Kisah Haru Stasiun Kyu-Shirataki di Jepang yang Tetap Beroperasi Demi Seorang Siswi SMA

Di Jepang, sebuah kisah inspiratif datang dari Stasiun Kyu-Shirataki di Hokkaido, yang tetap beroperasi selama bertahun-tahun demi satu orang penumpang, seorang siswi SMA yang bergantung pada kereta untuk pergi ke sekolah.

Mar 8, 2025 - 13:40
 0  14
Kisah Haru Stasiun Kyu-Shirataki di Jepang yang Tetap Beroperasi Demi Seorang Siswi SMA
sumber foto : gg

Eksplora.id - Pendidikan adalah hak dasar yang harus dijunjung tinggi oleh setiap negara. Di Jepang, sebuah kisah inspiratif datang dari Stasiun Kyu-Shirataki di Hokkaido, yang tetap beroperasi selama bertahun-tahun demi satu orang penumpang, seorang siswi SMA yang bergantung pada kereta untuk pergi ke sekolah. Kisah ini tidak hanya menyentuh hati banyak orang, tetapi juga menjadi simbol bagaimana Jepang menomorsatukan pendidikan di atas kepentingan ekonomi dan efisiensi bisnis.


Stasiun Sepi yang Hampir Ditutup

Stasiun Kyu-Shirataki terletak di Kota Engaru, Prefektur Hokkaido, sebuah daerah terpencil dengan populasi yang semakin menurun. Dulunya, stasiun ini merupakan bagian dari jalur utama Sekihoku Line, yang menghubungkan beberapa wilayah di Hokkaido. Namun, karena berkurangnya jumlah penumpang akibat urbanisasi, perusahaan kereta api Japan Railways (JR Hokkaido) mempertimbangkan untuk menutup stasiun ini, bersama beberapa stasiun lainnya yang sepi penumpang.

Namun, sebelum keputusan penutupan diambil, pihak JR Hokkaido menyadari bahwa ada seorang siswi SMA yang masih menggunakan kereta di Stasiun Kyu-Shirataki setiap hari untuk pergi ke sekolah. Jika stasiun ditutup, ia tidak akan memiliki sarana transportasi yang memadai untuk menempuh pendidikan.

Menyadari pentingnya akses pendidikan bagi siswi tersebut, JR Hokkaido mengambil keputusan luar biasa: menunda penutupan Stasiun Kyu-Shirataki hingga siswi tersebut lulus SMA.


Jadwal Kereta yang Disesuaikan Demi Seorang Penumpang

Demi mendukung pendidikan siswi tersebut, JR Hokkaido bahkan menyesuaikan jadwal kereta di stasiun ini. Biasanya, jadwal operasional kereta ditentukan berdasarkan kepadatan penumpang dan efisiensi biaya operasional. Namun, di Kyu-Shirataki, jadwal kereta diatur agar sesuai dengan jam sekolah siswi tersebut.

  • Kereta datang di pagi hari untuk mengantarnya ke sekolah.
  • Kereta kembali di sore hari untuk membawanya pulang.

Praktis, stasiun ini hanya melayani dua perjalanan setiap harinya, yang khusus diperuntukkan bagi satu orang penumpang.

Keputusan ini menuai banyak pujian dari masyarakat, baik di Jepang maupun dunia internasional. Banyak yang terharu dengan bagaimana Jepang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, bahkan dengan mempertahankan operasional stasiun yang secara ekonomi dianggap tidak menguntungkan.


Akhir Perjalanan: Stasiun Kyu-Shirataki Ditutup Setelah Siswi Lulus

Setelah bertahun-tahun beroperasi demi satu orang, pada Maret 2016, siswi SMA tersebut akhirnya lulus. Dengan kelulusannya, alasan utama untuk mempertahankan Stasiun Kyu-Shirataki tidak lagi ada, dan JR Hokkaido secara resmi menutup stasiun tersebut, bersama beberapa stasiun lain yang juga sudah lama sepi penumpang.

Meski stasiun ini telah ditutup, kisahnya tetap dikenang sebagai bukti nyata bahwa pendidikan adalah investasi yang harus diutamakan.


Pelajaran Berharga dari Kisah Stasiun Kyu-Shirataki

Kisah ini memberikan banyak pelajaran berharga, tidak hanya bagi Jepang, tetapi juga bagi negara lain:

  1. Pendidikan Adalah Prioritas
    Jepang menunjukkan bahwa pendidikan lebih penting daripada sekadar efisiensi bisnis. Jika akses pendidikan terganggu, maka harus ada solusi yang diberikan, meskipun itu berarti mempertahankan satu stasiun untuk satu orang.

  2. Komitmen Pemerintah dan Swasta dalam Mendukung Pendidikan
    JR Hokkaido sebagai perusahaan swasta tetap mempertimbangkan dampak sosial dari keputusannya. Ini menunjukkan bahwa bisnis dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan.

  3. Kesetiaan pada Tanggung Jawab
    Jepang terkenal dengan budaya tanggung jawabnya, dan ini tercermin dalam bagaimana mereka tetap menjalankan stasiun ini hingga siswi tersebut menyelesaikan pendidikannya.

  4. Inspirasi bagi Negara Lain
    Banyak negara yang masih menghadapi kendala dalam menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil. Kisah ini bisa menjadi contoh bagaimana pemerintah dan sektor swasta bisa bekerja sama untuk memastikan semua anak mendapatkan hak pendidikan yang layak.


Menomorsatukan Pendidikan di Indonesia

Di Indonesia, masih banyak daerah terpencil yang memiliki akses pendidikan terbatas akibat infrastruktur yang belum memadai. Beberapa anak harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki atau menggunakan sarana transportasi yang kurang layak hanya untuk bisa bersekolah.

Kisah Stasiun Kyu-Shirataki dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk lebih memperhatikan akses pendidikan di daerah pelosok. Tidak hanya dengan membangun sekolah, tetapi juga memastikan transportasi yang layak bagi para siswa agar mereka bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman.

Menomorsatukan pendidikan bukan hanya sekadar membangun gedung sekolah, tetapi juga memastikan bahwa setiap anak memiliki akses penuh untuk mendapatkan ilmu tanpa hambatan.

Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk lebih peduli terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda.

Baca juga artikel lainnya :

sekolah di tengah keterbatasan gubuk sederhana yang menjadi cahaya pendidikan di ntt