Umroh Jadi “Wisata” Utama WNI ke Luar Negeri
Lebih dari 125 ribu WNI memilih Arab Saudi sebagai destinasi perjalanan utama untuk menunaikan ibadah umroh. Tren ini mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat sekaligus pergeseran pola wisata Indonesia ke arah perjalanan berbasis spiritual.
Eksplora.id - Lebih dari 125.000 warga negara Indonesia (WNI) tercatat memilih Arab Saudi sebagai tujuan perjalanan luar negeri. Namun, perjalanan ini bukan untuk wisata konvensional seperti belanja atau rekreasi, melainkan untuk menunaikan ibadah umroh. Dengan total 125.340 jamaah, Arab Saudi menempati posisi kedua sebagai tujuan utama wisatawan Indonesia, tepat di bawah Malaysia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perjalanan ibadah kini menjadi bagian penting dari pola mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri, sejajar bahkan melampaui konsep wisata pada umumnya.
Arab Saudi di Posisi Strategis Tujuan WNI
Secara statistik, Malaysia masih menjadi tujuan nomor satu wisatawan Indonesia, didukung faktor jarak yang dekat, kesamaan budaya, dan biaya perjalanan yang relatif terjangkau. Namun Arab Saudi muncul sebagai tujuan non-ASEAN paling signifikan, mengungguli banyak negara lain yang menawarkan destinasi wisata populer.
Kuatnya posisi Arab Saudi tak lepas dari statusnya sebagai pusat ibadah umat Islam dunia. Bagi masyarakat Indonesia, perjalanan umroh bukan sekadar aktivitas religius, tetapi juga pengalaman spiritual yang memiliki nilai emosional dan sosial tinggi.
Indikator Daya Beli dan Prioritas Baru
Dari sisi ekonomi, lonjakan jamaah umroh mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat Indonesia terhadap perjalanan ibadah. Umroh membutuhkan biaya yang tidak kecil, mulai dari tiket penerbangan, akomodasi, hingga layanan pendukung. Tingginya angka keberangkatan menunjukkan bahwa segmen kelas menengah Indonesia semakin mampu mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan spiritual.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total wisatawan Indonesia ke luar negeri mencapai hampir 9 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar tujuan berada di kawasan ASEAN dan Timur Tengah, memperlihatkan pola perjalanan yang lebih regional dan berbasis kebutuhan spesifik.
ASEAN dan Timur Tengah Masih Mendominasi
Secara persentase, 57,69% wisatawan Indonesia memilih destinasi di kawasan ASEAN. Malaysia menyumbang 31,01% dan Singapura 14,48% dari total perjalanan luar negeri. Faktor jarak, kemudahan akses, serta kesamaan budaya menjadi penentu utama dominasi kawasan ini.
Sementara itu, Timur Tengah menyumbang 17,58% dari total tujuan wisatawan Indonesia. Angka ini relatif besar jika dibandingkan dengan kawasan lain di luar Asia Tenggara, dan Arab Saudi menjadi kontributor utama dalam kategori tersebut.
Lebih dari Sekadar Wisata
Menariknya, tren ini menegaskan bahwa definisi “wisata” bagi masyarakat Indonesia tidak selalu identik dengan liburan atau hiburan. Perjalanan umroh menempati ruang tersendiri sebagai kombinasi antara ibadah, pengalaman spiritual, dan perjalanan lintas negara.
Ke depan, tren ini berpotensi terus tumbuh seiring meningkatnya akses penerbangan, layanan umroh yang semakin beragam, serta kesadaran masyarakat untuk memprioritaskan pengalaman bermakna dibanding sekadar rekreasi. Arab Saudi pun diprediksi akan tetap menjadi salah satu destinasi utama WNI, bukan karena atraksi wisata biasa, melainkan karena nilai spiritual yang tak tergantikan.**DS
Baca juga artikel lainnya :
legal-tetapi-berisiko-pemerintah-izinkan-umroh-mandiri-ini-risiko-yang-harus-diwaspadai-jemaah

