Sekolah Maung Jawa Barat 2026: Strategi Pendidikan Vokasi untuk Mencetak Manusia Unggul

Sekolah Maung Jawa Barat 2026 hadir sebagai pendidikan vokasi unggulan dengan enam jurusan strategis untuk mencetak manusia unggul dan siap kerja.

Jan 25, 2026 - 23:59
 0  1
Sekolah Maung Jawa Barat 2026: Strategi Pendidikan Vokasi untuk Mencetak Manusia Unggul
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana meluncurkan sebuah program pendidikan baru bertajuk Sekolah Maung (Manusia Unggul) pada tahun 2026. Program ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui kanal YouTube pribadinya pada 3 Januari 2026. Kehadiran Sekolah Maung diproyeksikan menjadi terobosan dalam sistem pendidikan vokasi daerah yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan dan dunia kerja masa depan.

Sekolah Maung dirancang bukan sebagai sekolah umum konvensional, melainkan sebagai lembaga pendidikan vokasi unggulan yang fokus pada penguasaan keterampilan praktis, karakter, dan kesiapan kerja. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun sumber daya manusia yang kompetitif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Konsep Sekolah Maung: Pendidikan Berbasis Kebutuhan Daerah

Sekolah Maung mengusung konsep pendidikan berbasis potensi wilayah dan kebutuhan industri. Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia memiliki tantangan besar dalam penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, pendidikan vokasi dipandang sebagai solusi strategis untuk menjembatani dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri.

Menurut Dedi Mulyadi, Sekolah Maung akan menjadi tempat lahirnya manusia unggul yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga etos kerja, disiplin, dan kepemimpinan yang kuat. Pendidikan diarahkan agar lulusan siap langsung terjun ke sektor-sektor produktif yang menjadi kekuatan ekonomi Jawa Barat.

Enam Jurusan Strategis Sekolah Maung

Dalam tahap awal, Sekolah Maung akan membuka enam jurusan utama yang dinilai strategis dan memiliki prospek jangka panjang. Keenam jurusan tersebut meliputi Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan.

Jurusan Teknologi Informasi disiapkan untuk menjawab kebutuhan transformasi digital dan ekonomi berbasis teknologi. Sektor otomotif dan elektro difokuskan pada penguatan industri manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung Jawa Barat. Sementara itu, pertanian dan kelautan dikembangkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan ketahanan pangan. Adapun jurusan olahraga diarahkan pada pembinaan atlet dan industri olahraga yang semakin berkembang.

Target Mencetak SDM Unggul dan Siap Kerja

Melalui Sekolah Maung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata. Pendidikan dirancang agar peserta didik memiliki keahlian spesifik, sertifikasi, serta pengalaman praktik yang memadai.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara lulusan sekolah dan kebutuhan pasar kerja. Dengan keterampilan yang relevan, lulusan Sekolah Maung diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komitmen Anggaran dan Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab, terutama dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh dilakukan secara serampangan dan tidak boleh membebani generasi mendatang.

Untuk merealisasikan Sekolah Maung, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun. Anggaran tersebut direncanakan untuk pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas praktik, pengadaan tenaga pendidik profesional, serta pengembangan kurikulum berbasis industri.

Harapan Dukungan Pemerintah Pusat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap Sekolah Maung tidak hanya menjadi program daerah, tetapi juga mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat besarnya kebutuhan anggaran serta urgensi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara nasional.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Sekolah Maung diharapkan menjadi model pendidikan vokasi unggulan yang dapat direplikasi di daerah lain. Program ini juga sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat pendidikan vokasi dan menciptakan tenaga kerja yang kompeten.

Rencana peluncuran Sekolah Maung pada 2026 menandai langkah ambisius Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih relevan dan berdampak nyata. Dengan fokus pada keterampilan, karakter, dan potensi daerah, Sekolah Maung diharapkan mampu melahirkan manusia unggul yang siap menjawab tantangan pembangunan dan dunia kerja di masa depan.**DS

Baca juga artikel lainnya :

madrasah-ibtidaiyah-negeri-3-sumba-timur-ruang-belajar-multikultural-yang-menjaga-toleransi-sejak-dini