China Memulai Produksi Massal Robot AI untuk Gudang dan Toko
China terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika dengan memulai produksi massal robot humanoid untuk sektor industri, termasuk gudang dan toko ritel.

Eksplora.id - China terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika dengan memulai produksi massal robot humanoid untuk sektor industri, termasuk gudang dan toko ritel. Langkah ini diharapkan akan mengubah dinamika tenaga kerja dan efisiensi operasional di berbagai industri, terutama dalam menghadapi tantangan kekurangan tenaga kerja dan peningkatan permintaan otomatisasi.
Agibot: 1.000 Robot Humanoid untuk Berbagai Industri
Salah satu perusahaan yang memimpin dalam pengembangan robot AI adalah Agibot, sebuah startup yang didirikan pada Februari 2023 oleh mantan insinyur Huawei, Peng Zhihui. Agibot telah mengumumkan produksi massal 1.000 unit robot humanoid canggih yang dirancang untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan domestik hingga industri.
Model unggulannya, Yuanzheng A2, memiliki spesifikasi tinggi 1,75 meter, berat 55 kilogram, dan dilengkapi dengan teknologi sensor canggih serta kecerdasan buatan yang memungkinkan robot ini untuk menangani tugas-tugas yang memerlukan ketelitian tinggi, seperti memasukkan benang ke dalam jarum. Perusahaan ini mengklaim bahwa robotnya dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis, membuatnya cocok untuk digunakan di gudang logistik, pusat distribusi, dan bahkan toko ritel.
Pada Desember 2024, Agibot telah memproduksi 962 unit dari 1.000 yang direncanakan, menandakan kesiapan China dalam menyuplai teknologi ini secara besar-besaran.
UBTech dan BYD Auto: Integrasi Robot di Sektor Otomotif
Tidak hanya Agibot, perusahaan robotika terkemuka lainnya, UBTech Robotics, telah bermitra dengan produsen mobil listrik terbesar dunia, BYD Auto, untuk mengadopsi robot humanoid dalam lini produksi mereka. Lebih dari 500 robot Walker S1 telah digunakan untuk mendukung proses perakitan mobil, termasuk tugas seperti inspeksi kendaraan, pengangkatan barang berat, dan pemeriksaan kualitas.
Langkah ini dilakukan sebagai solusi atas kekurangan tenaga kerja manufaktur di China, yang diperkirakan mencapai 30 juta pekerja pada tahun 2025. Dengan menggunakan robot, BYD Auto berharap dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang.
Pendorong Utama Produksi Massal Robot AI di China
Produksi massal robot humanoid di China tidak lepas dari berbagai faktor pendorong, di antaranya:
-
Dukungan Pemerintah
Pemerintah China telah secara aktif mendorong industri robotika dan kecerdasan buatan sebagai bagian dari strategi "Made in China 2025". Berbagai insentif diberikan kepada perusahaan teknologi untuk mempercepat penelitian dan produksi robot pintar. -
Kekurangan Tenaga Kerja
Dengan populasi yang menua, China mengalami penurunan jumlah tenaga kerja produktif. Robot humanoid menjadi solusi strategis untuk mengisi kekosongan tenaga kerja, terutama di sektor manufaktur dan logistik. -
Perkembangan Teknologi AI dan Sensor
Kemajuan pesat dalam pemrosesan AI, sensor, dan aktuator telah memungkinkan pengembangan robot yang semakin cerdas dan responsif terhadap lingkungan kerja mereka. -
Permintaan Tinggi dari Sektor Industri
Industri seperti e-commerce, manufaktur, dan ritel semakin membutuhkan solusi otomatisasi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Gudang logistik yang menangani pesanan online dalam skala besar menjadi salah satu target utama penggunaan robot AI.
Tantangan dalam Adopsi Robot Humanoid
Meskipun potensinya besar, produksi dan adopsi robot humanoid di China masih menghadapi beberapa tantangan:
-
Biaya Produksi
Meskipun produksi massal dapat menekan biaya, pengembangan robot AI masih memerlukan investasi yang besar, baik dalam penelitian maupun pengadaan komponen. -
Integrasi dengan Lingkungan Kerja
Tidak semua industri siap untuk mengintegrasikan robot dalam operasionalnya. Perusahaan harus menyesuaikan sistem dan infrastruktur agar kompatibel dengan teknologi baru ini. -
Regulasi dan Keamanan
Penggunaan robot dalam sektor industri dan publik memerlukan regulasi ketat untuk memastikan keamanan, terutama dalam interaksi dengan manusia.
Masa Depan Robot AI di China
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang berinvestasi dalam produksi robot AI, China diprediksi akan menjadi pemimpin global dalam sektor ini. Dalam beberapa tahun ke depan, kita mungkin akan melihat lebih banyak robot humanoid yang beroperasi di gudang, pabrik, dan toko ritel, membantu manusia dalam pekerjaan rutin dan meningkatkan efisiensi industri secara keseluruhan.
Produksi massal robot AI ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi China, tetapi juga menandakan revolusi baru dalam dunia kerja yang semakin mengandalkan otomatisasi dan kecerdasan buatan.
Baca juga artikel lainnya :