Gas Rawa di Rajek, Grobogan: Solusi Kelangkaan Gas Elpiji?
Warga Desa Rajek, Grobogan, Jawa Tengah, sering menemukan gas saat mengebor tanah untuk membuat sumur air. Gas yang keluar dari lapisan batuan dangkal ini dikenal sebagai gas rawa atau biogenic shallow gas

Eksplora.id - Warga Desa Rajek, Grobogan, Jawa Tengah, sering menemukan gas saat mengebor tanah untuk membuat sumur air. Gas yang keluar dari lapisan batuan dangkal ini dikenal sebagai gas rawa atau biogenic shallow gas. Fenomena ini telah dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk menggantikan gas elpiji 3kg yang kerap mengalami kelangkaan.
Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), distribusi gas elpiji 3kg di beberapa wilayah Indonesia mengalami penurunan hingga 20% dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menyebabkan lonjakan harga dan keterbatasan pasokan bagi masyarakat kecil.
Gas Rawa: Solusi Hemat Energi bagi Warga Rajek
"Umpama kalau mau masak sehari semalam penuh, tidak ada kekhawatiran [gas akan habis]," ujar Abdul Aziz, salah satu warga Rajek yang telah lama menggunakan gas rawa untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan memanfaatkan gas ini, warga tidak lagi perlu mengeluarkan biaya untuk membeli gas elpiji, sehingga beban ekonomi mereka berkurang.
Peran Ahli Geologi dalam Pemanfaatan Gas Rawa
Di balik inisiatif pemanfaatan gas rawa ini, terdapat peran penting ahli geologi Handoko Teguh Wibowo. Ia pertama kali menemukan potensi gas rawa saat melakukan penelitian geologi di kawasan tersebut. Melalui berbagai uji coba dan eksperimen, Handoko mengembangkan metode sederhana untuk menyalurkan gas ini secara aman ke rumah-rumah warga.
Selain itu, ia memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknik penyaringan dan penyimpanan gas agar dapat dimanfaatkan lebih efektif. "Kami lakukan sosialisasi bahwa gas rawa ini sebetulnya seperti biogas, tidak bahaya," jelas Handoko.
Potensi Gas Rawa sebagai Solusi Energi Alternatif
Pemanfaatan gas rawa di Desa Rajek menimbulkan pertanyaan: mungkinkah ini menjadi solusi bagi kelangkaan gas elpiji 3kg? Jika pengelolaan gas rawa dapat dilakukan dengan baik dan aman, bukan tidak mungkin metode ini bisa diterapkan di daerah lain yang memiliki potensi serupa. Selain mengurangi ketergantungan terhadap elpiji, penggunaan gas rawa juga menjadi langkah inovatif dalam pemanfaatan sumber daya alam lokal.
Tantangan dan Risiko Pemanfaatan Gas Rawa
Meski potensial, masih diperlukan kajian lebih lanjut terkait aspek keamanan, efisiensi, serta dampak lingkungan dari penggunaan gas rawa dalam skala lebih luas. Beberapa tantangan utama yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Potensi kebocoran gas, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
-
Keterbatasan infrastruktur, yang diperlukan untuk distribusi gas secara aman.
-
Dampak ekologis, terhadap lingkungan sekitar jika tidak dikelola dengan baik.
-
Regulasi dan standar keamanan, yang perlu diterapkan agar penggunaan gas rawa dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa membahayakan masyarakat.
Dengan penelitian yang lebih mendalam dan dukungan dari pemerintah, gas rawa bisa menjadi solusi alternatif energi yang bermanfaat bagi masyarakat pedesaan di Indonesia. Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini berpotensi menjadi model energi mandiri berbasis sumber daya lokal yang dapat diadaptasi di berbagai daerah lain.
Baca juga artikel lainnya :
warga bangladesh gunakan kotoran sapi sebagai bahan bakar alternatif untuk memasak