SariWangi Resmi Berpindah Tangan ke Grup Djarum, Babak Baru Teh Legendaris Indonesia
SariWangi resmi dilepas Unilever ke Grup Djarum senilai Rp1,5 triliun dan ditargetkan rampung Maret 2026. Akuisisi ini menandai babak baru teh legendaris Indonesia di bawah kepemilikan lokal.
Eksplora.id - Kejutan besar datang dari dunia bisnis nasional di awal tahun ini. Teh celup legendaris SariWangi resmi dilepas oleh PT Unilever Indonesia Tbk kepada Grup Djarum dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 triliun. Akuisisi ini sekaligus menandai kembalinya salah satu merek teh paling ikonik di Indonesia ke tangan perusahaan lokal setelah puluhan tahun berada di bawah korporasi multinasional.
Transaksi tersebut dilakukan melalui PT Savoria Kreasi Rasa, perusahaan yang berada di bawah naungan Djarum Group. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), proses jual beli ini ditargetkan rampung pada 2 Maret 2026, dengan nilai pasar aset SariWangi tercatat sebesar Rp1,48 triliun.
Teh Legendaris Sejak 1973
SariWangi bukan sekadar merek teh. Sejak pertama kali hadir pada 1973, SariWangi telah menjadi bagian dari rutinitas jutaan keluarga Indonesia. Dari meja makan hingga ruang tamu, dari obrolan santai hingga momen kebersamaan, teh SariWangi tumbuh menjadi simbol kehangatan rumah tangga.
Selama puluhan tahun, SariWangi juga dikenal sebagai pemimpin pasar teh celup di Tanah Air. Brand ini berhasil mempertahankan posisinya di tengah gempuran merek-merek baru, baik lokal maupun internasional, berkat konsistensi rasa dan distribusi yang luas.
Alasan Unilever Melepas SariWangi
Meski tergolong stabil, kontribusi bisnis teh terhadap kinerja Unilever Indonesia dinilai relatif kecil. Berdasarkan data perseroan, SariWangi diperkirakan hanya menyumbang sekitar 3,1% terhadap laba bersih dan sekitar 2,7% terhadap pendapatan usaha Unilever.
Keputusan melepas SariWangi dinilai sebagai langkah strategis Unilever untuk memfokuskan sumber daya pada unit bisnis lain yang memiliki potensi pertumbuhan lebih agresif secara global. Unilever juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan mengganggu kelangsungan usaha maupun stabilitas operasional perusahaan secara keseluruhan.
Dengan kata lain, ini bukan soal performa buruk, melainkan realokasi fokus bisnis di tengah persaingan industri barang konsumsi yang makin ketat dan dinamis.
Djarum Perluas Dominasi di Industri F&B
Di sisi lain, akuisisi SariWangi menjadi amunisi penting bagi Djarum Group untuk memperluas portofolio bisnisnya di sektor makanan dan minuman. Selama ini, Djarum dikenal luas melalui bisnis tembakau, perbankan, properti, hingga teknologi. Masuknya SariWangi mempertegas langkah Djarum membangun kekuatan di industri FMCG berbasis konsumsi harian.
Dengan jaringan distribusi yang kuat dan kemampuan manajerial yang matang, Djarum dinilai memiliki modal besar untuk membawa SariWangi ke fase pertumbuhan berikutnya, termasuk inovasi produk, efisiensi rantai pasok, hingga ekspansi pasar.
Harapan Konsumen: Inovasi Tanpa Mengorbankan Rasa
Salah satu harapan terbesar publik terhadap kepemilikan baru ini adalah hadirnya inovasi tanpa menghilangkan cita rasa khas yang sudah melekat di lidah konsumen. Bagi banyak orang, rasa SariWangi bukan sekadar soal teh, melainkan memori dan kebiasaan yang terbentuk sejak kecil.
Kepemilikan lokal juga dinilai membuka peluang lebih besar bagi SariWangi untuk beradaptasi dengan selera pasar domestik, termasuk menghadirkan varian baru, kemasan ramah lingkungan, hingga strategi pemasaran yang lebih dekat dengan generasi muda.
Babak Baru Brand Ikonik Indonesia
Perpindahan SariWangi dari Unilever ke Grup Djarum menandai babak baru perjalanan brand legendaris Indonesia. Di tengah tren nasionalisme ekonomi dan penguatan industri lokal, kembalinya SariWangi ke tangan perusahaan dalam negeri dipandang sebagai simbol penting bahwa merek nasional masih punya nilai strategis besar.
Kini, publik menanti: apakah SariWangi di bawah Djarum akan sekadar bertahan sebagai legenda, atau justru bangkit menjadi ikon baru yang relevan dengan zaman?
Satu hal yang pasti, perjalanan SariWangi belum berakhir—ia baru saja memasuki babak baru.**DS
Baca juga artikel lainnya :
teh-cengkeh-rahasia-alami-bikin-napas-segar-dan-tubuh-lebih-sehat

