Hubungan Korupsi dengan Gagalnya Sistem Pendidikan di Indonesia

Korupsi adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan gagalnya sistem pendidikan di Indonesia.

Apr 2, 2025 - 08:59
 0  5
Hubungan Korupsi dengan Gagalnya Sistem Pendidikan di Indonesia
sumber foto : pixabay

Eksplora.id - Korupsi adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan gagalnya sistem pendidikan di Indonesia. Meski pendidikan menjadi sektor prioritas dalam pembangunan bangsa, praktik korupsi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pejabat pemerintah hingga oknum di institusi pendidikan, membuat sistem ini sulit berkembang. Akibatnya, tujuan menciptakan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan menjadi semakin sulit diwujudkan.

1. Pengalihan dan Penyalahgunaan Dana Pendidikan

Salah satu dampak utama korupsi dalam pendidikan adalah penyalahgunaan dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Anggaran pendidikan di Indonesia cukup besar, yakni sekitar 20% dari APBN, tetapi banyak kasus menunjukkan bahwa dana ini tidak sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.

Beberapa bentuk korupsi yang sering terjadi dalam sektor pendidikan meliputi:

  • Mark-up anggaran dalam pengadaan fasilitas sekolah, seperti buku, seragam, dan komputer.

  • Pembangunan infrastruktur sekolah fiktif atau proyek yang tidak sesuai spesifikasi.

  • Pemotongan dana bantuan pendidikan seperti dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang seharusnya diberikan langsung kepada sekolah.

Akibat dari praktik ini, sekolah-sekolah di daerah terpencil masih kekurangan fasilitas, banyak siswa tidak mendapatkan buku pelajaran yang layak, dan kualitas pengajaran menjadi rendah karena minimnya dukungan bagi tenaga pendidik.

2. Rendahnya Kualitas Guru dan Pelatihan yang Tidak Optimal

Guru adalah elemen utama dalam sistem pendidikan, tetapi kualitas pengajaran mereka sangat bergantung pada pelatihan yang mereka terima. Korupsi dalam sektor pendidikan sering kali menyebabkan dana untuk pelatihan guru disalahgunakan atau bahkan tidak sampai kepada mereka.

Selain itu, dalam beberapa kasus, proses rekrutmen guru juga sarat dengan praktik suap dan nepotisme. Banyak guru yang diterima bukan karena kompetensi mereka, tetapi karena memiliki koneksi atau bersedia membayar sejumlah uang. Hal ini berakibat pada kualitas pendidikan yang rendah, karena banyak tenaga pendidik yang tidak memiliki kualifikasi yang memadai untuk mengajar.

3. Biaya Pendidikan yang Semakin Mahal

Korupsi juga membuat biaya pendidikan di Indonesia semakin mahal. Meskipun pemerintah telah mengalokasikan dana pendidikan yang besar, banyak sekolah negeri masih mengenakan biaya tambahan kepada siswa dengan alasan kekurangan dana operasional. Hal ini terjadi karena anggaran yang seharusnya diterima sekolah sering kali terpotong oleh praktik korupsi di tingkat birokrasi.

Dampaknya, banyak anak dari keluarga kurang mampu tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka terpaksa putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya yang seharusnya bisa ditanggung oleh subsidi pemerintah.

4. Menurunnya Prestasi Pendidikan Indonesia

Korupsi dalam dunia pendidikan juga berdampak pada rendahnya kualitas lulusan dan prestasi akademik Indonesia di tingkat global. Beberapa indikasi kegagalan sistem pendidikan akibat korupsi antara lain:

  • Rendahnya skor PISA (Programme for International Student Assessment), yang mengukur kemampuan siswa dalam membaca, matematika, dan sains.

  • Maraknya praktik jual-beli ijazah dan skripsi, yang menunjukkan lemahnya integritas akademik.

  • Berkembangnya budaya "asal lulus", yang mengurangi kualitas SDM Indonesia di dunia kerja.

Korupsi dalam sektor pendidikan adalah masalah serius yang menyebabkan gagalnya sistem pendidikan di Indonesia. Penyalahgunaan anggaran, rendahnya kualitas guru, mahalnya biaya pendidikan, dan buruknya kualitas lulusan menjadi dampak nyata yang harus segera diatasi.

Pemberantasan korupsi dalam pendidikan harus dilakukan dengan meningkatkan transparansi anggaran, memperkuat pengawasan dalam pengelolaan dana, serta membangun sistem rekrutmen guru dan tenaga pendidikan yang lebih bersih dan kompetitif. Jika korupsi dapat diberantas, maka Indonesia bisa membangun sistem pendidikan yang lebih baik dan menghasilkan generasi yang lebih kompeten di masa depan.

Baca juga artikel lainnya :

sekolah wajib di jerman bolos bisa didenda hingga 1000 euro