Donald Trump Keluarkan Perintah Eksekutif untuk Kembali Gunakan Sedotan Plastik

Pada Senin (10 Februari), Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan lembaga federal untuk menghentikan pembelian dan penyediaan sedotan kertas.

Feb 26, 2025 - 13:30
 0  12
Donald Trump Keluarkan Perintah Eksekutif untuk Kembali Gunakan Sedotan Plastik
sumber foto : gg

Eksplora.id - Pada Senin (10 Februari), Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan lembaga federal untuk menghentikan pembelian dan penyediaan sedotan kertas. Sebelumnya, kebijakan sedotan kertas diterapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi limbah plastik serta dampak negatifnya terhadap lingkungan, terutama pencemaran laut akibat plastik sekali pakai. Namun, Trump berpendapat bahwa sedotan kertas "tidak berfungsi" dan mudah rusak. Sebagai gantinya, ia mendorong penggunaan kembali sedotan plastik di seluruh gedung pemerintahan.

"Ini adalah situasi yang konyol. Kita akan kembali menggunakan sedotan plastik," kata Trump saat menandatangani perintah eksekutif yang membatalkan aturan sebelumnya yang mendukung sedotan kertas dan membatasi penggunaan sedotan plastik. Dalam perintah tersebut, lembaga-lembaga federal diperintahkan untuk menghentikan pembelian sedotan kertas dan memastikan bahwa sedotan tersebut tidak lagi tersedia di gedung pemerintahan.

Dampak Kebijakan Baru Trump

Langkah ini membatalkan upaya pemerintahan Biden sebelumnya yang berencana menghapus penggunaan sedotan plastik dan plastik sekali pakai lainnya secara bertahap hingga 2027 untuk mengurangi polusi plastik. Studi menunjukkan bahwa sekitar 8 juta metrik ton plastik memasuki lautan setiap tahunnya, dengan sedotan plastik menjadi salah satu penyumbang utama limbah laut. Mikroplastik dari produk ini juga dapat mencemari ekosistem laut dan mengancam kehidupan biota seperti penyu dan burung laut.

Tanggapan Beragam dari Berbagai Pihak

Keputusan Trump ini memicu reaksi beragam. Para pendukungnya, termasuk kelompok bisnis dan restoran cepat saji, menyambut baik kebijakan ini dengan alasan bahwa sedotan plastik lebih tahan lama dan nyaman digunakan. Sebaliknya, kelompok lingkungan hidup seperti Greenpeace dan Ocean Conservancy mengecam keputusan tersebut, dengan menyatakan bahwa peningkatan penggunaan sedotan plastik akan memperburuk pencemaran laut dan merusak ekosistem.

"Ini adalah langkah mundur dalam upaya global mengurangi polusi plastik," ujar juru bicara Greenpeace. Di sisi lain, para pendukung Trump menganggap kebijakan ini sebagai langkah realistis yang mengutamakan efisiensi. Meski menuai kritik, Trump tetap teguh dengan keputusannya, menegaskan bahwa sedotan plastik lebih praktis dan tahan lama dibandingkan alternatif yang ada saat ini.

Perintah eksekutif ini menunjukkan perubahan arah kebijakan lingkungan di bawah kepemimpinan Trump. Dengan kebijakan ini, sedotan plastik kembali digunakan di gedung-gedung pemerintahan, menggantikan sedotan kertas yang dianggap tidak efektif. Namun, dampaknya terhadap lingkungan dan reaksi dari berbagai pihak menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi perdebatan yang akan terus berlanjut.

Baca juga artikel lainnya :

inovasi-anak muda indonesia paving blok dari sampah plastik tertolak