Kepiting Bakau Kepulauan Riau Diekspor ke China, Nilai Transaksi Capai Rp 131 Juta

Kepulauan Riau kembali menunjukkan potensinya sebagai penghasil komoditas perikanan unggulan.

Mar 13, 2025 - 23:42
 0  13
Kepiting Bakau Kepulauan Riau Diekspor ke China, Nilai Transaksi Capai Rp 131 Juta
sumber foto : gg

Eksplora.id - Kepulauan Riau kembali menunjukkan potensinya sebagai penghasil komoditas perikanan unggulan. Pada Februari 2025, sebanyak 2.800 ekor kepiting bakau asal Kepri berhasil diekspor ke China, dengan nilai transaksi mencapai Rp 131 juta.

Ekspor ini merupakan bagian dari tren positif pengiriman kepiting bakau ke pasar internasional. Sepanjang tahun 2024, total ekspor dari Kepri mencapai 1,1 juta ekor, dengan nilai transaksi sebesar Rp 27,3 miliar.

Kepiting Bakau Kepri: Hasil Tangkapan Nelayan Lokal

Kepiting bakau yang diekspor berasal dari hasil tangkapan nelayan di Natuna, Lingga, dan pulau-pulau sekitarnya. Setelah ditangkap, kepiting ini dikumpulkan di Batam, yang menjadi pusat distribusi dan pengolahan sebelum dikirim ke luar negeri.

Potensi perikanan di Kepri memang cukup besar, mengingat wilayah ini terdiri dari ribuan pulau dengan perairan yang kaya akan sumber daya laut. Kepiting bakau menjadi salah satu komoditas ekspor andalan karena memiliki permintaan tinggi di pasar global, khususnya di negara-negara Asia seperti China.

Proses Karantina Ketat untuk Menjamin Kualitas

Sebelum diekspor, kepiting bakau dari Kepri harus melewati proses karantina yang ketat. Pemerintah memastikan bahwa setiap kepiting yang dikirim bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) agar kualitasnya tetap terjaga dan sesuai dengan standar internasional.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan sistem digitalisasi ekspor melalui platform BEST TRUST, yang mempermudah proses administrasi dan meningkatkan efisiensi layanan. Dengan digitalisasi, pengusaha perikanan dapat mengakses informasi secara real-time dan mempercepat proses ekspor.

Kontribusi Ekspor Kepiting Bakau bagi Ekonomi Kepri

Ekspor kepiting bakau dari Kepri memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan. Dengan pendampingan dan monitoring yang ketat, ekspor komoditas ini terus berkembang dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa sektor perikanan Kepri memiliki daya saing tinggi di pasar global. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan teknologi, ekspor kepiting bakau diharapkan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Keberhasilan ekspor kepiting bakau ke China menunjukkan bahwa Kepulauan Riau memiliki potensi besar dalam industri perikanan. Dengan kualitas produk yang terjaga, sistem digitalisasi yang semakin canggih, serta dukungan dari berbagai pihak, Kepri berpeluang memperluas pasar ekspor dan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Indonesia.

Baca juga artikel lainnya :

kisah inspiratif suhaya kakek 70 tahun dari sumedang yang sukses menjadi eksportir