Ternyata Ada Udang yang Hidup di Darat dan di Atas Pohon — Ditemukan di Pegunungan Cycloop Papua
Peneliti menemukan genus baru udang darat dan udang yang hidup di atas pohon di Pegunungan Cycloop, Papua.
Eksplora.id - Sebuah penemuan ilmiah yang mengejutkan dunia biologi kembali datang dari wilayah timur Indonesia. Dalam sebuah ekspedisi terbaru di Pegunungan Cycloop, Papua, para peneliti berhasil menemukan genus baru udang darat, termasuk spesies yang hidup di atas pohon, jauh dari lingkungan laut atau pesisir yang selama ini kita kenal sebagai habitat alami udang.
Penemuan ini menjadi salah satu temuan paling unik dalam dunia zoologi modern. Udang selama ini identik dengan kehidupan akuatik—baik di laut, sungai, maupun danau. Namun, hasil ekspedisi ini membuktikan bahwa terdapat spesies udang yang mampu hidup sepenuhnya di daratan, bahkan berada di ekosistem hutan hujan pegunungan.
Dr. Leonidas-Romanos Davranoglou, Leverhulme Trust Postdoctoral Fellow di Oxford University Museum of Natural History sekaligus ahli entomologi utama dalam ekspedisi, mengatakan bahwa penemuan ini sangat tidak terduga.
“Kami cukup terkejut menemukan udang ini di jantung hutan, karena ini merupakan perubahan luar biasa dari habitat khas pantai bagi hewan-hewan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tingginya curah hujan dan kelembapan ekstrem di Pegunungan Cycloop kemungkinan menjadi faktor utama yang memungkinkan udang tersebut berkembang sepenuhnya di lingkungan daratan. Kondisi tersebut menciptakan ekosistem lembap yang menyerupai habitat mikro yang dibutuhkan udang kecil agar dapat bernafas dan bertahan hidup tanpa kembali ke habitat pesisir.
Genus Baru dari Famili Talitridae
Udang darat yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari famili Talitridae, kelompok amfipoda kecil yang selama ini dikenal memiliki dua jenis habitat utama:
-
Landhoppers — hidup di daratan lembap seperti lantai hutan, guguran daun, dan batang pohon.
-
Sandhoppers atau Sand Fleas — hidup di area pesisir dan sering terlihat melompat-lompat di pasir pantai.
Para peneliti menegaskan bahwa istilah sand flea sebenarnya salah kaprah, karena hewan ini bukan bagian dari kelompok kutu sejati (Siphonaptera), tidak menggigit manusia, dan tidak hanya hidup di pantai berpasir. Temuan di Cycloop kembali memperkuat fakta bahwa keragaman Talitridae jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Hidup di Atas Pohon, Fenomena Sangat Langka
Yang membuat temuan ini lebih mengejutkan adalah adanya spesies udang yang ditemukan hidup di atas pohon. Fenomena ini sangat jarang terjadi di dunia crustacea. Biasanya, organisme seperti udang membutuhkan lingkungan akuatik untuk berkembang, termasuk dalam tahap larva.
Namun, spesies yang ditemukan di Pegunungan Cycloop menunjukkan adaptasi ekstrem, memungkinkan mereka hidup di antara lumut, serasah, dan permukaan pohon yang selalu lembap akibat hujan yang hampir tidak pernah berhenti di kawasan tersebut.
Para ilmuwan menyebut temuan ini sebagai salah satu contoh evolusi adaptif yang paling unik di dunia modern.
Papua, Surga Keanekaragaman Hayati
Pegunungan Cycloop sendiri dikenal sebagai kawasan dengan curah hujan tinggi, tutupan hutan lebat, serta keanekaragaman hayati yang luar biasa. Banyak kawasan di wilayah ini belum sepenuhnya dipetakan atau dijelajahi secara ilmiah, sehingga peluang penemuan spesies baru selalu terbuka lebar.
Dr. Davranoglou menambahkan:
“Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya Papua sebagai pusat biodiversitas dunia. Kami yakin masih banyak spesies lain yang belum teridentifikasi dan menunggu untuk ditemukan.”
Makna Penting Bagi Ilmu Pengetahuan
Temuan genus baru udang darat ini memberikan wawasan penting tentang dinamika evolusi hewan dan kemampuan adaptasi mereka terhadap perubahan lingkungan. Fakta bahwa udang mampu berkembang jauh dari habitat air asin membuktikan fleksibilitas luar biasa dari kelompok amfipoda.
Bagi Indonesia, penemuan ini juga menjadi pengingat bahwa kekayaan hayati nusantara bukan hanya warisan, tetapi juga aset ilmiah global yang membutuhkan perlindungan dan penelitian lebih lanjut.**
Baca juga artikel lainnya :

