Pabrik Limbah Rp3,3 Triliun Siap Dibangun di KEK Industropolis Batang, Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Investasi Rp3,3 triliun siap bangun pabrik pengolahan limbah elektronik dan plastik terbesar di Asia Tenggara di KEK Industropolis Batang. Proyek 80 hektare ini menargetkan 3.500 tenaga kerja dan revolusi ekonomi sirkular Indonesia.

Nov 29, 2025 - 13:57
 0  4
Pabrik Limbah Rp3,3 Triliun Siap Dibangun di KEK Industropolis Batang, Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara
sumber foto : pixabay

Eksplora.id - Investasi senilai Rp3,3 triliun dipastikan mengalir ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang untuk pembangunan pabrik pengolahan limbah elektronik dan plastik berskala raksasa. Proyek yang digarap bersama oleh PT Green Java Solution asal Malaysia dan PT Maju Selaras Sejahtera dari Indonesia ini akan berdiri di atas lahan sekitar 80 hektare, sekaligus menjadi fasilitas pengolahan limbah paling ambisius yang pernah dibangun di Indonesia.

Groundbreaking dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025, sementara fase operasional ditargetkan mulai Juni 2026. Dengan kapasitas yang diklaim mencapai 100 juta ton sampah per tahun, proyek ini diprediksi menjadi salah satu pusat pengolahan limbah terbesar di Asia Tenggara.


Investasi Raksasa: 3.500 Lapangan Kerja dan Transformasi Industri Hijau

Proyek ini bukan hanya soal kapasitas industri, tetapi juga soal dampak sosial. Pemerintah Kabupaten Batang serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan penyediaan hingga 3.500 lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu:

  • mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan baku daur ulang,

  • menghemat biaya pengelolaan sampah nasional,

  • serta memperkuat rantai pasok industri elektronik dan plastik dengan sumber material yang lebih ramah lingkungan.

Dengan nilai investasi yang besar dan fokus pada teknologi hijau, proyek ini diprediksi menjadi magnet baru bagi investor lain yang ingin mengembangkan industri berbasis ekonomi sirkular.


Menjadi Jantung Kawasan Industri INDOGreen

Pabrik pengolahan limbah ini akan menjadi bagian dari pengembangan Kawasan Industri INDOGreen seluas 150 hektare. Kawasan ini didesain sebagai kluster industri modern yang menerapkan prinsip zero waste to landfill—artinya, seluruh limbah yang masuk akan diproses kembali menjadi energi, bahan baku, atau produk turunan yang bernilai ekonomi.

Beberapa teknologi dan sektor yang akan dikembangkan dalam kawasan ini mencakup:

  • Pemulihan limbah elektronik bernilai tinggi, seperti logam mulia dan komponen industri,

  • Konversi plastik menjadi bahan bakar dan produk polimer,

  • Pemusnahan sampah medis dengan standar keamanan biologis tinggi,

  • Pengolahan air limbah industri,

  • Sistem energi terbarukan,

  • Pengembangan super kapasitor hijau untuk solusi penyimpanan energi masa depan.

Jika berjalan sesuai rencana, INDOGreen berpotensi menjadi hub ekonomi sirkular terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia.


Batang Menjadi Pusat Baru Ekonomi Sirkular Nasional

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut positif kehadiran investasi ini. Mereka menilai proyek tersebut akan mempercepat transformasi wilayah Batang dari pusat manufaktur menjadi pusat keunggulan teknologi hijau dan ekonomi sirkular.

Selain dampak ekonomi, pengembangan kawasan ini ditegaskan akan membawa manfaat lingkungan yang signifikan. Di tengah tantangan sampah elektronik yang terus meningkat—Indonesia menghasilkan lebih dari 2 juta ton e-waste per tahun—kehadiran fasilitas khusus yang mampu memulihkan kembali material bernilai tinggi dianggap sebagai langkah strategis.

Pemerintah daerah berharap proyek ini:

  • menarik gelombang investasi lanjutan di sektor teknologi lingkungan,

  • memperkuat posisi Batang sebagai destinasi industri baru setelah kawasan Jawa Barat mulai jenuh,

  • serta mengurangi beban TPA di berbagai daerah.


Solusi Nasional untuk Sampah Elektronik dan Plastik

Lebih dari sekadar proyek bisnis, pabrik ini membawa misi besar: menjawab tantangan sampah elektronik dan plastik di Indonesia dengan pendekatan teknologi mutakhir. Dengan kapasitas 100 juta ton per tahun, fasilitas tersebut diharapkan mampu menyerap limbah dari berbagai sektor, mulai dari industri, rumah tangga, hingga fasilitas medis.

Kombinasi pemulihan material, konversi energi, dan teknologi ramah lingkungan menjadikan proyek ini salah satu terobosan paling maju di sektor pengelolaan limbah nasional.**

Baca juga artikel lainnya :

ubah-limbah-dapur-jadi-cuan-dengan-sistem-integrated-farming