Viral dan Absurd: Kisah Stephanie Matto yang Raup Miliaran dari Menjual Kentut dalam Toples
Kisah viral Stephanie Matto yang menghasilkan miliaran rupiah dari menjual kentut dalam toples.
Eksplora.id - Di era digital, kreativitas bisa menjelma menjadi uang — bahkan ketika idenya terdengar paling absurd sekalipun. Buktinya datang dari Stephanie Matto, mantan bintang reality show 90 Day Fiancé, yang mendadak jadi pembicaraan dunia setelah menjual… kentutnya sendiri dalam toples.
Ide yang terdengar mustahil itu justru membuatnya menghasilkan hampir Rp2,8 miliar hanya dalam beberapa minggu. Fenomena ini membuktikan bahwa internet punya hukum ekonomi sendiri: yang unik, aneh, dan out of the box justru sering kali lebih laku.
Dijual 500 Dolar per Toples, Ludes dalam Waktu Singkat
Stephanie memulai “bisnis” ini sebagai eksperimen iseng. Ia mengumpulkan gas tubuhnya dalam toples kaca kecil — lengkap dengan kelopak bunga sebagai pemanis visual — kemudian menjualnya di internet seharga USD 500 per toples (sekitar Rp7,8 juta).
Siapa sangka, permintaan membludak.
Dalam beberapa minggu, ia mengaku menghasilkan lebih dari USD 200.000, atau setara Rp2,8 miliar. Pesanan datang dari berbagai penjuru dunia, didorong oleh rasa penasaran ekstrem para penggemarnya.
Yang lebih mengejutkan, dalam dua hari saja Stephanie harus “produksi” 97 toples kentut demi memenuhi gelombang pesanan.
Fenomena ini menjadi viral dan mengundang perdebatan publik:
Apakah ini bisnis jenius, atau sekadar kegilaan yang kebetulan menghasilkan uang?
Pola Makan Ekstrem yang Berujung Masalah Kesehatan
Di balik kesuksesannya, ada sisi gelap yang jarang dibicarakan.
Untuk memperbanyak “produksi gas”, Stephanie menjalani diet ekstrem:
-
makan kacang-kacangan tinggi gas,
-
telur rebus,
-
yogurt berprotein tinggi,
-
dan berbagai makanan pemicu fermentasi.
Hasilnya? Tubuhnya tidak mampu lagi menahan tekanan gas berlebih. Stephanie mengalami nyeri dada, perut kembung ekstrem, hingga sesak napas. Ia dilarikan ke rumah sakit karena dugaan penyakit jantung, padahal penyebabnya… gas akibat diet tidak sehat.
Dokter memperingatkan bahwa jika diteruskan, ia bisa mengalami komplikasi serius.
Sejak itu, Stephanie menghentikan penjualan toples fisik demi keselamatan dirinya.
Dari Kentut Fisik ke NFT: Absurd tapi Tetap Laku
Namun kreativitasnya tidak berhenti di sana. Melihat antusiasme pasar, Stephanie beralih ke versi digital: NFT bertema kentut.
Siapa sangka, orang-orang tetap membelinya.
Pembeli tidak mendapatkan aroma apa pun, melainkan sertifikat digital unik berisi ilustrasi animasi dan pesan personal darinya. Meski terdengar lebih aneh dari produk fisiknya, NFT kentut Stephanie tetap terjual habis dalam waktu singkat.
Ini menjadi bukti bahwa:
Di dunia internet, nilai tidak selalu didasarkan pada kegunaan,
tapi pada keunikan, kelangkaan, dan viral factor.
Stephanie sendiri menyatakan bahwa bisnis ini mengajarkannya tentang branding dan keberanian. Ia memanfaatkan viralitas, membangun komunitas, dan menjadikan dirinya karakter yang tidak bisa dilewatkan oleh publik.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Kisah Absurd Ini?
Meski konyol, kisah Stephanie menyimpan pelajaran penting tentang dunia digital dan ekonomi kreatif.
1. Hal Unik Selalu Menarik Perhatian
Di internet, perhatian adalah mata uang. Semakin aneh idenya, semakin besar peluang viral.
2. Personal Branding adalah Segalanya
Stephanie tidak hanya menjual kentut — ia menjual persona, cerita, dan akses eksklusif.
3. Invisible Market Selalu Ada
Ada kelompok konsumen yang menyukai hal-hal eksentrik. Tinggal siapa yang berani menjualnya.
4. Tren Bisa Berubah menjadi Peluang
Saat produk fisik berhenti, ia pivot ke NFT — dan tetap menghasilkan.
5. Kreativitas + Keberanian = Uang
Tidak peduli seabsurd apa idenya, pasar digital bisa menciptakan nilai ketika kreatornya berani tampil berbeda.
Ide Gila Bisa Jadi Bisnis Nyata
Kisah Stephanie Matto adalah contoh sempurna bagaimana hal yang paling tidak masuk akal sekalipun bisa menghasilkan uang besar jika dipadukan dengan momentum, kreativitas, dan strategi digital yang tepat.
Ia mungkin menjual sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang normal — namun ia berhasil memonetisasi ketenaran, rasa penasaran publik, dan fenomena viral internet menjadi peluang bisnis bernilai miliaran.
Pada akhirnya, Stephanie membuktikan bahwa di dunia online:
“Bukan idenya yang dinilai — tapi seberapa berani kamu menjualnya.”**
Baca juga artikel lainnya :
kentut-wangi-inovasi-aneh-dari-prancis-ini-bikin-heboh-dunia

