Asian Youth Games 2025 di Bahrain: Balap Unta Jadi Cabang Olahraga Resmi, Apakah Indonesia Akan Ikut?
Asian Youth Games (AYG) 2025 yang akan digelar di Bahrain pada 21-30 Oktober mendatang dipastikan akan menjadi ajang yang penuh kejutan.

Eksplora.id - Asian Youth Games (AYG) 2025 yang akan digelar di Bahrain pada 21-30 Oktober mendatang dipastikan akan menjadi ajang yang penuh kejutan. Selain mempertandingkan cabang olahraga populer seperti atletik, renang, dan bulu tangkis, ada satu tambahan yang cukup mengejutkan: balap unta.
Balap Unta, Tradisi Timur Tengah yang Masuk Asian Youth Games
Balap unta bukan sekadar olahraga biasa di Timur Tengah, melainkan bagian dari budaya dan tradisi yang sudah berlangsung selama berabad-abad. Di beberapa negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi, balap unta bahkan memiliki kompetisi bergengsi dengan hadiah besar. Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Asian Youth Games, balap unta akan dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi.
Kabar ini dikonfirmasi melalui unggahan akun resmi @noc_indonesia, yang mengumumkan bahwa balap unta resmi masuk dalam daftar olahraga yang akan dipertandingkan di AYG 2025. Keputusan ini menjadi mungkin setelah World Camedis Sports, badan pengelola resmi balap unta di Asia, mendapatkan pengakuan untuk mengatur kompetisi ini di tingkat internasional.
Apakah Indonesia Akan Mengirimkan Atlet?
Meski balap unta kini menjadi cabang olahraga resmi, belum ada kepastian apakah Indonesia akan mengirimkan kontingen untuk ikut serta dalam ajang ini. Sejauh ini, balap unta bukanlah olahraga yang umum dipraktikkan di Indonesia, mengingat faktor geografis dan budaya yang berbeda dengan negara-negara Timur Tengah.
Namun, melihat tren olahraga yang terus berkembang, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia bisa mencari peluang untuk berpartisipasi. Apalagi, beberapa negara non-Timur Tengah seperti Australia dan Jepang pernah menunjukkan minat dalam pengembangan balap unta sebagai olahraga kompetitif.
Pro dan Kontra: Langkah Inovatif atau Hanya Hiburan?
Masuknya balap unta dalam Asian Youth Games 2025 menimbulkan berbagai reaksi dari publik. Beberapa pihak menganggap ini sebagai langkah inovatif yang membuka peluang lebih luas bagi olahraga berbasis budaya lokal untuk mendapatkan pengakuan global. Namun, ada juga yang mempertanyakan apakah olahraga ini benar-benar bisa menjadi ajang kompetitif yang setara dengan cabang olahraga lain seperti atletik atau renang.
Selain itu, isu kesejahteraan hewan juga menjadi perhatian. Dalam beberapa kompetisi balap unta tradisional, terdapat laporan mengenai eksploitasi unta dan penggunaan joki anak-anak, meskipun kini banyak negara sudah beralih ke penggunaan robot joki untuk memastikan perlombaan berlangsung lebih etis.
Menanti Kejutan di Asian Youth Games 2025
Dengan semakin dekatnya Asian Youth Games 2025, dunia olahraga kini menanti bagaimana penyelenggaraan balap unta di ajang multinasional ini. Apakah olahraga ini akan menjadi daya tarik baru yang sukses menarik perhatian global? Atau justru hanya menjadi elemen hiburan yang tidak bertahan lama di kompetisi internasional?
Bagaimana menurut kalian? Haruskah Indonesia mencoba peruntungan di balap unta, atau lebih baik fokus pada cabang olahraga lain yang sudah lebih familiar?
Baca juga artikel lainnya :
peternak kecil terjebak jebakan cash flow solusi nyata dibutuhkan