Buah Mengkudu: Baunya Menusuk, Khasiatnya Dewa

Buah mengkudu atau pace terkenal dengan bau menyengat, namun menyimpan khasiat kesehatan luar biasa. Inilah manfaat, sejarah, dan keunikannya.

Jan 26, 2026 - 00:44
 0  1
Buah Mengkudu: Baunya Menusuk, Khasiatnya Dewa
Sumber foto : Istock

Eksplora.id -Buah ini sering dihindari karena aromanya yang menusuk hidung. Ada yang menyebut baunya mirip bangkai, ada pula yang langsung menutup hidung saat melewatinya. Namun siapa sangka, di balik aroma ekstrem tersebut, buah mengkudu justru menyimpan segudang khasiat kesehatan yang membuatnya dijuluki sebagai salah satu tanaman obat paling kuat di wilayah tropis.

Di banyak daerah di Indonesia, buah ini dikenal dengan nama pace. Di daerah lain, ia disebut mengkudu, noni, atau cangkudu. Apa pun namanya, mengkudu sudah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional Nusantara.

Mengenal Buah Mengkudu Lebih Dekat

Buah mengkudu (Morinda citrifolia) berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik. Bentuknya lonjong, permukaannya berbintil, dan warnanya hijau pucat saat muda lalu berubah putih kekuningan ketika matang. Pada fase matang inilah aroma khasnya muncul dengan sangat kuat.

Pohon mengkudu tergolong tanaman yang tangguh. Ia bisa tumbuh di tanah miskin nutrisi, di pekarangan rumah, hingga di pesisir pantai. Karena mudah tumbuh, mengkudu sering dianggap tanaman liar dan kurang bernilai, padahal kandungan alaminya justru sangat kaya.

Aroma Menyengat yang Penuh Makna

Bau menyengat buah mengkudu sering menjadi alasan utama orang enggan menyentuhnya. Aroma ini berasal dari senyawa alami seperti asam kaproat dan asam kaprilat. Meski tidak sedap bagi hidung, senyawa inilah yang justru berkaitan dengan aktivitas antibakteri dan antimikroba.

Dalam pengobatan tradisional, bau tajam bukan tanda bahaya, melainkan indikasi kuatnya senyawa aktif di dalam buah tersebut. Tidak heran jika mengkudu jarang dikonsumsi sebagai buah segar, tetapi lebih sering diolah menjadi ramuan, jus fermentasi, atau ekstrak herbal.

Khasiat Mengkudu dalam Pengobatan Tradisional

Sejak ratusan tahun lalu, mengkudu digunakan sebagai obat alami untuk berbagai keluhan. Dalam jamu tradisional, buah ini dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, dan meredakan peradangan.

Beberapa penelitian modern juga menemukan bahwa mengkudu mengandung antioksidan, senyawa iridoid, serta zat antiinflamasi. Kandungan ini berperan dalam membantu tubuh melawan stres oksidatif dan mendukung fungsi sel secara alami.

Di beberapa daerah, mengkudu digunakan sebagai pendamping terapi untuk tekanan darah, nyeri sendi, hingga menjaga kesehatan metabolisme. Meski demikian, penggunaannya tetap disarankan dalam jumlah wajar dan tidak menggantikan pengobatan medis.

Dari Ramuan Kampung hingga Pasar Global

Yang menarik, buah berbau tajam ini justru diminati di pasar internasional. Produk olahan mengkudu atau noni juice banyak dijual di luar negeri sebagai minuman kesehatan. Nilai ekonominya melonjak setelah dikemas dengan pendekatan ilmiah dan modern.

Fenomena ini menunjukkan bahwa apa yang dulu dianggap remeh di kampung halaman, justru bisa menjadi komoditas bernilai tinggi ketika manfaatnya dipahami dan diolah dengan tepat.

Nama Boleh Beda, Manfaat Tetap Sama

Di Jawa dikenal sebagai pace, di Sumatra disebut mengkudu, di Bali dikenal sebagai tibah, sementara di pasar global ia populer dengan nama noni. Perbedaan nama ini mencerminkan betapa dekatnya buah mengkudu dengan kehidupan masyarakat lokal di berbagai wilayah.

Apa pun sebutannya, mengkudu tetaplah simbol pengetahuan tradisional yang bertahan lintas generasi. Ia mengajarkan bahwa sesuatu yang tidak sedap dipandang atau dicium belum tentu tidak berguna.

Mengkudu dan Cara Pandang Kita pada Alam

Buah mengkudu mengingatkan bahwa alam sering menyimpan manfaat besar di balik hal-hal yang tidak populer. Bau yang menyengat justru menjadi penanda kekuatan alaminya. Dalam konteks budaya, mengkudu juga menjadi contoh bagaimana kearifan lokal sering lebih dulu memahami alam sebelum sains modern datang membuktikannya.

Jadi, jika lain kali mencium aroma tajam dari buah ini, mungkin sudah waktunya tidak lagi menutup hidung, tetapi mulai menghargai potensinya.**DS

Baca juga artikel lainnya :

jamu-sereh-telang-minuman-alami-sehat-cantik-dan-kaya-antioksidan