Indonesia–China Naik Level Lewat Skema Two Countries Twin Parks
Indonesia dan China resmi memperkuat kemitraan strategis melalui skema Two Countries Twin Parks senilai Rp36,4 triliun. Sebanyak 16 proyek industri dan teknologi akan berjalan mulai 2026, memperkuat posisi Indonesia di rantai industri global.
Eksplora.id - Kerja sama ekonomi Indonesia dan China memasuki babak baru. Melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP), kedua negara sepakat menjalankan 16 proyek strategis dengan nilai investasi mencapai Rp36,4 triliun yang akan mulai direalisasikan pada 2026. Kesepakatan ini bukan sekadar kelanjutan hubungan dagang, melainkan transformasi besar dalam pola kemitraan industri dan teknologi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama ini tidak lagi menempatkan Indonesia sebagai pasar atau lokasi produksi berbiaya murah. Indonesia kini hadir sebagai mitra sejajar, terlibat langsung dalam pengembangan industri, teknologi, hingga riset jangka panjang.
Apa Itu Two Countries Twin Parks?
Two Countries Twin Parks adalah model kerja sama kawasan industri kembar antara dua negara. Dalam skema ini, masing-masing negara mengembangkan kawasan industri yang saling terhubung, baik dari sisi produksi, rantai pasok, hingga inovasi teknologi.
Berbeda dengan pola investasi konvensional, TCTP dirancang untuk menciptakan ekosistem industri terintegrasi lintas negara. Artinya, Indonesia tidak hanya menjadi tempat pabrik berdiri, tetapi juga terlibat dalam proses hilirisasi, transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan pengembangan nilai tambah produk.
Fokus Utama: Industri Bernilai Tambah Tinggi
Sebanyak 16 proyek dalam skema TCTP mencakup sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan nasional Indonesia. Fokus utama diarahkan pada industri bernilai tambah tinggi, antara lain:
-
Hilirisasi baja dan nikel, sebagai fondasi industri manufaktur dan kendaraan listrik
-
Pangan dan perikanan, termasuk pengolahan hasil laut dan teknologi pascapanen
-
Energi terbarukan, khususnya pengembangan energi surya
-
Teknologi canggih, termasuk riset dan pengembangan kecerdasan buatan (AI)
Kombinasi sektor ini menunjukkan arah kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada sumber daya alam, tetapi juga pada ekonomi berbasis teknologi dan pengetahuan.
Lokasi Strategis: Batang, Semarang, dan Bintan
Proyek-proyek Two Countries Twin Parks akan tersebar di beberapa wilayah strategis, yakni Batang dan Semarang di Jawa Tengah, serta Bintan di Kepulauan Riau. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan.
Kawasan tersebut memiliki keunggulan infrastruktur, akses pelabuhan internasional, serta konektivitas logistik yang kuat. Selain itu, penyebaran proyek di berbagai daerah diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah.
Bukan Sekadar Investasi, Tapi Transformasi
Pemerintah menekankan bahwa nilai utama dari TCTP bukan hanya besaran investasi, melainkan kualitas investasi. Proyek-proyek ini ditargetkan mampu menciptakan:
-
Lapangan kerja baru dengan kualitas dan keterampilan lebih tinggi
-
Peningkatan daya saing industri nasional
-
Alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal
-
Penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global
Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan mampu keluar dari jebakan ekspor bahan mentah dan naik kelas sebagai negara industri yang memiliki peran strategis dalam produksi global.
Indonesia–China: Kemitraan Sejajar, Bukan Ketergantungan
Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama ini dibangun atas prinsip kemitraan sejajar. Indonesia tidak hanya menerima modal, tetapi juga berperan aktif dalam pengambilan keputusan, pengembangan teknologi, dan pengelolaan industri.
Skema TCTP juga sejalan dengan visi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional, sekaligus membuka diri terhadap kolaborasi global yang saling menguntungkan.
Indonesia Bukan Lagi Penonton
Two Countries Twin Parks menjadi simbol perubahan posisi Indonesia di panggung ekonomi internasional. Jika sebelumnya Indonesia lebih sering berada di posisi penerima investasi, kini Indonesia mulai mengambil peran sebagai pemain aktif dalam ekosistem industri global.
Dengan strategi yang lebih matang, fokus pada hilirisasi dan teknologi, serta kemitraan internasional yang setara, Indonesia menunjukkan bahwa masa depan ekonominya tidak lagi ditentukan dari luar, melainkan dibangun bersama—dengan visi dan kepentingan nasional yang jelas.**DS
Baca juga artikel lainnya :
china-selesaikan-pelapisan-ulang-jalan-tol-158-km-tanpa-pekerja-di-lokasi

