Prabowo Siapkan Kampus Kedokteran Gratis untuk Atasi Krisis Dokter Nasional

Presiden Prabowo Subianto merencanakan pendirian kampus kedokteran gratis yang dibiayai negara sebagai solusi krisis kekurangan dokter di Indonesia dan pemerataan akses pendidikan tinggi.

Jan 15, 2026 - 01:14
 0  2
Prabowo Siapkan Kampus Kedokteran Gratis untuk Atasi Krisis Dokter Nasional
sumber foto : pixabay

Eksplora.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk membuka kampus-kampus kedokteran gratis yang sepenuhnya dibiayai oleh negara. Kebijakan ini digadang-gadang menjadi langkah konkret untuk menjawab krisis kekurangan dokter yang selama ini membayangi sistem kesehatan nasional.

Indonesia saat ini menghadapi ketimpangan serius dalam distribusi tenaga medis, terutama di daerah terpencil dan kawasan perbatasan. Menurut Prabowo, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan wacana, kritik, atau perdebatan panjang, melainkan membutuhkan keputusan politik yang tegas dan berani.

Disampaikan Saat Peresmian Sekolah Rakyat

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Prabowo menilai bahwa kekurangan ratusan ribu dokter tidak mungkin diatasi jika pendidikan kedokteran tetap mahal dan hanya bisa diakses oleh kelompok masyarakat tertentu. Karena itu, pembiayaan penuh oleh negara dinilai sebagai jalan keluar paling rasional dan berkeadilan.

Kampus Gratis, Bukan Sekadar Subsidi

Berbeda dengan skema beasiswa terbatas, kampus kedokteran yang direncanakan ini akan bebas biaya pendidikan secara total, mulai dari uang kuliah hingga fasilitas pendukung utama. Dengan konsep ini, negara mengambil peran langsung sebagai investor sumber daya manusia, bukan sekadar pemberi bantuan parsial.

Prabowo menegaskan bahwa kebutuhan dokter adalah kebutuhan strategis nasional. Jika negara mampu membiayai infrastruktur dan pertahanan, maka investasi di bidang kesehatan dan pendidikan tidak boleh dianggap sebagai beban.

Tidak Hanya Kedokteran, Bidang Strategis Lain Menyusul

Selain kampus kedokteran, pemerintah juga merancang pembukaan kampus teknik dan bidang strategis lainnya. Fokusnya adalah mencetak tenaga ahli di sektor-sektor yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional, seperti rekayasa, teknologi, dan industri strategis.

Semua kampus tersebut dirancang terbuka untuk seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi, asal daerah, maupun status sosial keluarga.

Pendidikan Gratis sebagai Keberpihakan Negara

Bagi Prabowo, pendidikan gratis bukan sekadar program populis, melainkan bentuk keberpihakan nyata negara kepada rakyat kecil. Ia menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu—termasuk anak buruh, petani, bahkan pemulung—harus memiliki peluang yang sama untuk menjadi dokter, insinyur, atau pemimpin masa depan.

Menurutnya, kecerdasan dan potensi tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga. Tugas negara adalah membuka pintu dan memastikan tidak ada talenta yang terbuang hanya karena keterbatasan biaya.

Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Bangsa

Prabowo menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa investasi di sektor pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak instan, tetapi menentukan arah bangsa puluhan tahun ke depan.

“Negara harus berani berinvestasi pada masa depan generasi mudanya,” tegasnya.

Jika rencana ini terealisasi, Indonesia tidak hanya berpeluang mengatasi krisis tenaga medis, tetapi juga membangun fondasi sumber daya manusia yang lebih kuat, merata, dan berkeadilan—sebuah langkah besar menuju kemandirian bangsa di bidang kesehatan dan pendidikan.**DS

Baca juga artikel lainnya :

menag-resmikan-dua-fakultas-baru-di-uin-raden-intan-lampung-era-baru-akademik-berwawasan-ilmiah-teknologi