Indofarma PHK 400 Karyawan, Tinggalkan Hanya 21 Pegawai: Restrukturisasi Besar Pasca-PKPU
PT Indofarma PHK sekitar 400 karyawan, memangkas jumlah pegawai dari 788 menjadi 21 orang pasca-PKPU.
Eksplora.id - PT Indofarma Tbk (INAF) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran sebagai bagian dari proses restrukturisasi pasca penetapan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Melalui kebijakan terbaru tersebut, perusahaan memangkas jumlah karyawan dari 788 orang menjadi hanya 21 orang per September 2025.
PHK massal ini menjadi salah satu langkah paling drastis dalam upaya penyelamatan Indofarma, yang hingga kini masih menanggung kerugian dan defisiensi modal besar.
PHK Massal untuk Menyesuaikan Model Bisnis Baru
Manajemen Indofarma menyampaikan bahwa pengurangan jumlah pegawai merupakan konsekuensi dari pembentukan model bisnis baru yang lebih ramping. Setelah proses PKPU, perusahaan dituntut untuk menata ulang struktur operasional agar lebih efisien dan sesuai dengan kondisi keuangan yang menantang.
Dengan demikian, sebagian besar fungsi operasional lama dinyatakan tidak lagi relevan, sehingga perusahaan harus menyusutkan jumlah tenaga kerja secara signifikan.
Meskipun berat, manajemen menegaskan bahwa proses PHK dilakukan dengan mengutamakan penyelesaian hak-hak karyawan sesuai ketentuan hukum.
Kondisi Keuangan Masih Merah: Rugi Rp127 Miliar
Indofarma masih membukukan kerugian sebesar Rp127,09 miliar hingga laporan terakhir. Selain itu, perusahaan mengalami defisiensi modal mencapai Rp890,94 miliar, menggambarkan kondisi keuangan yang sangat berat dan tidak sehat.
Situasi ini memaksa perusahaan melakukan berbagai langkah penyelamatan, termasuk:
-
efisiensi operasional,
-
pengurangan biaya tenaga kerja,
-
penataan ulang portofolio bisnis,
-
serta fokus pada unit-unit usaha yang masih berpotensi.
Restrukturisasi total menjadi pilihan agar perusahaan memiliki ruang untuk kembali stabil.
Industri Farmasi BUMN Terus Dibayangi Isu Tata Kelola
Kasus Indofarma kembali membuka sorotan terhadap tata kelola industri farmasi BUMN, terutama menyangkut:
-
pengawasan keuangan,
-
efektivitas manajemen,
-
serta ketahanan perusahaan menghadapi tekanan pasar.
PHK besar-besaran ini juga menimbulkan kekhawatiran soal masa depan industri farmasi nasional yang memerlukan stabilitas, khususnya setelah pandemi memperlihatkan pentingnya sektor kesehatan.
Harapan Baru Setelah Restrukturisasi
Meski keputusan ini sulit bagi ribuan keluarga yang terdampak, manajemen Indofarma berharap strategi penyusunan ulang bisnis dapat membuka jalan baru bagi pemulihan perusahaan.
Dengan jumlah karyawan yang kini sangat ramping—hanya 21 orang—Indofarma akan bergantung pada:
-
sistem operasi yang lebih efisien,
-
kolaborasi dengan mitra industri,
-
serta pengawasan ketat dalam setiap proses bisnis.
Restrukturisasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menyelamatkan perusahaan agar tetap mampu menjalankan tugas strategisnya di industri kesehatan Tanah Air.**
Baca juga artikel lainnya :
starbucks-umumkan-phk-1100-karyawan-korporat-batalkan-perekrutan-ratusan-posisi

