Sejarah UMKM di Indonesia Dari Masa ke Masa

Dec 30, 2024 - 01:50
 0  23
Sejarah UMKM di Indonesia Dari Masa ke Masa

Eksplora.id - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Sebagai sektor yang mendominasi jumlah unit usaha di Indonesia, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pendapatan nasional. Perjalanan sejarah UMKM di Indonesia pun mencerminkan dinamika perubahan sosial, ekonomi, dan kebijakan yang berkembang di tanah air.

1. Masa Kolonial: Usaha Kecil sebagai Penopang Ekonomi Lokal

Pada masa penjajahan Belanda, UMKM di Indonesia banyak berkembang secara tradisional, terutama dalam bentuk usaha pertanian, kerajinan, dan perdagangan kecil. Belanda lebih fokus pada eksploitasi sumber daya alam besar melalui perkebunan, tetapi di sisi lain, masyarakat lokal tetap mempertahankan usaha kecil mereka sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Usaha kecil ini sering kali melibatkan kerajinan tangan, pertanian skala kecil, dan perdagangan antarpulau. Namun, meskipun jumlahnya banyak, UMKM pada masa itu terpinggirkan oleh kebijakan kolonial yang lebih memprioritaskan ekonomi untuk kepentingan Belanda. Oleh karena itu, meskipun ada banyak UMKM, pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia masih terbatas.

2. Masa Kemerdekaan: Kebangkitan UMKM Pasca Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, sektor UMKM mulai mendapat perhatian. Pemerintah Indonesia, yang baru terbentuk, menyadari pentingnya UMKM dalam memulihkan ekonomi negara yang porak-poranda akibat perang kemerdekaan. Oleh karena itu, banyak kebijakan yang dibuat untuk mendukung keberadaan usaha kecil dan menengah. Pada masa ini, UMKM menjadi salah satu sektor yang penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Banyak usaha kecil mulai berkembang dengan fokus pada sektor pertanian, perdagangan, dan kerajinan tangan. Salah satu langkah penting adalah pembentukan koperasi sebagai wadah bagi UMKM untuk berkumpul dan mengembangkan usaha mereka, meskipun akses terhadap modal dan pasar masih terbatas.

3. Masa Orde Baru: Regulasinya yang Membatasi namun Mendorong Perkembangan

Pada masa Orde Baru (1966-1998), perekonomian Indonesia berkembang pesat dengan mengandalkan sektor industri besar dan ekspor. Namun, UMKM tetap menjadi sektor yang penting meskipun perhatian terhadapnya terbatas. Pemerintah Orde Baru lebih banyak memberi dukungan kepada perusahaan besar dan menengah, sementara UMKM seringkali dipandang sebagai usaha yang kurang efisien. Meski begitu, era ini juga menyaksikan peningkatan dalam pengembangan industri kerajinan tangan dan makanan olahan. Banyak UMKM yang mampu berkembang berkat adanya akses terhadap bantuan pemerintah, meskipun regulasi yang ada lebih mengutamakan usaha besar. Terlebih lagi, pada periode ini, kredit usaha rakyat (KUR) mulai diperkenalkan sebagai upaya untuk memberikan pembiayaan kepada sektor UMKM.

4. Masa Reformasi: Meningkatnya Perhatian Terhadap UMKM

Setelah jatuhnya rezim Orde Baru, Indonesia memasuki era Reformasi pada akhir 1990-an. Dalam periode ini, sektor UMKM mendapat perhatian yang lebih besar dari pemerintah. Dengan munculnya krisis moneter pada 1997-1998, UMKM dianggap sebagai sektor yang lebih tahan terhadap goncangan ekonomi, karena banyak usaha ini didasarkan pada sumber daya lokal dan berskala kecil. Pemerintah Indonesia mulai mengeluarkan kebijakan yang lebih mendukung pertumbuhan UMKM, termasuk pemberian bantuan modal, pelatihan, dan akses pasar. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pun diperluas, sehingga semakin banyak UMKM yang bisa mengakses pembiayaan dengan bunga rendah.

5. Masa Kini: Digitalisasi dan Peran UMKM dalam Ekonomi Digital

Pada abad ke-21, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar bagi UMKM Indonesia. Dengan semakin banyaknya platform e-commerce dan aplikasi digital, UMKM kini dapat memperluas jangkauan pasarnya baik di tingkat nasional maupun internasional. Geliat UMKM di era digital ini didorong oleh kemudahan akses ke internet, teknologi komunikasi, dan aplikasi pembayaran digital yang mempermudah transaksi. Pemerintah juga terus memberikan perhatian melalui berbagai kebijakan, seperti penyediaan pelatihan digital untuk pelaku UMKM dan penyederhanaan perizinan usaha. UMKM kini menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh revolusi digital, namun juga mendapatkan peluang yang besar. Berbagai produk lokal seperti makanan khas daerah, fashion, dan kerajinan tangan kini memiliki pasar yang lebih luas berkat internet. Selain itu, UMKM juga berperan dalam mendukung ekonomi inklusif dengan memberikan kesempatan usaha kepada kelompok masyarakat yang sebelumnya terpinggirkan, seperti perempuan dan masyarakat di daerah pedesaan.

6. Tantangan dan Prospek UMKM ke Depan

Meskipun UMKM Indonesia berkembang pesat, tantangan masih ada, seperti rendahnya kualitas produk, keterbatasan akses terhadap pembiayaan, dan kurangnya keterampilan manajerial. Selain itu, persaingan yang semakin ketat dengan perusahaan besar dan global juga menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM. Namun, dengan adanya dukungan teknologi, kebijakan pemerintah yang terus berkembang, serta kreativitas pelaku usaha, UMKM Indonesia memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berperan penting dalam perekonomian nasional. Ke depan, sektor ini diharapkan mampu menjadi pilar yang kokoh dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Sejarah UMKM di Indonesia mencerminkan perjalanan panjang dari usaha kecil yang tradisional hingga usaha yang modern dengan pemanfaatan teknologi. Dengan kontribusi yang besar terhadap perekonomian, UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja, mendukung perekonomian lokal, dan mendorong perkembangan ekonomi digital. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan dukungan agar UMKM Indonesia dapat berkembang pesat dan lebih kompetitif di pasar global.