Laurent Simons, Doktor Termuda Belgia yang Ingin Ciptakan “Super-Human”

Laurent Simons, remaja Belgia berusia 15 tahun, resmi meraih gelar doktor fisika kuantum dan menyatakan ambisi menciptakan super-human melalui peningkatan biologi dan AI medis.

Jan 22, 2026 - 19:50
 0  2
Laurent Simons, Doktor Termuda Belgia yang Ingin Ciptakan “Super-Human”
sumber foto : gg

Eksplora.id - Nama Laurent Simons kembali mencuri perhatian dunia. Remaja asal Belgia ini, yang baru berusia 15 tahun, secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menciptakan “super-human” melalui peningkatan biologi manusia. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia resmi meraih gelar doktor di bidang fisika kuantum dari University of Antwerp.

Laurent mempertahankan disertasi doktoralnya pada 17 November 2025, sebuah pencapaian yang mengukuhkannya sebagai doktor termuda dalam sejarah Belgia dengan rekam jejak akademik yang terdokumentasi secara resmi.

Perjalanan Akademik yang Tak Lazim

Laurent Simons dikenal sebagai anak dengan kecerdasan luar biasa sejak usia sangat muda. Ia tercatat menyelesaikan pendidikan menengah hanya pada usia delapan tahun, jauh melampaui jalur pendidikan konvensional.

Sejak itu, perjalanan akademiknya terus melaju cepat. Berbagai capaian akademik yang diraih Laurent tidak hanya menjadi sensasi media, tetapi juga menarik perhatian komunitas ilmiah internasional.

Fokus Riset: Supersolid dan Superfluid

Dalam riset doktoralnya, Laurent mengkaji sistem supersolid dan superfluid dalam fisika kuantum. Topik ini berada di garis depan penelitian fisika modern, yang berfokus pada perilaku materi dalam kondisi ekstrem dan sifat kuantum yang tidak dapat dijelaskan oleh fisika klasik.

Penelitian tersebut menjadi fondasi ilmiah penting yang kemudian membuka jalan bagi ambisi jangka panjangnya di bidang biologi dan kesehatan manusia.

Dari Fisika Kuantum ke Medis Berbasis AI

Alih-alih berhenti setelah meraih gelar PhD, Laurent langsung melanjutkan program doktor kedua di Munich. Kali ini, fokusnya bergeser ke bidang sains medis berbasis kecerdasan buatan.

Program lanjutan ini dirancang untuk mendukung riset perpanjangan usia sehat manusia. Laurent ingin menggabungkan pemahaman fisika fundamental, biologi, dan teknologi AI untuk mencari cara meningkatkan kualitas hidup dan daya tahan biologis manusia.

Ambisi Menciptakan “Super-Human”

Istilah “super-human” yang digunakan Laurent bukan merujuk pada sosok fiksi dengan kekuatan luar biasa, melainkan manusia yang memiliki sistem biologis lebih sehat, lebih tahan terhadap penyakit, dan memiliki usia produktif yang lebih panjang.

Menurut pandangannya, kemajuan sains dan teknologi memungkinkan manusia untuk memahami tubuhnya secara lebih mendalam dan melakukan peningkatan biologis secara etis dan terukur.

Perdebatan Etika dan Masa Depan Sains

Ambisi Laurent Simons tentu memicu diskusi luas, terutama terkait etika peningkatan biologis manusia. Di satu sisi, riset ini membuka harapan besar dalam bidang kesehatan dan pencegahan penyakit degeneratif. Di sisi lain, muncul pertanyaan tentang batasan moral, akses teknologi, dan dampaknya terhadap kesetaraan sosial.

Meski demikian, langkah Laurent mencerminkan arah baru sains modern yang semakin lintas disiplin dan berani menantang batas-batas konvensional.

Simbol Generasi Ilmuwan Baru

Laurent Simons kini dipandang sebagai simbol generasi ilmuwan muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi besar tentang masa depan manusia. Perjalanannya masih panjang, namun gagasannya telah menempatkannya dalam diskursus global tentang sains, teknologi, dan evolusi manusia.

Apakah ambisi menciptakan “super-human” akan terwujud atau justru memunculkan tantangan baru, dunia kini menanti langkah-langkah berikutnya dari remaja jenius asal Belgia ini.**DS

Baca juga artikel lainnya :

fenomena-klaim-penyembuhan-spiritual-yang-menghebohkan-publik-afrika-selatan