Menkes Prediksi 28 Juta Warga Indonesia Alami Masalah Kejiwaan, Mengacu Standar WHO

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kejiwaan berdasarkan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jan 22, 2026 - 21:52
 0  1
Menkes Prediksi 28 Juta Warga Indonesia Alami Masalah Kejiwaan, Mengacu Standar WHO
sumber foto : gg

Eksplora.id - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memprediksi jumlah penduduk Indonesia yang mengalami masalah kejiwaan mencapai sekitar 28 juta orang. Angka tersebut dihitung berdasarkan panduan dan metodologi yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Prediksi ini mencerminkan tantangan serius yang tengah dihadapi Indonesia dalam bidang kesehatan mental, sekaligus menegaskan bahwa gangguan kejiwaan bukan isu minor, melainkan persoalan kesehatan publik berskala besar.

Perhitungan Berdasarkan Panduan WHO

Menurut Budi Gunadi Sadikin, estimasi 28 juta jiwa tersebut diperoleh dengan mengacu pada persentase prevalensi gangguan kesehatan mental yang ditetapkan WHO terhadap jumlah total penduduk Indonesia. Metode ini lazim digunakan secara global untuk memetakan beban kesehatan jiwa di suatu negara.

Gangguan kejiwaan yang dimaksud mencakup spektrum luas, mulai dari gangguan kecemasan, depresi, hingga gangguan mental berat yang memerlukan penanganan medis jangka panjang.

Masalah Kesehatan Jiwa Masih Kerap Diabaikan

Meski jumlahnya besar, masalah kesehatan mental di Indonesia masih sering tersembunyi akibat stigma sosial. Banyak penderita enggan mencari bantuan profesional karena takut dianggap lemah, “kurang iman”, atau mendapat label negatif dari lingkungan sekitar.

Akibatnya, tidak sedikit kasus gangguan kejiwaan yang terlambat ditangani, bahkan baru terdeteksi ketika kondisinya sudah berat dan mengganggu fungsi sosial maupun ekonomi penderitanya.

Dampak Sosial dan Ekonomi yang Nyata

Masalah kejiwaan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga, lingkungan kerja, hingga produktivitas nasional. Gangguan mental yang tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup, meningkatkan risiko pengangguran, serta membebani sistem kesehatan dan jaminan sosial.

WHO sendiri menempatkan gangguan mental sebagai salah satu penyebab utama hilangnya produktivitas manusia di dunia, terutama pada kelompok usia produktif.

Perlu Perubahan Cara Pandang dan Kebijakan

Pernyataan Menkes menjadi pengingat penting bahwa kesehatan jiwa harus diperlakukan setara dengan kesehatan fisik. Upaya pencegahan, deteksi dini, edukasi publik, serta akses layanan kesehatan mental yang terjangkau perlu diperkuat secara sistematis.

Masyarakat juga diharapkan mulai membangun budaya saling peduli, terbuka, dan tidak menghakimi terhadap mereka yang mengalami gangguan kejiwaan.

Kesehatan Mental adalah Investasi Bangsa

Prediksi 28 juta penduduk dengan masalah kejiwaan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai alarm kebijakan. Indonesia membutuhkan strategi jangka panjang agar kesehatan mental menjadi bagian integral dari pembangunan nasional.

Sebab, bangsa yang kuat bukan hanya diukur dari fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kesehatan jiwa masyarakatnya.**DS

Baca juga artikel lainnya :

ketika-pernikahan-datang-sebelum-kesiapan-mental