Peanut Butter Fruit, Buah Cantik dengan Kejutan Rasa

Peanut butter fruit adalah buah tropis unik dengan warna mencolok dan rasa khas seperti selai kacang. Cantik dipandang, disukai burung, tapi perlu tahu waktu panen yang tepat agar tidak salah rasa.

Jan 19, 2026 - 20:26
 0  1
Peanut Butter Fruit, Buah Cantik dengan Kejutan Rasa
sumber foto : gg

Eksplora.id - Di antara sekian banyak tanaman tropis yang tumbuh di pekarangan rumah, ada satu pohon yang sering membuat orang jatuh cinta sejak pandangan pertama: peanut butter fruit. Pohonnya tampak rapi dan indah, dengan buah-buah kecil berwarna kuning, oranye, hingga merah menyala yang tumbuh bergerombol di banyak cabang. Sekilas, tampilannya seperti tanaman hias. Namun siapa sangka, buah ini ternyata bisa dimakan dan punya karakter rasa yang sangat unik.

Bagi yang pertama kali menemukannya, peanut butter fruit hampir selalu mengundang rasa penasaran. Bentuknya mungil, warnanya cerah, dan terlihat “ramah” untuk langsung dipetik. Tapi justru di sinilah letak ceritanya dimulai.


Jangan Tertipu Warna: Tidak Semua Siap Dimakan

Kesalahan paling umum saat pertama kali mencicipi peanut butter fruit adalah memetik buah yang belum benar-benar matang. Buah yang masih berwarna kuning atau oranye, apalagi yang teksturnya masih keras, biasanya memiliki rasa sepet, bergetah, dan jauh dari kata nikmat.

Peanut butter fruit baru layak dimakan ketika warnanya merah menyala, teksturnya empuk, dan aromanya mulai keluar. Pada tahap inilah rasa khasnya muncul—lembut, manis, dengan sensasi yang sering dibandingkan dengan selai kacang alami. Dari sinilah nama “peanut butter fruit” berasal.

Bagi yang belum tahu, pengalaman pertama mencicipi buah yang belum matang bisa menjadi kejutan yang cukup “menyentak”, terutama jika ekspektasinya tinggi karena tampilannya yang menggoda.


Buah yang Disukai Burung 

Peanut butter fruit sering disebut sebagai buah favorit burung. Di alam, banyak jenis burung kecil tertarik pada buah-buahan berwarna cerah, dan tanaman ini seolah diciptakan untuk itu. Secara teori, menanamnya di pekarangan bisa menjadi cara alami mengundang burung datang, menciptakan suasana hidup dan ramai.

Namun seperti banyak hal di alam, teori tidak selalu sama dengan praktik. Ada kalanya pohon tumbuh subur dan berbuah lebat, tetapi burung-burung justru tak kunjung datang. Akhirnya, buah-buah itu lebih sering dinikmati oleh manusia yang menanamnya sendiri—atau bahkan hanya dibiarkan matang dan gugur begitu saja.

Meski begitu, secara ekologis, peanut butter fruit tetap menarik karena potensinya sebagai tanaman pendukung keanekaragaman hayati.


Antara Tanaman Hias dan Tanaman Buah

Salah satu keunggulan peanut butter fruit adalah fungsinya yang ganda. Ia bisa ditanam sebagai tanaman hias, karena bentuk pohon dan warna buahnya sangat estetis. Di sisi lain, ia juga merupakan tanaman buah yang bisa dikonsumsi, meski belum sepopuler mangga, jambu, atau pisang.

Tanaman ini relatif mudah dirawat di iklim tropis. Ia tidak memerlukan perlakuan khusus, cukup sinar matahari yang baik dan penyiraman rutin. Karena itulah, peanut butter fruit sering ditanam di pekarangan rumah, kebun kecil, atau area komunitas yang ingin menghadirkan tanaman unik.


Pelajaran dari Buah yang Terlihat “Siap”

Peanut butter fruit mengajarkan satu hal sederhana tapi penting: penampilan bisa menipu. Buah yang tampak cantik dan menggoda belum tentu siap untuk dinikmati. Kesabaran menjadi kunci—menunggu warna merah sempurna dan tekstur yang empuk adalah syarat mutlak agar pengalaman mencicipinya tidak berujung kecewa.

Bagi pecinta tanaman, buah ini menawarkan cerita, bukan sekadar rasa. Ada unsur kejutan, ada proses belajar, dan ada momen tertawa kecil ketika sadar bahwa pengalaman pertama tidak selalu berjalan mulus.


Buah Unik yang Layak Dikenal

Meski belum populer secara luas, peanut butter fruit layak mendapat tempat di antara buah-buah tropis unik Indonesia. Ia cantik, punya karakter rasa khas, dan menyimpan cerita menarik bagi siapa pun yang menanam atau mencicipinya.

Kalau suatu hari kamu melihat pohon dengan buah kecil merah menyala yang bergerombol cantik, jangan ragu untuk bertanya—dan pastikan memetiknya di waktu yang tepat. Karena pada peanut butter fruit, waktu adalah segalanya.**DS

Baca juga artikel lainnya :

acai-berry-superfood-dari-hutan-amazon-yang-mendunia-ke-dunia-kuliner