Quoll, “Harimau Kecil” Papua Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan dan Savana

Quoll, karnivora mungil berbintik putih dari Papua, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Meski kerap dianggap hama, satwa ini justru krusial bagi rantai makanan alami.

Feb 4, 2026 - 16:35
 0  3
Quoll, “Harimau Kecil” Papua Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan dan Savana
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Di balik tubuhnya yang mungil dan corak bintik putih yang khas, quoll menyimpan peran besar dalam menjaga keseimbangan alam Papua. Satwa karnivora endemik ini sering disalahpahami sebagai hama oleh masyarakat karena kebiasaannya memangsa ayam ternak. Namun, para peneliti menegaskan bahwa quoll justru merupakan bagian penting dari sistem ekologi hutan dan savana Papua.

Dengan kelincahan, insting berburu tajam, dan gigi yang kuat, quoll menempati posisi strategis dalam rantai makanan. Ia memangsa berbagai hewan kecil seperti serangga, reptil, dan tikus—spesies yang jika populasinya tidak terkendali dapat merusak keseimbangan lingkungan.

Karnivora Mungil dengan Peran Besar

Quoll kerap dijuluki sebagai “harimau kecil” Papua. Meski ukurannya jauh lebih kecil dibanding predator besar, perannya tidak bisa dianggap remeh. Kehadirannya membantu mengendalikan populasi hewan-hewan kecil yang berpotensi menjadi hama pertanian maupun penyebar penyakit.

Di ekosistem alami, quoll berfungsi sebagai pengendali populasi tingkat menengah. Jika spesies ini hilang, rantai makanan bisa terganggu dan memicu ledakan populasi mangsa, yang berdampak langsung pada kerusakan vegetasi dan ketidakseimbangan ekosistem.

Antara Konflik dengan Manusia dan Nilai Ekologi

Konflik antara quoll dan manusia umumnya terjadi di wilayah permukiman yang berdekatan dengan habitat alami. Ketika sumber makanan di alam berkurang, quoll terkadang memangsa ayam ternak, sehingga memicu perburuan balasan oleh warga.

Namun, para pemerhati lingkungan menilai konflik ini lebih disebabkan oleh penyempitan habitat, bukan sifat agresif satwa tersebut. Edukasi kepada masyarakat menjadi penting agar quoll tidak lagi dipandang semata-mata sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari sistem alam yang harus dijaga.

Populasi Terancam, Ancaman Nyata

Saat ini, populasi quoll menghadapi tekanan serius. Perburuan, kehilangan habitat akibat pembukaan lahan, serta masuknya predator invasif menjadi ancaman utama kelangsungan hidup satwa ini.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan hanya quoll yang terancam punah, tetapi juga stabilitas ekosistem Papua yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Harapan dari Riset dan Konservasi

Di tengah ancaman tersebut, riset terbaru memberikan secercah harapan. Penelitian menunjukkan bahwa quoll memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik di habitat baru. Bahkan, dalam beberapa program konservasi, quoll dapat dilatih untuk menghindari mangsa beracun, sebuah inovasi penting untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidupnya.

Pendekatan ilmiah ini membuka peluang baru dalam upaya pelestarian, terutama di wilayah yang telah terpengaruh aktivitas manusia.

Peran Masyarakat Adat dalam Pelestarian

Kunci keberhasilan konservasi quoll terletak pada keterlibatan masyarakat adat. Sebagai penjaga wilayah adat yang telah hidup berdampingan dengan alam selama berabad-abad, masyarakat lokal memiliki pengetahuan penting tentang perilaku satwa dan keseimbangan lingkungan.

Dengan melibatkan mereka secara aktif, upaya konservasi tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal.

Menjaga Quoll, Menjaga Papua

Melindungi quoll bukan sekadar menyelamatkan satu spesies karnivora kecil. Lebih dari itu, upaya ini adalah bagian dari menjaga keseimbangan ekologi Papua secara keseluruhan.

Di tengah tantangan perubahan lingkungan dan tekanan pembangunan, quoll menjadi pengingat bahwa setiap makhluk—sekecil apa pun—memiliki peran penting dalam menjaga harmoni alam.**DS

Baca juga artikel lainnya :

mengenal-sengis-si-kecil-yang-masih-satu-keluarga-dengan-gajah