Sempat Ditolak Salat di Hotel, Miliarder Asif Aziz Justru Membeli Gedung dan Mengubahnya Jadi Masjid

Miliarder properti Asif Aziz membeli gedung Trocadero di London setelah pernah ditolak salat di sebuah hotel. Gedung ikonik itu kini disetujui menjadi masjid tiga lantai yang mampu menampung hampir 390 jemaah.

Mar 7, 2026 - 23:58
 0  2
Sempat Ditolak Salat di Hotel, Miliarder Asif Aziz Justru Membeli Gedung dan Mengubahnya Jadi Masjid
sumber foto : gg

Eksplora.id - Kisah unik datang dari dunia properti di London, Inggris. Seorang miliarder properti, Asif Aziz, menjadi sorotan setelah kisahnya viral di berbagai media internasional. Ia dilaporkan pernah tidak diizinkan menunaikan salat di sebuah hotel di kota tersebut.

Namun alih-alih memicu konflik, pengalaman itu justru menjadi titik balik bagi Aziz. Tak lama setelah kejadian tersebut, ia mengambil langkah yang tidak biasa: membeli properti yang berkaitan dengan peristiwa itu dan mengalihfungsikannya menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim.

Langkah tersebut membuat namanya kembali menjadi perbincangan publik, terutama setelah rencana pembangunan masjid di pusat kota London akhirnya mendapatkan persetujuan resmi.


Dijuluki “Mr. West End”

Asif Aziz dikenal sebagai salah satu pengusaha properti paling berpengaruh di London. Ia bahkan dijuluki “Mr. West End” karena memiliki banyak aset properti di kawasan pusat kota yang terkenal dengan nilai properti sangat tinggi.

Melalui perusahaan investasinya, Aziz telah mengembangkan berbagai bangunan komersial, perkantoran, hingga properti ikonik di wilayah West End.

Salah satu aset yang menarik perhatian adalah gedung legendaris London Trocadero, sebuah kompleks hiburan yang berada di kawasan strategis dekat Piccadilly Circus.

Gedung ini sebelumnya dikenal sebagai pusat hiburan yang menampung berbagai restoran, arena permainan, dan fasilitas rekreasi.


Gedung Ikonik Diubah Menjadi Masjid

Setelah melalui proses panjang, Aziz akhirnya memperoleh persetujuan dari Westminster City Council untuk mengubah sebagian gedung Trocadero menjadi masjid.

Masjid tersebut direncanakan memiliki tiga lantai dengan kapasitas hampir 390 jemaah. Lokasinya berada di kawasan pusat kota London yang selama ini tidak memiliki banyak fasilitas ibadah bagi komunitas Muslim yang bekerja atau beraktivitas di sekitar area tersebut.

Bagi banyak orang, proyek ini dianggap sebagai langkah penting dalam menyediakan ruang ibadah di kawasan yang sangat sibuk dan padat aktivitas.

Selain menjadi tempat salat, masjid tersebut juga diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan komunitas Muslim di wilayah tersebut.


Sempat Menuai Kontroversi

Meski akhirnya disetujui, rencana pembangunan masjid di gedung Trocadero sempat memicu perdebatan.

Proposal awal yang diajukan oleh Aziz sebenarnya mencakup masjid dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari sebagian warga sekitar yang khawatir terhadap dampak keramaian dan perubahan fungsi bangunan.

Setelah menerima berbagai masukan, pihak pengembang kemudian mengajukan proposal baru dengan ukuran yang lebih kecil serta sejumlah penyesuaian desain.

Revisi tersebut akhirnya diterima oleh Westminster Council sehingga proyek masjid dapat dilanjutkan dengan kapasitas yang lebih terbatas.


Simbol Keteguhan dan Transformasi

Kisah Asif Aziz menarik perhatian banyak orang karena menunjukkan bagaimana pengalaman penolakan dapat diubah menjadi sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat bagi komunitas.

Alih-alih menanggapi penolakan dengan kemarahan, ia memilih langkah yang konstruktif dengan menyediakan fasilitas ibadah bagi umat Muslim di pusat kota London.

Bagi sebagian kalangan, proyek ini juga mencerminkan dinamika kehidupan masyarakat multikultural di kota global seperti London.

Dengan populasi Muslim yang terus berkembang, kebutuhan akan ruang ibadah di pusat kota menjadi isu yang semakin penting.


Dampak bagi Komunitas Muslim London

Keberadaan masjid di kawasan West End diharapkan memberikan kemudahan bagi banyak Muslim yang bekerja di pusat kota London.

Selama ini, banyak pekerja yang harus berjalan cukup jauh untuk menemukan tempat salat, terutama saat jam kerja.

Dengan adanya masjid di gedung Trocadero, para pekerja, wisatawan, maupun warga sekitar memiliki akses yang lebih mudah untuk menjalankan ibadah.

Proyek ini sekaligus menjadi simbol bagaimana ruang kota dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.


Kisah Asif Aziz pun menjadi pengingat bahwa pengalaman pribadi, bahkan yang tidak menyenangkan sekalipun, dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan perubahan yang lebih besar.

Dari sebuah penolakan sederhana saat ingin salat, lahirlah sebuah proyek yang kini berpotensi menjadi salah satu pusat ibadah penting bagi komunitas Muslim di jantung kota London.**DS

Baca juga artikel lainnya :

inggris-perkenalkan-kurikulum-pendidikan-rasa-hormat-sejak-dini-di-sekolah