Presiden Prabowo Siapkan Kredit Khusus untuk UMKM Padat Karya Guna Meningkatkan Daya Saing Usaha

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menyiapkan skema kredit investasi khusus bagi pelaku usaha di sektor padat karya.

Mar 23, 2025 - 15:52
 0  12
Presiden Prabowo Siapkan Kredit Khusus untuk UMKM Padat Karya Guna Meningkatkan Daya Saing Usaha
sumber foto : Ai generator

Eksplora.id - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menyiapkan skema kredit investasi khusus bagi pelaku usaha di sektor padat karya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri nasional melalui modernisasi peralatan produksi, peningkatan efisiensi, dan penciptaan lebih banyak lapangan kerja.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat perekonomian nasional, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompetitif.

Fasilitas Kredit dengan Subsidi Bunga 5%

Dalam skema kredit investasi ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp20 triliun yang akan disalurkan melalui berbagai lembaga keuangan. Kredit ini memiliki beberapa ketentuan utama, yaitu:

  • Tenor pinjaman: Hingga 8 tahun

  • Subsidi bunga: Pemerintah menanggung 5% dari suku bunga yang ditetapkan oleh bank

  • Batas maksimum kredit: Rp10 miliar per pelaku usaha

Dengan subsidi bunga ini, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman dengan bunga yang lebih rendah, sehingga meringankan beban finansial mereka dalam melakukan investasi untuk modernisasi usaha.

Sektor-sektor Prioritas Penerima Kredit

Program ini difokuskan pada sektor-sektor padat karya yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian serta menyerap banyak tenaga kerja. Beberapa sektor yang menjadi prioritas dalam program ini meliputi:

  1. Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) – Salah satu sektor ekspor utama Indonesia dengan kontribusi lebih dari USD 2 miliar per tahun dan menyerap hampir 4 juta tenaga kerja.

  2. Industri Alas Kaki – Indonesia termasuk dalam lima besar eksportir sepatu dunia dengan total produksi mencapai ratusan juta pasang setiap tahunnya.

  3. Industri Makanan dan Minuman – Sektor ini mengalami pertumbuhan pesat dengan potensi ekspor tinggi, terutama produk olahan berbasis pertanian dan kelautan.

  4. Industri Furnitur – Permintaan global terhadap furnitur dari Indonesia terus meningkat, terutama dari kayu dan rotan yang memiliki nilai tambah tinggi.

  5. Industri Produk Kulit – Produk kulit lokal, termasuk tas dan sepatu, semakin diminati di pasar internasional.

Pemerintah berharap dengan adanya dukungan kredit ini, para pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mampu bersaing lebih baik di pasar domestik maupun internasional.

Dampak yang Diharapkan

Melalui program kredit investasi ini, pemerintah menargetkan beberapa dampak positif, antara lain:

1. Revitalisasi Permesinan dan Teknologi Produksi

Dengan adanya kredit investasi, UMKM di sektor padat karya diharapkan dapat melakukan modernisasi mesin dan teknologi produksi mereka. Hal ini akan meningkatkan efisiensi energi, kecepatan produksi, serta kualitas produk, sehingga mampu bersaing di pasar global.

2. Peningkatan Daya Saing UMKM

Dengan biaya produksi yang lebih rendah dan kualitas produk yang lebih baik, UMKM dapat meningkatkan daya saing mereka. Hal ini akan membuka peluang ekspor yang lebih besar dan memperluas pangsa pasar.

3. Penciptaan Lapangan Kerja Baru

Sektor padat karya dikenal sebagai sektor yang menyerap banyak tenaga kerja. Dengan meningkatnya kapasitas produksi dan ekspansi usaha, diharapkan dapat tercipta lebih banyak lapangan kerja baru.

4. Meningkatkan Kontribusi UMKM terhadap Perekonomian Nasional

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih baik, UMKM dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Deregulasi dan Kemudahan Perizinan

Selain memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah, pemerintah juga akan melakukan penyederhanaan regulasi di sektor-sektor padat karya. Beberapa kebijakan yang sedang dikaji antara lain:

  • Penyederhanaan izin usaha untuk mempercepat proses investasi dan ekspansi bisnis

  • Pengurangan pajak bagi UMKM yang berorientasi ekspor

  • Kemudahan akses bahan baku untuk sektor manufaktur dan industri kreatif

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi hambatan birokrasi yang sering kali menjadi kendala bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.

Dengan kebijakan kredit investasi ini, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam mendukung UMKM, khususnya di sektor padat karya. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan daya saing usaha, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi implementasi program ini guna memastikan bahwa bantuan kredit benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi UMKM di Indonesia.

Baca juga artikel lainnya :

umkm produsen wewangian binaan bri siap harumkan indonesia di kancah dunia