Mandai Tumis, Kuliner Unik Khas Banjar yang Bikin Kangen

Mandai tumis khas Banjar adalah olahan unik dari kulit cempedak yang difermentasi, menghadirkan cita rasa khas Kalimantan Selatan dengan perpaduan gurih, asam, dan aroma rempah yang menggoda.

Jan 9, 2026 - 12:47
 0  2
Mandai Tumis, Kuliner Unik Khas Banjar yang Bikin Kangen
sumber foto : gg

Eksplora.id - Kalau bicara kuliner khas Banjar, Kalimantan Selatan, nama mandai tumis hampir selalu masuk daftar wajib. Makanan ini terbilang unik karena bahan utamanya bukan daging buah, melainkan kulit cempedak yang difermentasi. Dari bahan yang sering dianggap limbah, masyarakat Banjar justru menciptakan sajian bercita rasa khas dan bernilai tinggi.

Mandai bukan sekadar makanan, tapi juga bukti kearifan lokal dalam memanfaatkan alam secara maksimal.


Dari Kulit Cempedak Menjadi Mandai

Proses pembuatan mandai dimulai dari kulit cempedak bagian dalam yang berwarna putih. Kulit ini direndam dalam air garam selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan rasa asam khas dan aroma unik yang menjadi ciri utama mandai.

Semakin lama difermentasi, rasa mandai akan semakin kuat. Di beberapa daerah, mandai bahkan disimpan berbulan-bulan sebagai stok lauk.


Mandai Tumis, Favorit Banyak Orang

Dari berbagai olahan mandai, mandai tumis adalah yang paling populer. Mandai yang telah difermentasi dicuci bersih, lalu ditumis dengan bumbu sederhana namun kaya rasa, seperti:

  • bawang merah

  • bawang putih

  • cabai

  • terasi

  • daun salam atau serai

Beberapa orang menambahkan ikan asin, udang, atau telur untuk memperkaya rasa. Hasilnya adalah hidangan dengan perpaduan gurih, asam, pedas, dan sedikit pahit yang justru bikin nagih.


Cita Rasa yang Tidak Biasa, Tapi Autentik

Bagi yang baru pertama mencoba, mandai tumis mungkin terasa “aneh”. Teksturnya kenyal, aromanya khas fermentasi, dan rasanya kompleks. Tapi justru di situlah keistimewaannya.

Mandai tumis paling nikmat disantap dengan nasi putih hangat dan sambal sederhana. Sekali cocok, banyak orang mengaku ketagihan.


Simbol Kreativitas dan Ketahanan Pangan Lokal

Mandai mencerminkan bagaimana masyarakat Banjar beradaptasi dengan lingkungan. Saat musim cempedak tiba dan buah melimpah, kulitnya tidak dibuang, melainkan diolah menjadi makanan tahan lama.

Di tengah tren pangan berkelanjutan, mandai kembali relevan sebagai contoh kuliner tradisional yang:

  • minim limbah

  • berbasis fermentasi alami

  • kaya rasa dan sejarah


Mandai, Warisan Rasa dari Kalimantan Selatan

Mandai tumis bukan sekadar lauk rumahan, tapi identitas kuliner Banjar. Ia hadir di meja makan sehari-hari, acara keluarga, hingga dikenalkan sebagai kekayaan kuliner daerah kepada wisatawan.

Dari kulit cempedak yang difermentasi, lahirlah rasa yang tak terlupakan. Mandai membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia selalu punya cerita, teknik, dan kearifan yang layak dijaga.**DS

Baca juga artikel lainnya :

telok-ukan-kuliner-langka-khas-palembang-yang-muncul-di-momen-spesial