China Selesaikan Pelapisan Ulang Jalan Tol 158 Km Tanpa Pekerja di Lokasi

China menyelesaikan proyek pelapisan ulang jalan tol sepanjang 158 km tanpa pekerja di lokasi, memanfaatkan AI, mesin otonom, roller robotik, dan drone untuk konstruksi yang lebih aman, presisi, dan efisien.

Jan 10, 2026 - 23:57
 0  1
China Selesaikan Pelapisan Ulang Jalan Tol 158 Km Tanpa Pekerja di Lokasi
sumber foto : gg

Eksplora.id - China kembali menunjukkan dominasinya dalam penerapan teknologi canggih dengan menyelesaikan proyek pelapisan ulang jalan tol sepanjang 158 kilometer tanpa melibatkan satu pun pekerja di lokasi jalan. Proyek ini sepenuhnya mengandalkan kecerdasan buatan (AI), mesin otonom, dan sistem kendali jarak jauh, menandai tonggak penting dalam transformasi industri konstruksi global.

Konstruksi Tanpa Kehadiran Manusia di Lapangan

Dalam proyek ini, alat pengaspal otonom dan roller robotik bekerja secara tersinkronisasi untuk menangani proses penghamparan dan pemadatan aspal. Seluruh mesin dikendalikan dari pusat komando jarak jauh menggunakan teknologi penentuan posisi presisi tinggi, sehingga pekerjaan dapat berlangsung tanpa kehadiran tenaga kerja manusia di lapangan.

Pendekatan ini memungkinkan pengerjaan jalan dilakukan dengan tingkat akurasi dan konsistensi yang sangat tinggi di sepanjang ratusan kilometer ruas tol.

Drone Awasi Kualitas Jalan Secara Real Time

Untuk memastikan mutu pembangunan, drone tanpa awak dikerahkan memindai kondisi permukaan jalan secara real time. Teknologi ini mampu mengevaluasi ketebalan lapisan aspal, tingkat kepadatan, hingga mendeteksi potensi cacat permukaan tanpa inspeksi manual.

Data yang dikumpulkan drone langsung terhubung dengan sistem pusat, memungkinkan penyesuaian teknis dilakukan secara cepat dan presisi.

Efisiensi, Keselamatan, dan Standar yang Konsisten

Model konstruksi berbasis AI ini secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan kerja, terutama di area lalu lintas aktif dan penggunaan alat berat. Selain itu, sistem otomatis mampu menjaga standar pengerjaan tetap seragam, mengatasi masalah inkonsistensi yang kerap muncul pada proyek konstruksi konvensional berskala besar.

Gambaran Masa Depan Infrastruktur

Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bagaimana China memanfaatkan AI dan robotika untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kualitas pembangunan infrastruktur. Lebih dari sekadar inovasi, pendekatan ini menjadi gambaran masa depan industri konstruksi—di mana pekerjaan berisiko tinggi semakin diambil alih mesin cerdas, sementara manusia berperan sebagai pengendali dan pengawas dari jarak jauh.

Dengan pencapaian ini, China semakin mengukuhkan posisinya sebagai pelopor konstruksi berbasis teknologi tinggi, membuka jalan bagi sistem pembangunan infrastruktur yang lebih cepat, lebih aman, dan semakin terotomatisasi dari tahap perencanaan hingga eksekusi.**DS

Baca juga artikel lainnya :

chongqing-kota-paling-gila-di-bumi