Badai Salju Mematikan Melanda AS, Suhu Turun hingga Minus 51 Derajat Celsius

Baru-baru ini, Amerika Serikat (AS) kembali dilanda badai salju dahsyat yang melumpuhkan wilayah bagian tengah dan timur.

Feb 22, 2025 - 18:56
 0  23
Badai Salju Mematikan Melanda AS, Suhu Turun hingga Minus 51 Derajat Celsius
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Baru-baru ini, Amerika Serikat (AS) kembali dilanda badai salju dahsyat yang melumpuhkan wilayah bagian tengah dan timur. Bencana musim dingin ini telah menewaskan sedikitnya 14 orang akibat suhu ekstrem, angin kencang, serta kondisi jalan yang sangat berbahaya.

Rekor Suhu Ekstrem di Beberapa Wilayah

Layanan Cuaca Nasional (NWS) melaporkan bahwa pada Senin (17/2) waktu setempat, badai musim dingin ini membawa udara Arktik yang menyebabkan rekor suhu dingin. Di Montana dan North Dakota, suhu dengan angin dingin tercatat mencapai minus 51 derajat Celsius, menciptakan kondisi berbahaya bagi manusia dan hewan.

Dampak Luas di Sejumlah Negara Bagian

NWS memperingatkan bahwa cuaca ekstrem ini akan berdampak luas, dengan suhu turun drastis di wilayah dataran tengah, pesisir timur, hingga pantai Teluk bagian selatan. Selain itu, badai ini disertai dengan angin kencang serta hujan salju lebat, yang semakin memperparah kondisi di berbagai negara bagian.

Peringatan dan Upaya Penanganan

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak. Di beberapa wilayah, layanan darurat mengalami peningkatan permintaan akibat banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh jalanan licin dan tertutup salju.

Sementara itu, ribuan rumah dan bisnis mengalami pemadaman listrik, membuat tantangan semakin berat bagi penduduk yang berjuang menghadapi suhu ekstrem. Pemerintah telah menyiapkan tempat penampungan darurat untuk membantu mereka yang terkena dampak terburuk dari badai ini.

Perkembangan Terkini dan Perkiraan Cuaca

Pihak berwenang masih melakukan upaya pemulihan, termasuk memperbaiki jaringan listrik yang terdampak serta membersihkan jalan dari tumpukan salju tebal.

Badai salju ini terjadi setelah serangkaian bencana cuaca lainnya, termasuk banjir dan angin kencang, yang telah melanda beberapa bagian AS dalam beberapa pekan terakhir. Para ahli meteorologi memperkirakan bahwa cuaca ekstrem ini dapat bertahan selama beberapa hari ke depan, meningkatkan risiko korban jiwa dan gangguan infrastruktur.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari otoritas setempat guna menghindari risiko lebih lanjut akibat badai musim dingin yang mematikan ini.

Baca juga artikel lainnya :

bandung kota paling macet di indonesia apa penyebab dan solusinya