Kisah Inspiratif Suhaya: Kakek 70 Tahun dari Sumedang yang Sukses Menjadi Eksportir

Banyak orang berpikir bahwa menjadi eksportir sukses harus memiliki pendidikan tinggi dan jaringan luas. Namun, Suhaya, seorang kakek berusia 70 tahun dari Sumedang, membuktikan bahwa kerja keras, tekad, dan kemauan untuk terus belajar bisa mengalahkan segalanya.

Mar 9, 2025 - 23:55
 0  14
Kisah Inspiratif Suhaya: Kakek 70 Tahun dari Sumedang yang Sukses Menjadi Eksportir
sumber foto : gg

Eksplora.id - Banyak orang berpikir bahwa menjadi eksportir sukses harus memiliki pendidikan tinggi dan jaringan luas. Namun, Suhaya, seorang kakek berusia 70 tahun dari Sumedang, membuktikan bahwa kerja keras, tekad, dan kemauan untuk terus belajar bisa mengalahkan segalanya. Dengan latar belakang pendidikan yang terbatas, ia kini menjadi eksportir produk pertanian yang dikenal hingga mancanegara.

Awal Perjalanan: Dari Petani Biasa ke Pasar Internasional

Suhaya berasal dari keluarga petani sederhana. Sejak muda, ia terbiasa mengolah tanah dan menanam berbagai jenis tanaman seperti jahe merah, kopi, dan rempah-rempah khas Sumedang. Awalnya, hasil panennya hanya dijual ke pasar lokal dengan keuntungan yang tidak seberapa. Namun, Suhaya memiliki tekad besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Pada suatu kesempatan, ia bertemu dengan seorang pedagang yang tertarik dengan kualitas produk pertaniannya. Dari pertemuan itulah, Suhaya mulai belajar tentang perdagangan dalam skala yang lebih luas. Meski tidak memiliki akses pendidikan formal tentang bisnis atau ekspor, ia tak segan bertanya kepada para pelaku usaha yang lebih berpengalaman dan membaca berbagai referensi terkait.

Tantangan dan Perjuangan Menuju Pasar Ekspor

Langkah awal Suhaya dalam menembus pasar ekspor tentu tidak mudah. Ia menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan informasi, kendala perizinan, hingga minimnya modal usaha. Namun, dengan kegigihannya, ia berhasil menemukan celah untuk memperkenalkan produk pertanian Sumedang ke luar negeri.

Suhaya mulai membangun jaringan dengan berbagai eksportir dan memahami prosedur ekspor secara bertahap. Ia juga mengadopsi teknik pertanian yang lebih efisien agar hasil panennya memenuhi standar internasional. Setelah bertahun-tahun berjuang, akhirnya produk jahe merah dan kopi hasil pertaniannya berhasil menembus pasar Asia dan Eropa.

“Awalnya saya tidak tahu apa-apa soal ekspor. Semua saya pelajari dari nol. Tapi saya yakin, kalau kita punya kemauan dan tidak takut mencoba, pasti ada jalan,” ujar Suhaya dengan penuh semangat.

Kesuksesan yang Menginspirasi

Kini, usaha yang dirintis Suhaya telah berkembang pesat. Produknya telah dikirim ke berbagai negara, dan ia bahkan mulai memberdayakan petani-petani lokal untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. Keberhasilannya tidak hanya mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi komunitas sekitarnya.

Kisah Suhaya menjadi bukti bahwa pendidikan formal bukanlah satu-satunya kunci kesuksesan. Dengan ketekunan, kemauan untuk terus belajar, dan semangat pantang menyerah, siapa pun bisa mencapai kesuksesan, bahkan di usia yang tidak lagi muda. Ia adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan tantangan yang bisa ditaklukkan dengan tekad yang kuat.

“Tidak ada kata terlambat untuk sukses. Yang penting adalah kemauan untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah,” tutup Suhaya dengan senyum penuh kebanggaan.

Baca juga artikel lainnya :

kenaikan nilai tukar petani ntp di jawa timur sinyal positif bagi kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi