Teknologi Medis Terbaru: Bubuk Semprot Ini Mampu Hentikan Pendarahan Berat dalam Satu Detik
Peneliti KAIST mengembangkan bubuk semprot medis yang mampu menghentikan pendarahan berat hanya dalam satu detik, berpotensi menyelamatkan nyawa di kondisi darurat.
Eksplora.id - Dunia medis kembali dikejutkan oleh terobosan teknologi yang berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa. Para peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) mengembangkan sebuah bubuk semprot penghenti perdarahan yang diklaim mampu menghentikan pendarahan berat hanya dalam hitungan satu detik. Inovasi ini dirancang khusus untuk situasi darurat, di mana setiap detik menjadi penentu antara hidup dan mati.
Berbeda dengan metode penanganan luka konvensional seperti penekanan manual, perban, atau jahitan, teknologi ini menawarkan solusi yang jauh lebih cepat, praktis, dan efektif—terutama pada kondisi ekstrem.
Cara Kerja: Bereaksi Seketika dengan Darah
Bubuk semprot ini bekerja dengan prinsip yang sederhana namun revolusioner. Saat disemprotkan ke area luka, material akan langsung bereaksi dengan darah dan membentuk lapisan hidrogel pelindung. Lapisan ini menutup permukaan luka secara rapat, menghentikan aliran darah sekaligus melindungi jaringan dari kontaminasi luar.
Keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya bekerja pada luka yang dalam, tidak beraturan, atau sulit dijangkau, kondisi yang sering kali menjadi tantangan besar dalam penanganan medis darurat. Bahkan pada pendarahan masif, reaksi pembentukan hidrogel terjadi hampir seketika.
Terbuat dari Bahan Alami dan Aman bagi Tubuh
Menurut tim peneliti, material yang digunakan dalam bubuk semprot ini berasal dari bahan alami yang biokompatibel, sehingga aman bagi tubuh manusia. Selain memiliki daya serap darah yang sangat tinggi, bahan ini juga mendukung proses pemulihan jaringan setelah luka tertutup.
Artinya, teknologi ini tidak hanya berfungsi menghentikan perdarahan, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penyembuhan. Risiko iritasi, reaksi alergi, maupun efek samping jangka panjang diklaim sangat minimal.
Dari Medan Perang hingga Ruang Gawat Darurat
Menariknya, teknologi ini awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer, khususnya dalam penanganan korban luka di medan perang. Dalam situasi konflik bersenjata, akses terhadap fasilitas medis lengkap sering kali tidak memungkinkan, sementara pendarahan hebat menjadi penyebab utama kematian di lapangan.
Selain medan perang, bubuk semprot ini juga dirancang untuk kondisi ekstrem lainnya, seperti bencana alam, kecelakaan massal, dan operasi penyelamatan darurat, di mana tenaga medis dan peralatan sangat terbatas.
Potensi Besar untuk Layanan Medis Sipil
Meski berangkat dari kebutuhan militer, para ahli menilai teknologi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam layanan medis sipil. Penggunaannya dinilai sangat relevan untuk ambulans, unit gawat darurat rumah sakit, layanan medis di daerah terpencil, hingga prosedur bedah tertentu.
Di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan, inovasi ini dapat menjadi solusi cepat untuk menekan angka kematian akibat pendarahan sebelum pasien mendapatkan penanganan lanjutan.
Harapan Baru dalam Dunia Kedaruratan Medis
Pendarahan berat masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi dalam kasus trauma di seluruh dunia. Kehadiran teknologi bubuk semprot penghenti perdarahan ini membuka harapan baru akan penanganan trauma yang lebih cepat, sederhana, dan efektif.
Jika nantinya lolos uji klinis lanjutan dan diproduksi secara massal, inovasi dari KAIST ini berpotensi menjadi peralatan standar dalam tas medis darurat, sekaligus mengubah cara dunia menangani luka berat.
Dalam dunia medis, satu detik bisa berarti segalanya. Dan teknologi ini lahir untuk menjawab kebutuhan tersebut.**DS
Baca juga artikel lainnya :
diet-carnivore-ramai-diperbincangkan-pakar-kesehatan-ingatkan-risiko-jangka-panjang

