Bocah 11 Tahun Asal Trenggalek Menulis 40 Buku Berbahasa Inggris dan Masuk Top 15 Amazon

Dalam dunia literasi, munculnya penulis muda berbakat selalu menjadi fenomena yang menginspirasi.

Mar 23, 2025 - 16:07
 0  16
Bocah 11 Tahun Asal Trenggalek  Menulis 40 Buku Berbahasa Inggris dan Masuk Top 15 Amazon
sumber foto : gg

Eksplora.id - Dalam dunia literasi, munculnya penulis muda berbakat selalu menjadi fenomena yang menginspirasi. Namun, kisah Muhammad De Liang Al Farabi benar-benar luar biasa. Bocah 11 tahun asal Trenggalek, Jawa Timur, ini telah menulis 40 buku berbahasa Inggris, termasuk 9 novel yang mendapat pengakuan internasional.

Tak hanya itu, dua novelnya berhasil masuk Top 15 Amazon Book di Amerika Serikat dan Inggris dalam kategori dark comedy, sebuah pencapaian yang jarang diraih bahkan oleh penulis profesional.

Perjalanan De Liang: Dari Taiwan ke Inggris hingga Indonesia

De Liang lahir pada 18 Juni 2012 di Taipei, Taiwan, sebagai anak sulung dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya adalah akademisi yang menempuh pendidikan doktor di Inggris. Selama masa kecilnya di Bristol, Inggris, De Liang tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan literasi, di mana kebiasaan membaca menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Setelah kembali ke Indonesia, De Liang tidak menempuh pendidikan formal di sekolah umum, melainkan memilih sistem homeschooling. Pilihan ini memungkinkan dirinya lebih fokus dalam menulis dan mengembangkan minatnya. Bahkan, orang tuanya mendirikan Edufic, sebuah platform edukasi berbasis Islami untuk mendukung pembelajaran keluarga.

Kecintaan pada Menulis Sejak Dini

Minat De Liang terhadap dunia literasi muncul sejak usia dini. Sejak kecil, ia sudah dikenalkan pada berbagai jenis buku oleh orang tuanya, yang kemudian menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia tulis-menulis.

Pada usia 7 tahun, ia telah menerbitkan tiga buku ilustrasi anak-anak. Beberapa tahun berikutnya, ia semakin produktif dengan meluncurkan empat novel, termasuk seri "A Tale of J" dan "Rigel".

Dua novelnya yang mendunia:

  1. "A Tale of J: Quirky Friends"

  2. "Stories of the Worst Bullies History"

Kedua novel ini sukses menembus Top 15 Amazon Book di Amerika Serikat dan Inggris untuk kategori dark comedy. Selain itu, novel fantasinya, "Rigel: The Last Guardian", sempat menduduki Top 50 Amazon di dua negara tersebut.

Rahasia Kesuksesan: Membaca 393 Buku dalam Setahun

Selain menulis, De Liang juga memiliki kebiasaan membaca yang luar biasa. Pada tahun 2024, ia berhasil menyelesaikan 393 buku dalam setahun! Kebiasaan ini tidak hanya memperkaya wawasannya tetapi juga meningkatkan kemampuannya dalam menulis.

De Liang percaya bahwa membaca adalah kunci utama dalam menjadi penulis yang baik. Melalui berbagai buku yang ia baca, ia bisa belajar berbagai gaya bahasa, struktur cerita, hingga teknik menulis yang efektif.

Berbagi Ilmu sebagai Pembicara dan Motivator

Tak hanya menulis, De Liang juga aktif berbagi ilmu dengan menjadi pembicara dalam berbagai seminar literasi. Salah satu pencapaiannya adalah memberikan seminar kepada siswa-siswa di Polandia melalui Zoom Meeting, di mana ia berbicara tentang perjalanan menulisnya dan bagaimana membangun kreativitas sejak dini.

Kemampuannya dalam berbicara di depan umum dan menyampaikan ide-ide inspiratif menjadikannya panutan bagi banyak anak muda yang ingin mengikuti jejaknya di dunia literasi.

Pelajaran dari Kisah De Liang

Kisah Muhammad De Liang Al Farabi membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk berkarya. Dengan lingkungan yang mendukung, kebiasaan membaca yang kuat, serta ketekunan dalam menulis, anak-anak bisa mencapai prestasi luar biasa di usia yang sangat muda.

Kesuksesan De Liang juga memberikan inspirasi bagi orang tua untuk mendukung minat dan bakat anak-anak mereka sejak dini. Dengan membangun budaya literasi di rumah, siapa pun bisa menumbuhkan generasi muda yang gemar membaca dan menulis.

Semoga kisah De Liang bisa menjadi motivasi bagi anak-anak Indonesia lainnya untuk mencintai literasi dan terus berkarya!

Baca juga artikel lainnya :

parama hansa abhipraya raih gelar world star champion di timo 2025