Sri Mulyani Resmi Masuk Dewan Direksi Gates Foundation

Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation. Pengalaman globalnya dinilai sejalan dengan visi yayasan dalam mendorong pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Jan 15, 2026 - 02:26
 0  2
Sri Mulyani Resmi Masuk Dewan Direksi Gates Foundation
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Penunjukan Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation menandai babak baru dalam perjalanan global seorang mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Setelah puluhan tahun berkiprah di pemerintahan dan lembaga internasional, Sri Mulyani kini melanjutkan pengaruhnya dari luar struktur negara, namun tetap berada di jantung pengambilan keputusan dunia.

Gates Foundation, lembaga filantropi global milik Bill Gates, dikenal sebagai salah satu organisasi dengan pengaruh terbesar dalam isu kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan. Masuknya Sri Mulyani ke jajaran direksi bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas rekam jejak panjangnya dalam merancang kebijakan ekonomi yang berpihak pada kelompok rentan dan berorientasi jangka panjang.


Dari Menteri Keuangan ke Figur Global

Sebagai mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dikenal luas sebagai arsitek kebijakan fiskal yang disiplin namun adaptif. Selama masa jabatannya, ia berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah krisis global, pandemi, hingga tekanan geopolitik. Pendekatan kebijakannya yang berbasis data, kehati-hatian fiskal, dan keberpihakan sosial menjadi ciri khas yang diakui dunia internasional.

Pengalaman ini melengkapi kiprahnya sebelumnya sebagai Managing Director Bank Dunia, menjadikannya salah satu ekonom Indonesia dengan pengaruh global paling kuat. Tidak mengherankan jika Gates Foundation melihat Sri Mulyani sebagai figur yang memahami tantangan negara berkembang dari sisi kebijakan, pembiayaan, hingga tata kelola.


Alasan Gates Foundation Memilih Sri Mulyani

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menegaskan bahwa kepemimpinan Sri Mulyani dinilai krusial untuk memastikan sumber daya yayasan digunakan secara efektif dan berdampak nyata. Yayasan ini tidak hanya menyalurkan dana filantropi, tetapi juga membentuk arah kebijakan global melalui riset, kemitraan, dan advokasi.

Dalam konteks ini, perspektif Sri Mulyani sebagai mantan pengambil kebijakan negara berkembang menjadi aset strategis. Ia memahami bahwa bantuan dan investasi sosial tidak cukup hanya besar secara nominal, tetapi harus selaras dengan sistem nasional, kapasitas institusi, dan realitas sosial-ekonomi di lapangan.


Legacy Pasca-Jabatan Publik

Penunjukan ini memperlihatkan bahwa pengaruh seorang pejabat publik tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir. Dalam kasus Sri Mulyani, legacy justru berlanjut dalam bentuk kontribusi global yang lebih luas. Dari mengelola APBN negara, kini ia ikut menentukan arah pendanaan dan strategi pembangunan lintas negara.

Ia akan bekerja bersama jajaran tokoh global lainnya seperti Bill Gates, Mark Suzman, Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, dan Thomas J. Tierney. Posisi ini menempatkan Sri Mulyani sebagai salah satu representasi negara berkembang dalam forum filantropi global yang selama ini banyak didominasi perspektif negara maju.


Indonesia di Mata Dunia

Meski kini berkiprah di luar pemerintahan, keberadaan Sri Mulyani di Dewan Gates Foundation tetap membawa resonansi bagi Indonesia. Ini menunjukkan bahwa figur kebijakan dari Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat global, bukan hanya sebagai pelaksana, tetapi sebagai penentu arah.

Bagi banyak pengamat, langkah ini juga memberi pesan penting: investasi terbesar sebuah negara bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi pada kualitas manusianya. Legacy Sri Mulyani menjadi contoh bagaimana integritas, kompetensi, dan konsistensi kebijakan dapat membuka pintu pengaruh global bahkan setelah jabatan resmi berakhir.**DS

Baca juga artikel lainnya :

sri-mulyani-jadi-world-leaders-fellow-di-oxford-mulai-2026