Sampah Plastik Disulap Jadi Meja dan Kursi di SMA Pangudi Luhur

SMA Pangudi Luhur Jakarta Selatan mulai menggunakan kursi dan meja dari plastik daur ulang. Kolaborasi kreatif ini berhasil mengolah hampir 1 ton sampah plastik menjadi furnitur ramah lingkungan untuk ruang kelas.

Jan 9, 2026 - 12:58
 0  3
Sampah Plastik Disulap Jadi Meja dan Kursi di SMA Pangudi Luhur
sumber foto : gg

Eksplora.id - Upaya menghadirkan pendidikan yang berkelanjutan kini mulai terlihat nyata di lingkungan sekolah. Sebagian ruang kelas di SMA Pangudi Luhur, Jakarta Selatan, kini menggunakan kursi dan meja hasil daur ulang sampah plastik, sebuah langkah konkret dalam mengurangi limbah sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa.

Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara @wastgood, @cundraset, dan @basjundesign, tiga pihak kreatif yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dan desain berkelanjutan.


Hampir 1 Ton Sampah Plastik Diolah Kembali

Dalam proyek ini, lebih dari 950 kilogram sampah plastik berhasil diolah menjadi 71 set meja dan kursi yang kini digunakan langsung oleh para siswa di ruang kelas. Sampah plastik yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan, kini mendapat “kehidupan baru” sebagai furnitur fungsional dan tahan lama.

Proses daur ulang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kualitas dan kenyamanan. Hasil akhirnya bukan sekadar simbol kepedulian lingkungan, melainkan benar-benar layak pakai untuk aktivitas belajar mengajar sehari-hari.


Desain Fungsional Bertemu Nilai Edukasi

Meja dan kursi dari plastik daur ulang ini dirancang dengan pendekatan desain modern dan ergonomis. Selain kuat dan mudah dirawat, furnitur ini juga menjadi media edukasi visual bagi siswa—bahwa sampah bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Tanpa perlu ceramah panjang, siswa belajar langsung dari lingkungan sekitar mereka tentang:

  • pentingnya pengelolaan sampah

  • konsep ekonomi sirkular

  • peran individu dalam menjaga bumi


Kolaborasi Kreatif untuk Dampak Nyata

Keberhasilan proyek ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas bidang—antara pengelola sampah, desainer, dan institusi pendidikan—dapat menghasilkan solusi nyata atas persoalan lingkungan. @wastgood berperan dalam pengolahan material, sementara @cundraset dan @basjundesign menghadirkan sentuhan desain yang membuat furnitur tetap estetis dan fungsional.

Kolaborasi seperti ini membuka peluang besar untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain, bahkan di ruang publik yang lebih luas.


Sekolah sebagai Agen Perubahan

Langkah SMA Pangudi Luhur ini menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga agen perubahan sosial dan lingkungan. Dengan menggunakan furnitur dari plastik daur ulang, sekolah ikut berkontribusi dalam mengurangi limbah sekaligus membentuk pola pikir generasi muda agar lebih peduli terhadap keberlanjutan.

Jika semakin banyak institusi pendidikan mengambil langkah serupa, dampaknya tidak hanya terasa di ruang kelas, tetapi juga pada masa depan lingkungan Indonesia secara keseluruhan.


Dari sampah plastik menjadi meja dan kursi, dari ide menjadi aksi nyata—proyek ini membuktikan bahwa solusi lingkungan bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari ruang kelas.**DS

Baca juga artikel lainnya :

biji-alpukat-di-meksiko-disulap-jadi-plastik-ramah-lingkungan