Bunga Pagoda: Cantik, Unik, dan Sarat Makna dalam Budaya Asia
Bunga pagoda dikenal dengan bentuknya yang unik bertingkat seperti pagoda. Selain cantik sebagai tanaman hias, bunga ini juga memiliki makna filosofis dan manfaat yang jarang diketahui.
Eksplora.id - Bunga pagoda mungkin belum sepopuler mawar atau anggrek, tetapi siapa pun yang pernah melihatnya hampir pasti langsung terkesan. Bentuk bunganya bertingkat menyerupai bangunan pagoda, dengan warna merah, oranye, atau kuning yang mencolok. Keunikan inilah yang membuat bunga pagoda bukan sekadar tanaman hias biasa, melainkan tanaman dengan nilai estetika dan simbolik yang kuat.
Di berbagai wilayah Asia, bunga pagoda dikenal sebagai tanaman yang membawa kesan eksotis sekaligus sarat makna budaya.
Apa Itu Bunga Pagoda?
Bunga pagoda dikenal secara ilmiah dengan nama Clerodendrum paniculatum. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India, Thailand, dan Indonesia. Disebut “pagoda” karena susunan bunganya tumbuh bertingkat ke atas, mirip menara atau bangunan pagoda dalam arsitektur Asia.
Tanaman ini termasuk perdu dengan tinggi bisa mencapai 1–3 meter. Bunganya kecil-kecil, tetapi tumbuh berkelompok rapat sehingga membentuk struktur besar yang mencolok. Daunnya lebar, hijau tua, dan memberikan kontras indah dengan warna bunganya yang terang.
Keunikan Bentuk dan Warna
Daya tarik utama bunga pagoda terletak pada bentuknya. Tidak seperti bunga lain yang tumbuh menyebar atau menggantung, bunga pagoda tumbuh tegak ke atas dengan susunan bertingkat yang rapi. Setiap tingkat terdiri dari banyak bunga kecil berbentuk tabung yang ujungnya mekar.
Warna yang paling umum adalah merah menyala, meski ada juga varietas berwarna oranye dan kekuningan. Warna-warna ini membuat bunga pagoda sering dijadikan titik fokus di taman atau halaman rumah.
Makna dan Filosofi Bunga Pagoda
Di beberapa budaya Asia, bunga pagoda melambangkan ketenangan, keseimbangan, dan spiritualitas. Bentuknya yang menyerupai pagoda sering dikaitkan dengan tempat ibadah atau meditasi, sehingga dianggap membawa energi positif dan ketenteraman.
Karena tumbuh bertingkat ke atas, bunga ini juga dimaknai sebagai simbol pertumbuhan, pencapaian, dan perjalanan hidup yang bertahap. Tak heran jika bunga pagoda kerap ditanam di lingkungan rumah, taman umum, hingga area dekat tempat ibadah.
Manfaat dan Kegunaan Bunga Pagoda
Selain sebagai tanaman hias, bunga pagoda juga dikenal dalam pengobatan tradisional di beberapa daerah. Daun dan akarnya dipercaya memiliki khasiat tertentu, seperti membantu meredakan peradangan ringan atau digunakan sebagai ramuan herbal. Meski demikian, penggunaannya secara medis modern masih terbatas dan lebih bersifat tradisional.
Dalam dunia lanskap, bunga pagoda sering digunakan sebagai tanaman peneduh ringan atau tanaman aksen karena tampilannya yang mencolok dan mudah menarik perhatian.
Cara Menanam dan Merawat Bunga Pagoda
Bunga pagoda tergolong tanaman yang cukup mudah dirawat, terutama di daerah beriklim tropis.
Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh hingga setengah teduh. Tanah yang digunakan sebaiknya gembur dan memiliki drainase baik agar tidak tergenang air. Penyiraman dilakukan secara rutin, terutama saat musim kemarau, namun tidak berlebihan.
Pemangkasan perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga bentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan bunga baru. Dengan perawatan yang tepat, bunga pagoda bisa berbunga beberapa kali dalam setahun.
Bunga Pagoda di Tengah Tren Tanaman Hias
Di tengah tren kembali ke alam dan urban gardening, bunga pagoda mulai dilirik sebagai alternatif tanaman hias yang berbeda dari yang lain. Bentuknya yang unik memberi kesan artistik tanpa perlu banyak dekorasi tambahan.
Bagi pecinta tanaman, bunga pagoda menawarkan kombinasi menarik: cantik secara visual, mudah dirawat, dan punya cerita budaya di baliknya.
Lebih dari Sekadar Tanaman Hias
Bunga pagoda bukan hanya soal keindahan. Ia adalah contoh bagaimana alam, budaya, dan filosofi bisa menyatu dalam satu tanaman. Dari bentuknya yang khas hingga makna simboliknya, bunga pagoda mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu harus sederhana—kadang justru lahir dari struktur, keseimbangan, dan proses bertahap.
Kalau kamu mencari tanaman hias yang unik sekaligus bermakna, bunga pagoda layak masuk daftar pilihan.**DS
Baca juga artikel lainnya :

