak asuh anak jika dianggap tidak memenuhi kewajiban pendidikan.
Jerman menerapkan aturan ketat terkait kewajiban sekolah, dan pelanggaran bisa berakibat pada denda besar hingga 1.000 euro. Dua alasan yang diperbolehkan untuk tidak masuk sekolah adalah sakit dengan surat dokter dan kematian keluarga dekat. Bahkan ada pengawasan di bandara untuk mencegah anak-anak bolos sekolah karena perjalanan liburan. Selain itu, homeschooling juga dilarang, menegaskan bahwa pendidikan formal di sekolah adalah satu-satunya pilihan yang sah di Jerman.
Aturan ini menunjukkan komitmen Jerman dalam menjamin bahwa setiap anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan tidak ada yang tertinggal dalam sistem pendidikan nasional.
Baca juga artikel lainnya :
sydneys first girls only islamic school tonggak sejarah pendidikan muslim di australia