Durian Bukan Penyebab Kolesterol: Ini Penjelasan Ilmiahnya Menurut Pakar Gizi IPB

Durian bukan penyebab kolesterol tinggi. Menurut Guru Besar Gizi IPB, durian tidak mengandung kolesterol karena merupakan pangan nabati.

Nov 29, 2025 - 16:45
 0  3
Durian Bukan Penyebab Kolesterol: Ini Penjelasan Ilmiahnya Menurut Pakar Gizi IPB
sumber foto : pixabay

Eksplora.id - Selama bertahun-tahun, durian mendapat stigma sebagai buah “tinggi kolesterol” yang harus dihindari. Banyak orang percaya bahwa menikmati beberapa potong durian saja dapat langsung membuat kolesterol melonjak. Padahal, anggapan tersebut ternyata keliru secara ilmiah.

Menurut Guru Besar Gizi IPB, Prof. Ali Khomsan, durian sama sekali tidak mengandung kolesterol. Kolesterol hanya terdapat pada pangan hewani, sedangkan durian adalah pangan nabati. Yang membuat banyak orang salah paham adalah kandungan lemak dan energinya yang relatif tinggi dibanding buah lain.

Pakar gizi menegaskan bahwa durian tidak lebih berbahaya dari buah-buahan lain — selama dikonsumsi dalam batas wajar.


Durian Tidak Mengandung Kolesterol — Mitos yang Perlu Diluruskan

Salah satu klarifikasi terpenting dijelaskan oleh Prof. Ali Khomsan:

“Durian tidak mengandung kolesterol karena durian pangan nabati. Yang mengandung kolesterol adalah pangan hewani.”

Artinya, kolesterol hanya bisa ditemukan pada makanan seperti:

  • daging,

  • telur,

  • susu & produk dairy,

  • jeroan,

  • seafood tertentu.

Karena durian berasal dari tumbuhan, tidak mungkin mengandung kolesterol. Kesalahpahaman ini kemungkinan muncul karena durian memiliki cita rasa gurih, legit, dan “berlemak” sehingga diasosiasikan dengan makanan berkolesterol.

Padahal, lemak dalam durian adalah lemak nabati, yang secara umum berbeda efeknya dengan lemak hewani.


Mengapa Durian Dianggap Berat? Kandungan Lemaknya Memang Lebih Tinggi

Walaupun tidak mengandung kolesterol, durian memiliki karakteristik yang membuatnya tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Dibandingkan buah lain seperti apel, pir, atau pepaya, durian mengandung:

  • lebih banyak kalori,

  • lebih banyak lemak nabati,

  • lebih banyak gula alami.

Inilah alasan mengapa makan durian memberi sensasi cepat kenyang dan energi yang tinggi.

Menurut para pakar gizi, orang dengan:

  • berat badan berlebih,

  • diabetes, atau

  • riwayat penyakit metabolik,

sebaiknya membatasi porsinya agar tidak menyebabkan kelebihan kalori harian.

Jadi, bukan kolesterolnya yang perlu dikhawatirkan, melainkan konsumsi energi total.


Durian Kaya Vitamin dan Mineral, Tapi Tetap Ada yang Perlu Berhati-hati

Durian sebenarnya termasuk buah yang bergizi tinggi. Di dalamnya terdapat:

  • vitamin C,

  • vitamin B kompleks,

  • mineral seperti potasium dan magnesium,

  • antioksidan,

  • serat.

Namun bagi kelompok tertentu, durian tetap harus dikonsumsi dengan penuh kewaspadaan.

1. Penderita Asam Urat

Ahli gizi dr. Luciana Sutanto menjelaskan bahwa durian mengandung senyawa mirip alkohol yang dapat memicu reaksi mirip peningkatan asam urat jika dikonsumsi berlebihan.

Meskipun bukan penyebab langsung naiknya kadar purin, aromanya yang khas dan proses fermentasi alami pada daging buah dapat membuat beberapa orang mengalami:

  • pusing,

  • jantung berdebar,

  • atau rasa panas di tubuh.

2. Orang yang Mudah Panas Dalam

Durian bersifat “menghangatkan”, sehingga konsumsi berlebih bisa memicu:

  • sariawan,

  • tenggorokan kering,

  • hingga rasa tidak nyaman di lambung.


Berapa Porsi Aman? Ini Rekomendasi Ahli

Untuk menjaga keseimbangan asupan dan menghindari efek samping, dr. Luciana Sutanto menyarankan porsi aman:

sekitar 1/6 piring makan
atau kira-kira 2–3 biji durian ukuran standar.

Porsi ini cukup untuk menikmati rasa durian tanpa membebani metabolisme tubuh atau menaikkan asupan kalori secara drastis.

Selain itu, dianjurkan untuk:

  • minum air putih cukup setelah makan durian,

  • tidak mengombinasikan dengan alkohol,

  • tidak makan durian berlebihan dalam sekali duduk.


Durian Tidak Berbahaya, Asal Tahu Batasnya

Durian bukan musuh kolesterol. Sebagai pangan nabati, ia bebas kolesterol dan justru mengandung berbagai nutrisi bermanfaat. Yang membuat durian perlu dibatasi adalah kadar lemak nabati, gula alami, dan energinya yang tinggi.

Jika dikonsumsi dalam porsi aman, durian tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat dan seimbang.

Jadi, Anda boleh menikmati durian tanpa rasa takut — asal tidak berlebihan.**

Baca juga artikel lainnya :

durian-mantuala-buah-langka-khas-kalimantan