STIPER Dharma Wacana Dorong Produksi Jamu

Nov 6, 2024 - 03:22
 0  4
STIPER Dharma Wacana Dorong Produksi Jamu

 

Eksplora.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Mewangi di Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah kini punya alat produksi baru untuk membuat serbuk jamu instan “Jhamoe.” Berkat sentuhan teknologi tepat guna dari tim pengabdian masyarakat STIPER Dharma Wacana, proses produksi jamu yang dulunya manual kini beralih ke mekanis yang lebih canggih dan efisien.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Ainul Mardliyah, M.Si, menjelaskan, “Permintaan serbuk jamu instan kita cukup tinggi, tapi selama ini proses produksinya masih manual, jadi perlu waktu dan tenaga ekstra. Dengan teknologi tepat guna, kami harap produksi bisa meningkat dan lebih hemat waktu serta tenaga.”

Proses Pembuatan Jamu “Jhamoe” yang Kini Lebih Efisien

Tak hanya mesin baru, tim STIPER Dharma Wacana juga mendampingi para anggota KWT dalam mempelajari cara penggunaan alat-alat produksi seperti mesin penggiling rempah, alat pengepres, hingga mesin kristalisasi. “Kami ingin mereka nyaman dan mahir mengoperasikan alat-alat ini. Setelah ini, produksi jamu akan lebih cepat dan efisien,” kata Ainul.


Ainul juga menjelaskan, proses pembuatan serbuk jamu instan “Jhamoe” , dengan mengolah rempah-rempah pilihan dari hasil panen KWT. Rempah-rempah ini dipotong dan ditumbuk secara manual sebelum dijemur dan diolah lebih lanjut. Kini, dengan hadirnya mesin penggiling, proses penghancuran rempah menjadi lebih cepat dan seragam.

Setelah rempah halus, serbuk ini diproses menggunakan mesin pengepres untuk memisahkan sari rempah dari ampasnya. Mesin pengepres ini membuat proses lebih efisien, menghasilkan kualitas serbuk jamu yang lebih halus, tanpa perlu menguras tenaga secara manual. Langkah terakhir adalah kristalisasi, serbuk yang sudah halus diolah dengan mesin kristalisasi agar lebih tahan lama dan mudah larut dalam air.

kata Ainul, Dengan alat-alat baru ini, para anggota KWT bisa menghasilkan jamu yang lebih baik dan lebih cepat. "Hasilnya bukan hanya untuk konsumsi keluarga, tapi juga siap jual ke pasar yang lebih luas.”, Ujar Ainul.

Langkah Pemasaran dan Perluasan Jangkauan

Selain meningkatkan produksi, pengabdian ini juga fokus pada pemasaran produk. Ainul menyebut, “Kami juga memberikan pelatihan pemasaran berbasis online. Dengan pemasaran online, produk 'Jhamoe' bisa menjangkau lebih banyak konsumen, bukan hanya di sekitar Lampung Tengah, tapi juga di berbagai daerah.” Jelasnya.

Program pengabdian ini terlaksana berkat hibah dari Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) 2024 dari Kemendikbudristek. Bersama dua dosen lainnya dan dua mahasiswa, Ainul berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan tambahan bagi keluarga anggota KWT, sekaligus mengangkat potensi lokal yang bernilai bagi kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan penyerahan alat produksi secara simbolis kepada Ketua KWT Sekar Mewangi. “Semoga kolaborasi ini terus membawa manfaat dan membuka peluang baru untuk usaha serbuk jamu ‘Jhamoe’,” jelas Ainul.