Kongthong: Desa Siulan di Meghalaya, India, yang Penuh Keajaiban Budaya
Di sudut timur laut India, tersembunyi sebuah desa yang begitu unik hingga terdengar seperti dongeng. Namanya Kongthong, terletak di negara bagian Meghalaya.
Eksplora.id - Di sudut timur laut India, tersembunyi sebuah desa yang begitu unik hingga terdengar seperti dongeng. Namanya Kongthong, terletak di negara bagian Meghalaya. Yang membuat desa ini begitu istimewa adalah cara penduduknya berkomunikasi—bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan siulan!
Tradisi “Jingrwai Iawbei”: Lagu yang Menjadi Identitas
Di Kongthong, setiap anak yang lahir akan diberikan dua nama oleh ibunya:
- Nama resmi yang digunakan dalam dokumen.
- Nama berbentuk melodi yang dikenal sebagai Jingrwai Iawbei.
Jingrwai Iawbei berarti "lagu nenek moyang" dalam bahasa Khasi, suku asli yang mendiami desa ini. Setiap ibu akan menciptakan melodi khusus untuk anaknya, yang akan menjadi cara mereka dipanggil dalam kehidupan sehari-hari. Nada ini unik bagi setiap individu, sehingga bisa dianggap sebagai nama dalam bentuk musik.
Ketika seseorang berjalan melewati desa ini, Anda tidak hanya akan mendengar suara manusia berbicara, tetapi juga alunan nada yang menggema di antara perbukitan. Suara siulan ini berfungsi layaknya panggilan pribadi yang hanya dimiliki satu orang di dunia.
Mengapa Masyarakat Kongthong Menggunakan Siulan?
Tradisi unik ini diyakini sudah ada sejak berabad-abad lalu dan berkembang sebagai bentuk komunikasi yang efektif di wilayah perbukitan Meghalaya yang luas. Dengan menggunakan siulan, suara bisa mencapai jarak lebih jauh dibandingkan dengan panggilan biasa, terutama saat mencari seseorang di ladang atau hutan.
Lebih dari sekadar sarana komunikasi, siulan ini juga dianggap sebagai bentuk kasih sayang. Karena melodi diciptakan oleh sang ibu, suara ini menjadi simbol ikatan mendalam antara ibu dan anak.
Warisan Budaya yang Diakui Dunia
Keunikan Kongthong menarik perhatian dunia internasional. Desa ini telah masuk dalam daftar "Best Tourism Villages" oleh UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia PBB) pada tahun 2021. Penghargaan ini diberikan kepada desa-desa yang mempertahankan budaya lokalnya sambil mendorong pariwisata berkelanjutan.
Selain tradisi siulan, Kongthong juga menawarkan keindahan alam luar biasa, dengan perbukitan hijau, lembah yang masih alami, dan budaya masyarakat Khasi yang masih terjaga dengan baik.
Mengunjungi Kongthong: Pengalaman yang Tak Terlupakan
Bagi para pencinta budaya dan alam, Kongthong adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Desa ini dapat dicapai dengan perjalanan darat sekitar 3-4 jam dari Shillong, ibu kota Meghalaya. Saat berkunjung, wisatawan bisa:
- Mendengar langsung penduduk saling memanggil dengan siulan unik mereka.
- Menikmati keindahan alam Meghalaya yang masih alami.
- Mencoba kuliner khas suku Khasi yang autentik.
- Mengenal lebih dekat budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Kongthong adalah bukti bahwa di dunia modern ini, masih ada komunitas yang menjaga tradisi leluhur mereka dengan bangga. Desa ini bukan hanya sekadar tempat di peta, tetapi sebuah warisan hidup yang bernyanyi dalam melodi alam.
Jika Anda pernah bermimpi mengunjungi tempat yang terasa seperti dunia lain, Kongthong adalah jawabannya!
Baca juga artikel lainnya :
sejarah high heels awalnya diciptakan untuk laki-laki