Abis Makan Durian Kok Disuruh Minum Air dari Kulitnya? Ini Penjelasan di Baliknya

Minum air dari kulit durian setelah makan durian sering dianggap mitos. Ternyata tradisi ini punya penjelasan logis dan masih dipercaya hingga sekarang. Fakta atau sekadar kebiasaan?

Jan 16, 2026 - 00:09
 0  5
Abis Makan Durian Kok Disuruh Minum Air dari Kulitnya? Ini Penjelasan di Baliknya
sumber foto : gg

Eksplora.id - Pernah ngalamin ini? Baru saja selesai makan durian, lalu ada yang nyeletuk, “Minum air dari kulitnya dong, biar nggak panas!” 
Buat sebagian orang, anjuran ini terdengar aneh. Tapi buat yang sering makan durian, terutama di Asia Tenggara, kebiasaan ini justru dianggap wajar dan “wajib”.

Pertanyaannya: ini cuma mitos turun-temurun, atau memang ada alasannya?

Tradisi Lama yang Masih Bertahan

Kebiasaan minum air dari kulit durian sudah lama dikenal di Indonesia, Malaysia, hingga Thailand. Biasanya, kulit durian dibersihkan, diisi air putih, lalu airnya diminum setelah menyantap daging buahnya.

Tradisi ini sering dikaitkan dengan anggapan bahwa durian adalah buah “panas” yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di tubuh, seperti tenggorokan kering, mulut pahit, atau sensasi panas di dada.

Meski terdengar sederhana, praktik ini masih dilakukan hingga sekarang, bahkan oleh generasi muda yang sebenarnya skeptis terhadap mitos.

Kenapa Harus dari Kulit Durian?

Secara kepercayaan tradisional, kulit durian dianggap memiliki sifat yang “menetralkan” efek panas dari daging buahnya. Dengan minum air dari kulit tersebut, tubuh diyakini kembali seimbang.

Dari sisi ilmiah, memang belum ada bukti medis kuat yang menyatakan kulit durian bisa menetralisir efek durian secara langsung. Namun, ada penjelasan logis yang sering luput disadari.

Efek Sebenarnya: Hidrasi dan Psikologis

Durian mengandung kalori, lemak, dan gula yang cukup tinggi. Mengonsumsinya dalam jumlah banyak bisa membuat tubuh terasa “berat” dan haus. Minum air putih setelah makan durian jelas membantu menghidrasi tubuh dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Menggunakan kulit durian sebagai wadah air bisa jadi lebih bersifat simbolis dan psikologis. Sensasi “melakukan ritual” ini memberi sugesti bahwa tubuh akan terasa lebih ringan—dan sugesti itu sering kali benar-benar terasa.

Dengan kata lain, manfaat utamanya kemungkinan bukan dari kulitnya, melainkan dari air putihnya.

Aman atau Tidak Dicoba?

Selama kulit durian bersih dan air yang diminum higienis, kebiasaan ini relatif aman. Namun, tidak ada keharusan medis untuk melakukannya. Jika tidak nyaman atau ragu soal kebersihan, minum air putih biasa tetap memberikan manfaat yang sama.

Yang perlu diingat, rasa “panas” setelah makan durian juga bisa dipengaruhi porsi berlebihan. Jadi, mengatur jumlah konsumsi tetap jadi kunci utama.

Mitos, Tradisi, atau Kearifan Lokal?

Minum air dari kulit durian mungkin tidak sepenuhnya bisa dijelaskan secara ilmiah, tapi ia adalah bagian dari kearifan lokal yang bertahan karena pengalaman kolektif. Tradisi seperti ini menunjukkan bagaimana masyarakat dulu memahami tubuh dan makanan dengan cara mereka sendiri.

Di era modern, kebiasaan ini lebih sering dilakukan sebagai bentuk ikut-ikutan, candaan, atau nostalgia budaya—tanpa harus diyakini secara mutlak.

Kamu Tim Percaya atau Tim Ikut-ikutan?

Apakah kamu termasuk yang selalu mencari kulit durian setelah makan, atau justru menganggapnya sekadar mitos lucu? Apa pun pilihannya, yang jelas tradisi ini masih hidup dan terus dibicarakan—setiap musim durian tiba.

Karena di balik buah berduri ini, selalu ada cerita, kebiasaan, dan perdebatan kecil yang bikin durian makin seru dinikmati.**DS

Baca juga artikel lainnya :

durian-diusulkan-jadi-buah-nasional-malaysia-musang-king-jadi-simbol-identitas-negara