Jumlah TKA di Jawa Tengah Meningkat, Kawasan Industri Jadi Magnet Utama

Jumlah tenaga kerja asing di Jawa Tengah meningkat seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri. Dominasi TKA asal China dan kewajiban alih teknologi menjadi sorotan publik.

Jan 15, 2026 - 01:10
 0  3
Jumlah TKA di Jawa Tengah Meningkat, Kawasan Industri Jadi Magnet Utama
sumber foto : gg

Eksplora.id - Pergerakan tenaga kerja asing (TKA) di Jawa Tengah kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah per Sabtu, 10 Januari 2026, tercatat sebanyak 22.338 tenaga kerja asing bekerja secara resmi di provinsi ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, pekerja asal China masih mendominasi dengan jumlah mencapai 12.358 orang, disusul tenaga kerja dari Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara lainnya. Kehadiran mereka sebagian besar berkaitan langsung dengan investasi asing dan proyek industri berskala besar yang tengah berkembang di Jawa Tengah.

Kawasan Industri Baru Jadi Daya Tarik

Pesatnya pertumbuhan kawasan industri menjadi faktor utama meningkatnya jumlah TKA. Beberapa wilayah yang kini berkembang cepat antara lain Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), kawasan industri di Jepara, serta Jateng Land Demak. Kawasan-kawasan ini menjadi magnet bagi investor asing, terutama di sektor manufaktur, energi, dan industri berbasis teknologi.

Masuknya investasi asing otomatis diikuti dengan kebutuhan tenaga ahli dari negara asal investor. Umumnya, TKA yang datang mengisi posisi teknis, manajerial, atau spesialis yang belum sepenuhnya tersedia di pasar tenaga kerja lokal.

Transfer Ilmu Jadi Kewajiban

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kehadiran TKA tidak boleh berdiri sendiri. Setiap tenaga kerja asing wajib melakukan alih teknologi dan transfer keahlian kepada pekerja lokal. Dalam praktiknya, para TKA harus didampingi oleh tenaga kerja Indonesia yang nantinya diharapkan mampu mengisi posisi strategis tersebut secara mandiri.

Kebijakan ini bertujuan agar keberadaan industri asing tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Dengan demikian, manfaat investasi dapat dirasakan dalam jangka panjang, bukan sekadar membuka pabrik dan menyerap tenaga kerja sementara.

Tidak Hanya di Pabrik, Ada Juga di Dunia Pendidikan

Menariknya, TKA di Jawa Tengah tidak hanya bekerja di sektor industri dan manufaktur. Sebagian di antaranya tercatat bekerja sebagai guru bahasa asing, pengajar matematika, dan tenaga pendidik lain di sekolah internasional. Peran ini dinilai penting untuk mendukung standar pendidikan global yang diterapkan lembaga pendidikan tertentu.

Meski demikian, keberadaan TKA di sektor pendidikan juga tetap berada di bawah pengawasan ketat agar tidak melanggar ketentuan ketenagakerjaan dan keimigrasian.

Pengawasan Diperketat, Legalitas Jadi Fokus

Disnakertrans Jawa Tengah menegaskan bahwa seluruh TKA yang tercatat merupakan tenaga kerja dengan izin resmi. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan, mulai dari dokumen kerja, masa tinggal, hingga kesesuaian jabatan dengan izin yang diberikan.

Pemerintah daerah bekerja sama dengan instansi terkait untuk mencegah potensi penyalahgunaan izin kerja dan memastikan bahwa tenaga kerja asing benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.

Antara Peluang dan Kekhawatiran Masyarakat

Di tengah meningkatnya jumlah TKA, respons masyarakat pun beragam. Di satu sisi, pertumbuhan industri membawa dampak positif berupa peningkatan ekonomi daerah, infrastruktur, dan lapangan kerja. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran soal persaingan kerja dan dominasi tenaga asing di wilayah tertentu.

Pemerintah menegaskan bahwa tenaga kerja lokal tetap menjadi prioritas utama. Kehadiran TKA diposisikan sebagai pendukung percepatan industri, bukan pengganti tenaga kerja dalam negeri.

Industri Tumbuh, Tantangan Ikut Mengiringi

Lonjakan tenaga kerja asing di Jawa Tengah mencerminkan satu hal: provinsi ini kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri nasional. Tantangannya ke depan adalah memastikan pertumbuhan tersebut berjalan seimbang, inklusif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Dengan pengawasan ketat, kewajiban transfer ilmu, serta peningkatan kualitas SDM lokal, keberadaan TKA diharapkan menjadi bagian dari proses pembangunan jangka panjang, bukan sumber masalah baru.

Bagaimana dengan di daerahmu? Apakah kawasan industri baru juga mulai bermunculan dan menghadirkan wajah-wajah pekerja asing di sekitarmu?.**DS

Baca juga artikel lainnya :

fenomena-unik-di-china-lebih-dari-70000-driver-delivery-bergelar-s2-hingga-doktor