Teknologi IT yang Namanya Diambil dari Indonesia
Indonesia bukan hanya dikenal karena keindahan alam, budaya, dan sejarahnya, tetapi juga telah memberikan inspirasi bagi dunia teknologi informasi (IT).

Eksplora.id - Indonesia bukan hanya dikenal karena keindahan alam, budaya, dan sejarahnya, tetapi juga telah memberikan inspirasi bagi dunia teknologi informasi (IT). Beberapa teknologi terkenal dalam pemrograman, pengembangan perangkat lunak, dan IT memiliki nama yang berasal dari Indonesia. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang teknologi-teknologi tersebut, sejarahnya, serta alasan di balik pemilihan namanya.
1. Java (Bahasa Pemrograman)
Java adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia, dikembangkan oleh James Gosling dan timnya di Sun Microsystems (sekarang bagian dari Oracle) pada tahun 1995. Java dirancang sebagai bahasa yang dapat berjalan di berbagai platform tanpa perlu kompilasi ulang, dengan slogan terkenal: "Write Once, Run Anywhere" (WORA).
Bahasa ini digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi, mulai dari aplikasi web, aplikasi mobile (terutama di Android), hingga sistem backend di perusahaan-perusahaan besar.
Kenapa Dinamakan Java?
Nama "Java" diambil dari Pulau Jawa (Java) di Indonesia. Awalnya, Java memiliki nama kode "Oak", tetapi karena nama ini sudah digunakan oleh perusahaan lain, tim pengembang mencari nama baru. Mereka memilih Java karena terinspirasi dari kopi Jawa, yang terkenal di dunia.
Bahkan, logo Java berbentuk secangkir kopi panas, sebagai penghormatan terhadap kopi Jawa yang diekspor ke berbagai belahan dunia.
2. Jakarta EE
Jakarta EE (Enterprise Edition) adalah standar untuk pengembangan aplikasi enterprise berbasis Java. Teknologi ini awalnya dikenal sebagai Java EE (Java Enterprise Edition), tetapi setelah Oracle menyerahkan pengelolaannya kepada Eclipse Foundation, namanya diubah menjadi Jakarta EE pada tahun 2018.
Jakarta EE digunakan untuk membangun aplikasi skala besar yang memerlukan fitur keamanan tinggi, transaksi yang kompleks, dan skalabilitas, seperti sistem perbankan, e-commerce, dan cloud computing.
Kenapa Dinamakan Jakarta EE?
Nama "Jakarta" berasal dari ibu kota Indonesia, Jakarta. Eclipse Foundation memilih nama ini karena:
-
Nama "Java EE" tidak bisa digunakan lagi karena hak cipta dimiliki oleh Oracle.
-
Jakarta memiliki hubungan dengan Java – Jakarta adalah ibu kota Indonesia, negara tempat Pulau Jawa berada.
-
Jakarta dikenal sebagai kota modern dengan perkembangan pesat, yang mencerminkan sifat teknologi ini yang terus berkembang dan menjadi standar bagi aplikasi enterprise.
3. Komodo IDE
Komodo IDE adalah sebuah Integrated Development Environment (IDE) yang dikembangkan oleh ActiveState, sebuah perusahaan yang terkenal dengan distribusi bahasa pemrograman seperti Python, Perl, dan Tcl. Komodo IDE mendukung berbagai bahasa pemrograman, termasuk Python, PHP, Perl, Ruby, dan JavaScript.
Kenapa Dinamakan Komodo?
Nama Komodo diambil dari Komodo, Indonesia, sebuah pulau yang terkenal dengan kadal raksasanya, Komodo (Varanus komodoensis). Pemilihan nama ini kemungkinan besar didasarkan pada beberapa alasan:
-
Komodo adalah hewan yang kuat dan tangguh, mencerminkan ketahanan dan fleksibilitas IDE ini dalam menangani berbagai bahasa pemrograman.
-
Nama "Komodo" terdengar unik dan mudah diingat, menjadikannya pilihan yang menarik untuk branding produk teknologi.
Komodo IDE dikenal karena fitur debugging yang canggih, dukungan untuk berbagai bahasa pemrograman, serta kemampuannya dalam pengembangan aplikasi berbasis web dan cloud.
4. Sumatra PDF
Sumatra PDF adalah PDF reader ringan dan open-source yang dirancang untuk Windows. Perangkat lunak ini dibuat oleh Krzysztof Kowalczyk, seorang developer dari Polandia, dan dirilis pertama kali pada tahun 2006.
Sumatra PDF dirancang sebagai alternatif dari Adobe Reader, dengan fokus pada kecepatan, efisiensi, dan konsumsi sumber daya yang minimal. Selain membaca file PDF, Sumatra PDF juga mendukung format lain seperti ePub, MOBI, XPS, DjVu, CHM, dan CBZ/CBR (komik digital).
Kenapa Dinamakan Sumatra PDF?
Nama Sumatra berasal dari Pulau Sumatra, Indonesia. Tidak ada alasan resmi dari sang developer mengenai pemilihan nama ini, tetapi beberapa spekulasi menyebutkan bahwa:
-
Pulau Sumatra dikenal sebagai salah satu pulau terbesar dan memiliki sumber daya alam yang kaya, mencerminkan sifat perangkat lunak ini yang ringan namun kuat.
-
Nama Sumatra terdengar eksotis dan mudah diingat, menjadikannya pilihan yang menarik untuk branding software open-source.
Teknologi Lainnya yang Terinspirasi dari Indonesia
Selain empat teknologi utama di atas, ada beberapa teknologi IT lain yang namanya juga berasal dari Indonesia:
5. Bali (Cloud Computing & Big Data)
Beberapa perusahaan teknologi pernah menggunakan nama Bali untuk proyek-proyek cloud computing dan big data mereka. Nama Bali sering digunakan karena citra pulau ini yang eksotis dan penuh inovasi.
6. Borobudur Algorithm
Dalam beberapa penelitian di bidang kecerdasan buatan dan machine learning, ada algoritma yang dinamai Borobudur, terinspirasi dari Candi Borobudur, salah satu keajaiban dunia di Indonesia.
7. Krakatau (Sistem Keamanan Siber)
Ada beberapa sistem keamanan siber dan software eksplorasi data yang menggunakan nama Krakatau, diambil dari Gunung Krakatau, gunung berapi yang terkenal karena letusannya pada tahun 1883.
Indonesia tidak hanya dikenal karena kekayaan alam dan budayanya, tetapi juga menjadi inspirasi dalam dunia IT. Dari Java, yang menjadi bahasa pemrograman utama di dunia, hingga Jakarta EE, yang menjadi standar enterprise, serta Komodo IDE dan Sumatra PDF, Indonesia telah memberi kontribusi dalam dunia teknologi global, meskipun secara tidak langsung.
Penggunaan nama-nama dari Indonesia dalam teknologi ini menunjukkan bagaimana warisan budaya dan geografi Indonesia memiliki daya tarik dan pengaruh di dunia internasional.
Siapa tahu, di masa depan akan ada lebih banyak teknologi yang menggunakan nama Indonesia?
Baca juga artikel lainnya :