Dampak Pemangkasan Anggaran Perjalanan Dinas terhadap Industri Perhotelan di Solo
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, terutama pemangkasan perjalanan dinas hingga 50%, memberikan dampak signifikan terhadap sektor perhotelan di Solo.

Eksplora.id - Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, terutama pemangkasan perjalanan dinas hingga 50%, memberikan dampak signifikan terhadap sektor perhotelan di Solo. Menurut Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta, Wening Damayanti, sejak kebijakan ini diberlakukan, banyak hotel mengalami penurunan jumlah pemesanan secara drastis.
"Setelah instruksi presiden turun, banyak hotel mengalami pembatalan bisnis dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah per hotel," jelasnya.
Hotel Berbintang dan Pasar MICE Paling Terdampak
Kebijakan ini paling berdampak pada hotel berbintang 4 dan 5 yang sering menjadi lokasi acara lembaga serta kementerian. Namun, hotel berbintang 3 yang biasa digunakan sebagai akomodasi perjalanan dinas pemerintah juga turut merasakan dampaknya. Selain itu, pasar MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), yang menjadi tulang punggung industri perhotelan di Solo, mengalami penurunan tajam.
“Bisnis hotel yang bergantung pada acara pemerintah sangat terdampak. Jika kondisi ini terus berlanjut, sektor perhotelan berisiko mengalami gelombang PHK,” ungkap Wening.
Upaya Hotel Beradaptasi dengan Perubahan Pasar
Untuk mengatasi penurunan pasar akibat berkurangnya perjalanan dinas, hotel-hotel di Solo mulai mengalihkan fokus ke wisatawan leisure dan acara sosial. Namun, tantangan tetap ada karena Solo lebih dikenal sebagai destinasi utama untuk acara MICE dibandingkan wisata rekreasi.
"Hotel di Solo lebih banyak melayani MICE dibandingkan wisatawan biasa. Kami harus mencari strategi baru untuk menggantikan pasar yang hilang," tambahnya.
Koordinasi PHRI dan Harapan untuk Dukungan Pemerintah
DPC PHRI Solo terus berkoordinasi dengan DPD PHRI untuk memantau dampak kebijakan ini. Sementara itu, PHRI pusat telah melakukan audiensi dengan pemerintah guna mencari solusi agar sektor perhotelan bisa segera pulih.
“Pemerintah harus tetap mendukung sektor pariwisata, termasuk industri perhotelan di Solo, agar tetap berkembang. Kami berharap adanya promosi yang lebih agresif untuk menarik wisatawan dan menggantikan pasar pemerintah yang hilang,” pungkasnya.
Baca juga artikel lainnya :